
Hah? Benar-benar begini saja? Jika hanya harus selalu menggunakan kata-kata, itu membosankan. Aku lebih memilih untuk setidaknya bergerak dan mengayunkan pedang, sampai tiba hal merepotkan yang seharusnya tidak perlu ku tangani, maka bersedia lah untuk menemui ajal mu.
Suara kematian ku seharusnya benar-benar absolut, membersihkan seluruh arena ini sampai tidak ada satupun bakteri dan virus yang tersisa. Sekecil apa yang tersisa? Sekecil kutu? Seribu kali lipat lebih kecil dari kutu? Atau berukuran infinitesimal? Semuanya sudah pasti akan lenyap, jangan berpikir untuk bertahan hidup.
Kemudian aku memutuskan untuk membuka kembali seluruh kubah dan dinding inferno ini. Yeah, aku tidak peduli dengan nasib ketiga orang ini. Masih ada dua orang lagi yang tersisa, gadis bernama Qyera dan satu lagi yang namanya hanya dengan inisial D.
Untuk Qyera itu, aku berharap untuk bertemu dengannya ketika pertandingan ini berlangsung kembali dengan normal. Dan untuk D, aku akan melihat sejauh mana dia mengambil tindakan.
"Berengsek!!! Pikirmu apa yang kau lakukan?!?! Aku belum mati!! Hadapi aku!" Ucap anak bernama Levian yang benar-benar terlempar enam ratus meter setelah kerah baju nya kutarik.
Eh? Kamu belum mati? Bukankah aku sudah menghadapi mu, kamu bahkan tidak akan bisa merespon kecepatan itu bukan? Bagaimana rasanya terbang sejauh 600 meter?
HahahaHAHA!
"Apanya yang lucu? Bajingan!!"
Dia kemudian mengeluarkan semacam sihir api yg untuk menyerangku dengan penuh emosi.
"Oh?"
...HELL SPEAR...
BANG!!
Cruaksshh!!
Satu lingkaran dari neraka terbuka untuknya, ketika sebuah tombak dari neraka berkecepatan neraka juga menusuk tubuhnya dari depan hingga tembus ke belakang. Seperti sebuah serangga yang di tusuk dengan lidi. Darahnya mengalir tanpa henti keluar hampir memenuhi tombak iblis ini.
Aku berjalan perlahan mendekatinya, setelah dia tertusuk jauh dan bergeser tiga meter lebih dari depanku sebelumnya.
"Apa hanya begini saja? Kata 'Pecundang' tidak pantas di ucapkan oleh pecundang sepertimu, kamu benar-benar menjijikan."
Dia masih hidup, menatapku dengan sekarat dan perasaan emosi di hatinya, aku bisa melihat itu. Tiba-tiba seluruh wajahnya seperti robek, kemudian seluruh seragam ungu nya robek tak karuan, memperlihatkan wujudnya yang tiba-tiba berubah. Di kepalanya juga tumbuh tanduk, sepertinya dia menggunakan transformasi iblis keduanya.
Menurut yang aku tahu, ini cukup bahaya untuknya, dia mengorbankan banyak mana dan jiwa iblis nya pada neraka. Sebenarnya, tidak bahaya untuk pelajar tingkat akademi, jika mereka memiliki energi sihir yang cukup besar untuk mengendalikan diri mereka dalam wujud iblis kedua.
Karena jika mereka tidak mampu lagi untuk mengendalikan jiwa dan diri mereka, maka jiwa mereka akan habis di lahap neraka dan tubuh nya akan kehilangan kendali, menjadi mahluk yang bertarung tanpa akal dan emosi yang kacau.
Hanya selang beberapa waktu, dia berubah dengan cepat, mematahkan tombak panjang yang menusuk nya. Setelah melepaskan bagian lain tombak itu, dia mengeluarkan sisa patahan tombak yang masih tersangkut di dada nya.
"Pikirmu aku ini lemah?!" Ucap nya sambil melepaskan tombak itu dan membuang nya ke arah lain.
Tangannya terlihat kokoh sekarang, bahkan seluruh tubuhnya seperti di selimuti kulit yang keras, wujud iblis memang berbeda-beda. Jika ada jiwa iblis yang tidak terbatas, maka ada begitu banyak varian gaya transformasi dari wujud iblis yang tidak terbatas juga.
Dia langsung bergerak satu langkah, hingga langkah kedua adalah langkah tidak terduga yang bahkan bisa menyamai kecepatan suara dalam jarak sedekat ini.
Dia cukup cepat, dan bergerak secepat itu pada jarak tiga meter adalah hal yang tiba-tiba. Ini terlalu dekat.
Apakah dia ingin bermain-main?
Kalau begitu aku akan menghentikan Inferno Wall ku.
Aku merespon balik dengan menghantam tangannya, ketika dia hampir berhasil menyentuh bajuku. Tangan kotor seperti itu berani-beraninya ingin menyentuhku.
BRUAK!!
Aku menghantam wajahnya dengan pukulan yang setara dengan hantaman meteor dalam kecepatan tinggi yang memasuki atmosfer.
Dia terlempar begitu jauh, ini sudah lebih dari enam ratus meter. Sampai aku membuat nya menabrak seluruh kursi stadion yang benar-benar jauh dari arena.
Seberapa jauh itu ... mungkin hampir tiga kilometer dari sini.
Dia benar-benar menembus tembok berlapis itu, yeah–yeah, pasti dia sedang kesakitan sekarang.
