Reborn As A Tyrannical Demon Lord

Reborn As A Tyrannical Demon Lord
Chapter 118 : Source of all power




Delapan.


Tujuh.


Enam.


Lima.


Empat.


Aku mulai mengangkat lenganku sedikit untuk hitungan mundur selanjutnya, seluruh tubuhnya mulai gemetar hebat ketika aku mengangkat tanganku dengan sengaja.


Tiga.


Dua.


Tersisa delapan detik lagi ... ini adalah hitungan terakhir.


Satu.


"Waktumu habis."


Aku mendekatkan tanganku sedikit ke depan, jari tengah dan jari jempolku sudah bertemu, tidak akan ada siapapun yang mampu menghindarinya ketika mereka sudah saling bergesek. Menghasilkan suara simpel yang tidak menciptakan efek normal.


PTEK!


WOOSHH!!


Api segera terbakar dari kehampaan untuk menghabisi seluruh tubuhnya, menghancurkan tubuhnya dalam sekejap tanpa hitungan detik. Abu tidak tersisa, bahkan iblis menyedihkan ini juga terhapus seperti bagaimana aku menghapus kakek tua konyol itu tempo hari.


Aku menutup kembali dunia dimensi ini dan segera berdiri kembali di area reruntuhan gedung perbelanjaan yang hancur.


"Apakah senyuman itu di perlukan?" Ucap Fyrena sambil beterbangan dengan tubuh hitam nya yang terlihat tidak jelas.


"Oh yah!! Tentu saja, aku suka tersenyum ketika seseorang mati di hadapanku. Fyrena, ini menyenangkan."


Fyrena: "Aku mempercayakan seluruh kekuatanku padamu. Itu sudah terjadi sejak kita bertemu untuk pertama kalinya, di cermin kamar? Atau harus kukatakan bahwa kita sudah bertemu triliunan tahun yang lalu?"


"Jangan bercanda, triliunan tahun? Aku bahkan belum lahir sejauh itu. Apa yang terjadi di waktu sejauh itu?"


Fyrena: "Aku tidak pernah memaksamu untuk kembali ke masa lalu, lagipula, kamu akan segera menjadi raja iblis selanjutnya. Bahkan jika kamu harus mempercayai reinkarnasi dirimu, itu bisa saja terjadi."


"Aku?"


"Siapa?"


"Aku bereinkarnasi?"


"Tidak, tidak, tidak, itu sesuatu yang hampir sulit ku percayai. Jika aku bereinkarnasi, kenapa aku tidak mengingat kehidupan lama ku?"


Fyrena: "Aku sudah mengatakan untuk tidak memaksakan dirimu untuk memikirkannya, tapi ketika kamu sudah menjadi raja iblis sejati, kamu akan segera tahu banyak hal, lebih banyak dari triliunan buku di perpustakaan. Raja iblis otomatis akan mendapatkan semua kekuatan dari gelar itu."


"Banyak hal yeah, aku tidak berpikir untuk mencoba mencari tahu banyak hal."


Fyrena: "Yang pastinya, ketika kamu sudah menjadi raja iblis sejati, mungkin saja kamu akan mencoba menghancurkan satu atau setidaknya dua dunia untuk menguji seberapa besar kekuatan dari raja iblis.


"Memangnya kenapa dengan mencoba menghancurkan dunia lain? Aku pernah membayangkan ada dunia dengan mahluk-mahluk tidak berguna di dalamnya, bukankah lebih baik menghancurkannya?"


Fyrena: "Apa alasanmu?"


Alasanku, ketika ada mahluk bodoh, tapi mereka memiliki kekuatan yang sangat kuat, mahluk bodoh belum tentu mampu mengendalikan kekuatan besar, lagipula, dimana-mana kekuatan besar hanya lebih baik jika dimiliki oleh orang pintar, yang kupikirkan adalah ketika mahluk kuat yang bodoh mampu pergi ke dunia luar untuk merebut kekuasaan dunia luar, ketika dunia luar di penuhi mahluk cerdas yang tidak memiliki kekuatan, itu bukanlah sesuatu yang bagus.


Aku akan mengubah seluruh dunia jika memang benar seperti perkataanmu, bahwa aku mampu mengubah seluruh dunia sesuai kemauanku. Seluruh alam yang hanya di tempati oleh mahluk cerdas dengan kekuatan tinggi, yang lemah akan di bunuh dan di binasakan. Tidak ada pengecualian.


Ketika seluruh dunia sudah berevolusi menjadi mahluk cerdas dan kuat, mereka semua harus menjadi iblis yang tunduk di bawa perintahku.


