Reborn As A Tyrannical Demon Lord

Reborn As A Tyrannical Demon Lord
Chapter 80 : Battle without the concept of time




Pedang merah bergerigi itu benar-benar tajam, aku tidak boleh sembarangan memasang bilah pedangku di sana. Mungkin saja bilah bercabang itu bisa menusuk pedang ku hingga hancur.


Sihir mereka memang benar-benar berlimpah, mereka menggunakan terlalu banyak sihir, ini mengagumkan. Jika terdesak, aku akan selalu mengeluarkan portal pedang api dari ke arahnya, pedang yang terhubung langsung dari neraka. Pedang ini ku arahkan pada Verda, tepat terbuka dan mengenai nya dari samping.


Gerbang neraka kecil yang terbuka, tertutup lagi, ku buka di sisi lain untuk mengeluarkan rantai pada Verda yang melepaskan pedang nya. Aku menarik pedang berbilah ganda ini, menyatu bersama rantai neraka ketika berputar-putar melayang di sekitar, memberikan putaran yang tidak tentu. Jika terkena mereka, mungkin anggota tubuh mereka akan putus.


Aku mengarahkannya terutama pada Valerie, ketika dia menembak kembali penghubung antara rantai dan senjata berbilah ini. Meski berhasil memutuskan senjata ini, mereka semua menjauh, menggerakkan seluruh dunia ini. Ketika Isabel dan Verda melakukan sesuatu ke arah langit, dan mungkin ada sesuatu yang akan datang. Hanya saja Valerie terus menembakan peluru berkali-kali padaku.


Jika bukan karena Inferno Wall yang aktif dengan cooldown selama lima detik, mungkin aku akan mati. Karena Setelah di aktifkan, Inferno Wall akan aktif selama dua menit lalu menghilang tidak melindungiku lagi, sehingga menunggu lima detik untuk membuatnya aktif kembali.


Benar-benar merepotkan, mereka hanya berempat, tapi perlu konsentrasi tinggi untuk terus menghindari dan membaca prediksi gerakan mereka. Serangan mereka ini berbahaya. Tempat ini bahkan sudah rusak.


Ketika gemuruh berdatangan dari langit, kedatangan sesuatu dari luar atmosfer yang membela cakrawala luas, bukan meteor atau benda lain. Tapi Isabel dan Verda menarik beberapa bintang yang tampaknya sepuluh kali lipat lebih besar dari Izar dan Ishan.


Benda-benda ini lambat, namun bergerak lebih cepat dari pada meteor yang menembus atmosfer bersama api.


"Aiden!! Sekarang pikirkanlah, bagaimana caramu mengahadapi kami?" Ucap Isabel.


Mereka bertiga langsung merubah wujud mereka menjadi transformasi iblis tingkat akhir mereka. Benar-benar hebat! Seperti tubuh yang di lengkapi dengan armor hitam mengkilap, tanduk-tanduk mereka yang secara alami sudah seharusnya ada. Seperti zirah sekeras kristal yang bisa menahan ledakan big bang.


"Begitukah? Kalau begitu, aku akan mencoba."


Aku bergerak sejauh mungkin dari, mengumpulkan begitu banyak mana ku, sampai aku mendapatkan posisi sempurna mengeluarkan senjata rantai tidak terbatas seperti yang di lakukan Varnera. Kemudian aku menciptakan semacam benda tajam yang berbentuk L, kombinasi dari The Raven dan The Infinite Chain.


Ketika seluruh rantai bersatu bersamaku, aku akan memperlihatkan mereka, cara ku bertarung dengan rapi. Pelindung inferno ku aktif kembali, saat yang tepat untuk terus menjauh dari mereka dan melakukannya.


Kepada rantai yang di berkahi oleh neraka, bilah nya yang setajam jarum, untuk bintang-bintang yang akan segera berputar.