PLUSH!!
"Apa?!?!"
"Akhhhh!!!"
Dia datang dengan jeritan yang kesakitan, sambil menuju padaku. Ini benar-benar terlalu dekat lagi.
Kami saling beradu pukulan dalam beberapa waktu, namun aku harus terus menghindari pukulan konyol ini.
Aku ingin mengurangi jumlah sentuhan pada setiap pertarungan ku. Pertarungan tanpa serangan satupun dari lawan yang mengenaimu itu bagus, tapi bukankah itu membosankan? Jadi, aku harus tetap melayangkan pukulanku, setidaknya menerima beberapa pukulan musuh walau itu tidak akan berdampak terlalu buruk untuk tubuhku.
Transformasi iblis seperti ini memang luar biasa, walau tidak pernah seunggul milik Valerie dan iblis Scarlet lainnya, tapi mereka meningkatkan kemampuan bertarung mereka dengan bertransformasi pada wujud iblis kedua.
Kecepatan mereka, kekuatan pukulan mereka, bahkan ketahanan tubuh mereka benar-benar menjadi kuat.
Tapi, jika Eiji dan Leon bahkan belum bisa melakukan transformasi ini, itu berarti murid ini adalah salah-satu murid yang hebat di akademi Levqo. Bagaiaman dengan Qyera dan D itu?
Oh, sebenarnya aku juga bermaksud untuk membuat mereka semua bertarung melawanku...
...Melawanku dengan wujud transformasi.
"Kamu luar biasa! Tapi ... bukankah kamu masih masih memiliki celah?"
Kemudian aku berpindah ke bagian belakang nya, ketika dia berpusat pada pukulannya yang terus di lancarkan kedepan.
Ketika aku bergerak ke belakang nya dengan cepat, dia bahkan masih sempat merespon untuk menyadari ku, tapi sudah terlambat. Karena aku sudah pasti akan melayangkan tanganku ke wajahnya.
BUK!!
Aku memukulnya jatuh ke bawah, hingga merusak bagian kecil arena ini, dan menciptakan lubang baru lagi di arena hingga menembus ke seluruh bagian bawah tanah.
Tapi kali ini aku tidak memukulnya dengan begitu kuat.
Aku kembali melompat ke bawah sana, cukup jauh jika dua puluh meter terjun untuk sampai ke koridor ruangan-ruangan itu. Ada begitu banyak jalur koridor. Dan katanya semuanya berisi dua ribu ruangan lebih untuk para peserta setiap tahun.
"Jadi bagaimana? Apa kamu masih bisa berdiri? Ku harap kamu bisa bangkit kembali, bahkan setelah menggunakan wujud transformasi itu."
Tidak ada jawaban, dia benar-benar babak belur, bahkan aku tidak tahu seperti apa ekspresi nya dengan wajah iblis seperti itu. Kupikir wujud nya begitu kuat, bahkan tubuhnya seperti mengalami patah tulang begitu banyak.
Dan tanduk itu ... kurasa bagian tanduknya cukup kuat, bahkan tidak patah setelah ke pukul begitu kuat. Itu hanya meninggalkan retakan-retakan yang lumayan kasar.
SING!
Tiba-tiba sebuah tebasan yang begitu cepat datang ke arahku. Aku hampir saja tidak menyadarinya. Ketika tebasan yang hampir tidak terlihat melaju dan memotong ruangan-ruangan ini, bahkan membelah apapun di lintasan yang ada.
"Siapa itu?"
Aku kemudian mencoba menoleh, ke arah yang seharusnya ada keberadaan seseorang yang menyerangku.
SIUTTT~
Sebuah siulan terdengar tiba-tiba.
"Yo, menyerang murid dari akademi lain seperti itu benar-benar pelanggaran lho, apakah kamu dari akademi lain yang memiliki rencana rahasia juga? Untuk apa? Kupikir kamu juga ingin akademi mu untuk berada di posisi pertama." Ucap seorang lelaki yang terlihat lebih tua dariku.
Rambutnya putih, tidak terlalu panjang, namun dia tidak menggenakan seragam akademi Levqo atau semacamnya, kupikir dia berasal dari pihak lain lagi. Itu berarti bukan hanya pihak dari akademi Levqo yang melakukan hal buruk seperti ini.
Kemungkinan lelaki berambut putih ini adalah bagian lain yang memanfaatkan kekacauan yang di timbulkan dari para Levqo Diavoloz itu, sepertinya dia tidak beraksi sendirian. Karena jika dia beraksi sendirian, maka dia adalah orang yang cukup kuat.
"Kalau begitu kamu siapa?"
"Berani-berani nya menyerang ku secara tiba-tiba begitu? Jika ada sesuatu, katakan atau bertarung lah denganku untuk menyelesaikan nya."
"Oh? Kalau begitu, aku D, aku adalah seorang pendiri rencana dari Levqo Diavoloz, aku juga merupakan seorang guru pendamping untuk para murid ku, bisa di bilang mereka adalah peserta dari akademi Levqo." Ucap lelaki berambut putih itu.
Jadi ini orang bernama D itu?
Tidak kusangka dia adalah seorang guru dari akademi Levqo, bahkan dia menjadi otak dari rencana dan pembentukan Levqo Diavoloz. Bergerak diam-diam tanpa sepengetahuan pihak akademi mereka sendiri.
Orang-orang seperti ini memang busuk, mereka rela melakukan hal-hal keji dan kotor hanya untuk kemenangan.