Dewa belum tentu adalah mahluk cerdas.


Terkadang hal semacam itu hanyalah sebuah gelar untuk mahluk yang biasa saja.


Mereka tidak kuat, dan mereka lemah, itu hanyalah gelar. Bisa saja karena mereka hidup di dunia yang lebih tinggi. Hidup di dunia yang lebih tinggi bukan berarti mereka lebih kuat.


Tentu saja tidak.


Kita semua hanya hidup di dunia yang berbeda. Berbeda tinggi dan rendahnya.


Fyrena: "Kamu memang benar, seperti itulah bagaimana dunia tertata, dunia yang lebih tinggi terus mengalir ke bawah tanpa henti bagaikan air terjun. Dunia bawah adalah sungai, jika kita mencoba naik ke atas, itu adalah hal yang benar-benar sulit."


Air terjun ya? Apa yang kamu maksud dengan air terjun?


Fyrena: "Mahluk pada dunia yang lebih tinggi, kamu bisa menganggapnya sebagai air yang mengalir. Mahluk yang lebih tinggi itu bebas dan mudah untuk turun ke dunia mana saja yang lebih rendah, tapi apakah bisa air di sungai naik ke atas melawan arus nya? Tentu tidak."


Itu memang tidak bisa, selama ada kekuatan besar untuk mengubah aturannya, maka itu bisa.


Fyrena: "Tepat sekali, maka seperti itulah cara kerja Will Power."


Begitu ya ... jadi aku benar-benar bisa mengacaukan hukum alam semesta? Sebab-akibat dan sebagainya?


Siapakah mereka?


Fyrena: "Yang pertama adalah aku, karena aku sudah memberikan kekuatan ini padamu, maka kamu adalah orang yang satunya."


Bagaimana dengan pemilik yang satunya?


Fyrena: "Yang satunya adalah pemilik sekaligus pencipta Will Power maupun segala sihir yang ada di seluruh alam semesta."


Siapa orang itu?


Fyrena: "Kenapa kamu terlihat seperti bersemangat untuk bertanya tentangnya?"


Karena aku berharap menemukan seseorang yang memiliki kekuatan yang sama kuatnya denganku, aku menantikan hari dimana aku bertarung dengan serius untuk mengerahkan segala tenagaku.


Fyrena: "Kamu terlalu percaya diri untuk mengatakan hal seper–"


Katakan saja siapa!


Ketika aku mulai mengeraskan nadaku, aku menjadi tidak sabaran. Tiba-tiba tanah mulai berguncang dan langit bergemuruh dengan perlahan namun tidak menghasilkan kerusakan alam, itu hanyalah gemuruh seperti seolah-olah ada sesuatu yang mengguncang langit dan bumi.


Fyrena: "Aiden, kuharap kamu tidak pernah melawan pencipta Will Power, kapan itu akan terjadi, aku akan berusaha bangkit dari dirimu dan menghentikanmu."


Kamu hanya perlu mengatakan nya saja, apakah itu sulit?


Fyrena: "Aku akan mengatakannya, namun aku tidak akan menyebutkan namanya...."


Karena orang itu adalah....


Ibumu.


.....


AHAHAAHAHAHAHAHAH....!!!


"Fyrena, aku tahu kamu tidak pernah tersenyum dan aku tahu kamu tidak pandai bercanda, namun setiap candaanmu itu bagaikan sampah, benar-benar terlalu garing dan tidak berbobot."


"Huuft, Aiden. Aku tidak bercanda, aku mengatakan kebenaran dari sesuatu yang tidak kamu ketahui, asal kamu tahu itu."


"Ibuku? Maksudmu ... wanita yang selalu memarahiku karena nilai sekolah ku begitu buruk?"


Fyrena: "Itu hanyalah perwujudan dari ibumu. Asal kamu tahu siapa ibuku, maka kami akan tahu siapa dirimu. Dan aku akan mengatakan satu hal terakhir yang harus kamu ingat."


"Masa depan dan masa lalu akan datang untuk menghentikanmu, ketika dunia tahu bahwa raja iblis dengan kekuatan sepertimu telah lahir, mereka akan mengehentikanmu, tidak peduli dari dunia mana pun mereka, tidak peduli apakah mereka manusia, dewa, dan sebagainya. Bahkan ada banyak mahluk di luar alam semesta yang jauh melampaui keberadaan dewa."


