
Setelah bar sudah hampir tutup jam sepuluh malam, Dareen mengajak Aiden mengobrol saat sedang membersihkan beberapa meja. Lagi-lagi, dia membahas berita yang sama, namun Aiden tidak memberitahu padanya bahwa alamat tempat tinggalnya sangat dekat dari lokasi pembunuhan tersebut.
Namun yang baru saja di ketahui oleh Aiden adalah berita janggal tentang rekaman yang memperlihatkan salah satu mayat di bawa oleh mahluk halus yang tak kasat mata diikuti oleh sekelompok orang-orang berjubah hitam tertutup. Orang-orang mempercayai bahwa kelompok tersebut adalah kelompok penyembah setan yang mengambil mayat pembunuhan sebagai ritual sihir gelap mereka.
Aiden memperkirakan bahwa kelompok ini mungkin ada hubungannya dengan sosok berkepala kambing yang hadir di dalam rumahnya. Jadi, dia mungkin berpikir bahwa menggunakan seseorang sepertinya untuk membunuh di atas panggung adalah jalan yang tepat, sementara mereka akan bergerak di balik semua perbuatannya.
Dan dari banyak komentar-komentar yang ada, orang-orang juga mengaitkan lelaki pembunuh yang merupakan salah satu penyembah setan tanpa busana hitam, seorang satanic psikopat yang bersikap normal di antara masyarakat. Ini menciptakan berita yang mengaitkan dengan keadaan janggal pada leher pembunuh. Orang-orang juga meyakini bahwa hal aneh di leher lelaki itu merupakan bukti bahwa mungkin saja dia adalah penyembah setan tertinggi yang benar-benar mampu beradaptasi sebagai orang normal.
Dengan mendengar semua berita ini, Aiden merasa terancam karena tanda hitam yang muncul di lehernya sejak beberapa bulan yang lalu, tanda itu perlahan muncul dengan warna yang pudar dan semakin lama menjadi tanda yang benar-benar jelas melingkari lehernya. Akhir-akhir ini dia memakai kancing paling atas untuk menutupi tanda itu dengan kerah bajunya.
Sepulang dari bar, Aiden belum memesan taksi online apapun itu. Namun, ada satu mobil hitam mengkilap yang berjalan pelan dan berhenti tepat di depannya. Seorang lelaki muda yang terlihat seperti berusia dua puluh tahun menurunkan kacanya dan menawarkan tumpangan nya. Terlebih lagi, dia menyebutkan nama Aiden dan tujuan kemana Aiden harus pulang.
Aiden yang merasa aneh kemudian melemahkan matanya dan memasang wajah datar. Tidak masalah jika itu tumpangan gratis. Jadi Aiden memutuskan akan naik ke mobil jika lelaki tersebut mengantarnya tanpa bayaran. Wajah lelaki itu awalnya agak masam, tapi pada akhirnya dia harus menerima.
Setelah mobil di jalankan, Aiden memandang wajah lelaki itu dari kursi belakang melalui spion tengah mobil, Aiden menatap matanya dengan tajam dan bertanya apa tujuan orang ini. Tanpa perlu di tanya, Aiden pasti tahu seseorang seperti ini memiliki tujuan tertentu, seseorang yang tak di kenali yang mungkin juga membuntutinya.
"Aku hanya memiliki kepentingan denganmu, jika kamu tidak keberatan dan ingin menerimanya, Aiden." Jawab lelaki itu.
Tak lama kemudian, di jalanan perbatasan yang gelap terlihat sosok berjubah hitam dengan kepala kambing seperti yang sebelumnya dia lihat. Di belakang sosok berkepala kambing itu juga terlihat beberapa orang yang mengenakan jubah hitam dan menutupi seluruh tubuh mereka.
"Mari berbicara dahulu, Aiden." Ucap lelaki itu setelah turun dari mobil di hadapan kelompok yang di yakini para penyembah setan.
"Aku membawanya, Razel." Ucap lelaki yang menawarkan Aiden tumpangan.
"Aiden Leonore ... ya."
Ucap sosok berkepala kambing tersebut sambil mendekati Aiden.
Aiden memegang saku celananya dengan santai, namun masih ada kewaspadaan dalam dirinya. Suara dari balik topeng mengerikan itu meminta waktu untuk berbicara dengannya. Dan seketika sosok tersebut mencabut kepalanya sampai akhirnya Aiden bisa melihat sosok sebenarnya dari seorang penyihir penyembah setan. Rambut ungu gelapnya yang panjang hampir menyamai ungu dari warna bibirnya, seorang wanita cantik di balik jubah sekte satanic yang di anggap Aiden lebih mirip dengan nenek sihir.