Aku melemparkan sekuat tenagaku rantai ini untuk menancapkan bilah kecil ini tepat pada bintang yang lebih dulu terlihat. Aku membuat lagi pelindung inferno yang tidak terlalu kuat untuk setiap hubungan rantai nya, mencegah mereka untuk menghentikan ku.


Sampai rantai itu tiba di kejauhan angkasa lepas untuk mendapat ke muka bintang, aku akan membuatnya berputar di luar imajinasi seseorang. Gerakan ini membutuhkan kecepatan tinggi dan kekuatan untuk membawa bintang sebesar itu memutari langit ini. Bintang garis depan yang terhubung bersamaku melalui rantai ini ku tarik dengan kuat hingga seluruh pijakan ku jatuh beberapa meter ke dalam, membuat keretakan besar untuk membuat gravitasi penarikan tinggi.


Aku tidak akan terbang melayang di tarik oleh bintang, kendali gravitasi akan membuat pijakan ku semakin kuat menancap ke dalam tanah dan bebatuan. Membuat lingkaran dalam yang semakin membesar. Hingga bintang yang benar-benar bercahaya itu berputar 360° mengelilingi langit yang bercahaya melebihi matahari. Seluruh permukaan tempat ini kini hampir tidak terlihat di penuhi oleh cahaya bintang.


Aku membuat bintang ini berputar kembali ke titik awalnya dan menabrak bintang yang kedua dengan sangat cepat, ledakan besar di angkasa terjadi. Kehancuran yang mungkin akan merusakan seluruh tempat ini.


Dengan semua wujud transformasi hebat mereka, gerakannya maju secara bersamaan ke arahku, benar-benar di luar batasan perkiraan ku, mereka tidak bergerak dalam hitungan detik. Tidak ada angka satu setelah nol, walau itu harus menjadi sepuluh angka nol atau lebih banyak lagi yang tidak terbayangkan, tidak akan ada angka lain di belakang koma. Mereka membuatku sibuk dalam urusan bintang yang bertabrakan, sehingga mereka memanfaatkan cahaya besar ini untuk masuk ke area ku.


Wujud putih yang indah, tanduk yang menjulang tinggi bagaikan tubuh yang benar-benar tidak berubah dari ukuran tubuh aslinya, namun terlihat sangat kuat dari dirinya yang asli. Valerie memiliki transformasi yang paling berbeda dari mereka semua yang memiliki transformasi hitam. Dia memiliki perubahan berwarna putih dan semacam motif acak mereka di sekujur tubuhnya.


Dia mengarahkan satu tangan padaku, dengan cepat mengeluarkan semacam cahaya merah yang memiliki energi setara dengan api giga dan ledakan ungu ku. Bergerak cepat mengarah padaku. Tapi bagaimana dengan Isabel dan dua yang lainnya ini? Mereka terus bergerak ke arahku untuk menyerang.


Langit dan iblis yang bergerak untuk menghancurkan ku, putaran penuh dalam seluruh pandanganku, untuk di tebas menjadi satu, selama aku membuka mataku, tidak akan ada yang bisa menyentuhku.


Wajah mereka semua tertutup bersama tubuh mereka yang menyatu, datar tanpa wajah kecuali motif-motif merah itu. Jadi aku tidak tahu apakah Isabel akan tersenyum percaya diri dengan mulut cerewetnya? Apakah Valerie akan tertawa bersama yang lainnya karena berhasil memojokkan ku? Aku tidak tahu, tapi disinilah aku akan menunjukkan sesuatu yang jauh lebih hebat dari sekedar ledakan atom dan nuklir.


...VOID SLASH...


SING!!!


PluuUSHHHHZ!!


Seperti kecepatan tidak tertandingi dengan bunyi kehadirannya yang indah, tidak akan bisa di bandingkan dengan kecepatan cahaya apapun.


Sayang sekali, penulis cerita ini tidak tahu bagaimana cara membuat para pembaca mengerti akan suara seperti itu, karena dia sendiri tidak mampu membayangkan efek suara kecepatan segila itu.