"Tidak hanya itu, aku sebenarnya tahu bahwa ada seseorang, entah siapakah dia, aku tidak pernah bertemu dengannya. Namun aku hanya tahu siapa nama nya, dan kenapa kamu tidak bisa sembarangan bahwa melawan keberadaan seperti itu yang sebenarnya tidak memiliki Will Power."


"Apa alasannya?" Aku bertanya dengan penuh rasa ingin tahu pada apa yang di ucapkan Fyrena.


Fyrena: "Keberadaan seseorang yang melampaui seluruh alam akhirat itu ada, neraka, surga, atau apapun itu, dia adalah keberadaan yang jauh berdiri di atas semua kenyataan. Namun hanya sebagai perantara Tuhan pada seluruh alam."


"Maksudmu, dia melaksanakan tugas atau perintah Tuhan?"


Fyrena: "Bisa di katakan seperti itu juga, namun, dia di beri kehendak lain untuk bebas mengambil kembali mahluk yang terbuang dari dalam kolam ketiadaan, seperti bagaimana kamu menghapus keberadaan seseorang selamanya, maka orang itu adalah salah-satunya yang mampu untuk menghidupkan mereka kembali, namanya adalah ... Alshian."


Langit dan bumi bergemuruh lagi, namun semakin hebat. Langit malam abu-abu di waktu yang tidak relevan tiba-tiba pecah, dimensi pecah kemana-mana dan seolah-olah dunia ini akan hancur.


Fyrena: "Aku lupa mengatakan padamu, bahwa keberadaan seperti ini melarang namanya ketika di ucapkan oleh iblis. Karena iblis manapun yang mengucapkan namanya, mereka akan hancur lebur, binasa dan hilang ke kolam ketiadaan, dunia tempat namanya di ucapkan juga akan binasa tanpa hitungan waktu. Hanya iblis seperti kita berdua yang mampu menahan kehancuran dari menyebutkan namanya."


"Sekali lagi ku katakan, berhati-hati lah." Ucapnya sambil menghilang bersama tubuh mozaik hitam nya yang menghilang menjadi kupu-kupu hitam kemudian kupu-kupu yang beterbangan berubah lagi menjadi abu."


Aku tidak tahu, mau di apa, dia selalu menghilang entah kemana.


Di hadapanku hanyalah dunia beku yang ku normalkan kembali. Tidak ku sangka keberadaan seperti itu ada, hanya menyebut nama nya saja mampu membinasakan dunia. Kupikir hal semacam ini hanya ada di dalam beberapa fiksi fantasi yang pernah ku temui.


Langkah kaki ku yang selanjutnya kembali membuatku berdiri di waktu normal dunia ini. Karena sebenarnya, dunia tidak membeku, waktu pun tidak berhenti. Semua hanya tidak relevan olehku. Dengan apapun akan terlihat membeku ketika aku bergerak cepat sesuai kehendak ku.


Hanya ketika aku kembali, pemandangan masih sama seperti sebelumnya, Marie masih menembak kepala iblis itu berkali-kali, bersama bawahan iblis berkepala kambing yang terus menguliti nya.


Tapi disini, iblis sudah tidak ada.


Di hapus dari semua dunia, tentu saja aku juga menghapus nya dari tempat apapun itu, masa depan, masa lalu, masa kini, bahkan dia tidak akan pernah hidup lagi sekalipun ada mahluk yang mempertahankan keabadiannya dengan bersembunyi di ingatan seseorang.


Mahluk abadi yang bergantung pada sesuatu mungkin saja ada, seperti ada seroang dewa yang membuat seorang penyihir menjadi abadi, atau semacam hal abstrak yang terus berdiri sehingga mahluk ini juga tetap berdiri dan menyatakan dirinya abadi. Membunuh penyihir selamanya adalah dengan menghancurkan dewa yang mengizinkannya tetap hidup.


Membunuh dewa sudah pasti membunuh penyihir, jika memang ada penyihir yang bergantung pada seorang dewa.


Karena Will Power berdiri dan bekerja untuk memenuhi kemauan ku, itu berarti seharusnya aku bisa membunuh seseorang seperti ini tanpa harus membunuh sesuatu atau seseorang yang terus membuatnya menjadi abadi. Karena kekuatan ini pasti bekerja untuk memenuhi keinginan dan pikiranku.


Maka dengan itu, aku akan menyatakan bahwa aku mampu membunuh dan menghapus mahluk abadi tanpa perlu membunuh sumber atau ketergantungannya!


Jangan berharap bisa lolos.


HAHAHAHAHAHAHAHAHA!!!!