Usia wanita itu masih dua puluh empat tahun, namun sebagai penerus sekte satanis dan sihir terlarang, dia rela menjadi penyembah setan hanya untuk mempertahankan kontrak nya dengan iblis yang menjanjikan untuk memberinya keabadian dan wajah cantik selamanya. Hampir banyak hal yang di inginkan nya hampir tercapai dari menyembah iblis kepercayaannya. Semua yang di berikan untuknya benar-benar hampir terkabulkan secara instan.
Aiden dengan beraninya bertanya tentang apa tujuan mereka, karena sekarang semuanya makin di mengerti, aura panas yang selalu datang di rumahnya adalah hasil dari keberadaan wanita ini. Dan ketika rasa panas itu menyelimuti seluruh area rumahnya, itu berarti wanita ini ada di sekitarnya.
"Kamu benar, Aiden, aku sering berada di sekitarmu." Ucap wanita itu setelah berhasil membaca pikiran Aiden.
"Pikiranku! Di baca olehnya?" Aiden cukup terkejut dengan hal ini.
"Kami hanya ingin bekerja sama denganmu, Aiden." Ucap wanita itu sambil tersenyum.
Kemudian wanita itu mulai menjelaskan dengan suara yang sangat pelan dan tenang, ini adalah hasil yang dia dapatkan, perasaan tentang mana abnormal yang tersebar di beberapa wilayah. Tidak hanya itu, sebagai penyembah setan yang membutuhkan energi gelap untuk membangkitkan sihir hitam, Razel juga merasakan energi gelap yang tertinggal di beberapa tempat. Tempat di mana semua tempat itu adalah tempat yang pernah di kunjungi Aiden.
Masalah nya, itu benar-benar membawa sedikit keuntungan bagi sekte mereka, ketika keberadaan Aiden merupakan hal abnormal yang bisa memanggil iblis-iblis yang belum pernah mereka lihat. Iblis-iblis itu kini bersarang di setiap tempat-tempat yang di tinggalkan, seperti rumah sakit bekas, gudang yang tak terpakai, dan sebagainya.
Jika ada manusia yang terbunuh karena ketakutan melihat sosok setan-setan dari hasil keberadaan Aiden yang abnormal, maka ini adalah keuntungan yang seharusnya sangat besar bagi mereka untuk membawa setiap mayat yang mungkin ada untuk di sembelih dan di jadikan sebagai bahan upacara penghormatan ratu iblis.
Aiden: "Jadi? Hanya itu saja??"
Lelaki yang sebelumnya menawarkan tumpangan kepada Aiden kemudian menodongkan pistolnya ke arah otak Aiden. Dia menyuruh Aiden untuk diam dan jangan memotong pembicaraan. Namun Razel yang merupakan pemimpin sekte membuat lelaki tersebut berhenti berbicara hingga wajahnya memucat dan seluruh tubuhnya mati rasa.
"Diamlah! Dasar bodoh! Jika dia mati, maka aku tidak akan membiarkan mu mati dengan tenang."
Dia kemudian mendekat lagi pada lelaki yang menjadi budak nya tersebut dan mengatakan...
"Dengarkan aku, Aiden adalah aset berharga milik kami, milik ku! Dia tidak boleh mati
Untuk membangkitkan sang dewi, aku butuh aset sebesar Aiden." Ucap nya dengan kuku tajamnya yang mencongkel bola mata kanan dari lelaki tersebut.
Mata nya jatuh ke tanah bersama darah yang mengalir ke sana kemari, kemudian ulat-ulat yang entah darimana tiba-tiba saja sudah menggerogoti bola matanya yang terjatuh di tanah. Lelaki tersebut menahan rasa sakit setengah mati hingga terbaring jatuh dan pingsan.
Razel: "Benar-benar budak yang bodoh."
"Maaf atas kelancangan ku, Aiden, tapi tolong dengarkan aku sedikit lagi." Ucapnya sambil berharap Aiden menerimanya.
Karena mencoba membangkitkan kembali dewi iblis yang di puja nya, Razel membutuhkan energi sihir gelap yang mampu menciptakan ritual untuk menggerakkan seluruh semesta yang terhubung di jalur yang sama, dengan begitu kekuatan sihir gelap yang di milikinya harus mencukupi untuk membuka The Ultimate Gate.
Gerbang akhir mengerikan yang menghubungkan seluruh dunia dan ruang waktu menuju Haseichta. Tempat yang jauh melampaui hierarki-hierarki tak berujung di mana semua hierarki tersebut setara dengan lapisan tak terbatas dari dunia-dunia sihir yang melampaui konsep ruang dan waktu.
Razel benar-benar berniat menciptakan wujud manifestasi sang iblis pujaannya, walau saja tubuhnya yang harus di ambil alih, maka dia rela melakukannya.
Jika itu terjadi, maka kiamat juga akan terjadi pada seluruh realitas, menghancurkan kembali seluruh cerita hingga ke titik di mana semuanya menghilang lebih jauh ke dalam ketiadaan dan menciptakan semua cerita-cerita baru yang hanya perlu ada iblis saja.