"Aku disini!"


Valerie yang di kejauhan menyerang dengan energi merah dengan cepat muncul lebih jauh daripada tiga orang lainnya, dia langsung berada di belakangku menyapu seluruh angin di kehampaan. Membuat pasir dan debu hancur menjadi lebih kecil akan kecepatannya. Tapi sedikit terlambat, aku sudah selangkah lebih maju dari kecepatan gila ini. Pada akhirnya aku mulai terbiasa untuk menyiksa batinku, melampaui batasan ku sendiri untuk menempuh kutukan itu.


Tebasan hitam kecil sama dengan kecepatan kami semua, saling menyeimbangi kecuali bagaimana kecepatan ku dalam merespon Valerie yang terlalu cepat. Ini benar-benar terlalu cepat, dia bergerak sejauh itu tanpa hitungan waktu yang bisa di mengerti.


Tebasan void yang akan memakan segalanya.


Memakan cahaya dan kegelapan secara bersamaan, membuatnya menghilang dalam jalur tebasan. Membelah langit dan seluruh bintang-bintang yang saling bertabrakan. Satu tebasan yang bisa membuat bintang bercahaya terbelah menjadi lebih dari seratus bagian. Ketika menembus langit lainnya hingga membela lautan angkasa.


Kurasa aku sudah membuat tebasan yang cukup berlebihan, ruang ini sampai terbelah menembus dimensi lain. Cahaya-cahaya di balik tebasan besar angkasa yang menembus fatamorgana aurora seperti akan merobek langit dan membuat dua dimensi saling bertabrakan.


Tapi sisi lain pemandangan di balik robekan tebasan tak terbatas ini adalah tempat ini juga, dunia yang sama terbelah dalam waktu yang berbeda, membuatku terhubung ke tempat yang sama di masa lain, karena sebenarnya, ini adalah teknik berpedang yang menyatukan kekuatan Kekosongan untuk membelah ruang dan waktu, kekosongan yang di bawa ke realita akan membawa kerusakan fatal yang mengarah pada penghapusan daripada penghancuran.


"Teknik yang luar biasa!!"


Valerie kembali muncul lagi di hadapanku, orang ini gila! Mereka memang benar-benar cepat.


Tik Tik Tik ...


Seperti sesuatu terlintas di pikiranku ketika semuanya berjalan dalam kepalaku, bunyi yang mengentikan waktu secara tiba-tiba.


"Penghentian waktu? Kamu memang hebat!"


"Meski meleset, aku senang dengan pujian itu, tapi aku tidak mengehentikan waktu, Aku menghapus keberADAAN WAKTU!!!"


SING!!!


Pedang putih indah nya yang belum pernah kulihat, dan pistol seperti sebelumnya yang tampak sangat sempurna dari sebelumnya. Semuanya kini berwarna putih dan membawa aura kekacauan yang luar biasa.


Di balik cahaya yang di hapus bersama waktu, Isabel, Verda dan Elyse bergerak ke arahku juga dengan tembakan sihir majemuk yang luar biasa. Tidak kusangka mereka akan bergerak di dalam ruang tanpa waktu. Kupikir hanya aku dan Valerie yang berada disini untuk melanjutkan semua nya sampai akhir dengan duel.


Tapi pertarungan masih berlanjut, latihan serasa pertarungan yang menyenangkan, kenapa aku begitu senang, ketika kehancuran liar biasa ini hampir terlihat seperti pernah ku alami, rasanya mengalami perasaan Déjà vu secara terus menerus, perasaan ini juga bercampur pada diriku seperti membuatku pernah merasakan pertarungan membara seperti ini.


...........


Okeh readers! Mungkin sampai disini saja untuk hari ini, karena saya masih harus melaksanakan UKK sekolah dalam tiga hari berturut-turut, sehingga mungkin akan mengurangi crazy up untuk tiga bab perhari atau lebih. Semoga kalian terhibur.


...See ya ;)...