
Suara nya terdengar seperti menangis tersedu-sedu, aku tahu itu dia. Di balik batu reruntuhan, dia duduk disana sambil menutup seluruh wajahnya pada kakinya sambil menyilangkan kedua tangannya di kepala.
Aku menginjak sesuatu hingga tergelincir menghasilkan bunyi yang mengejutkan, namun aku langsung memindahkan diriku di suatu tempat.
"AHH!! Siapa disana!!!"
BANG!!
Marie yang menangis tiba-tiba berteriak dan langsung mengarahkan pistolnya pada balik batu tempat ku tergelincir. Dia begitu reflek hingga menembak dan melubangi batu besar dengan peluru pistol sihir itu.
Aku langsung berpindah lagi di belakangnya sambil menyentuh rambutnya. Beberapa helaiannya ku ambil di tangan kananku, dia terkejut lagi hingga menembak untuk kedua kalinya ke belakang.
BANG!!
"AKHHH!!!! Siapa itu!!"
"Tenanglah, ini aku ... Aiden."
Gerakannya begitu cepat, pistol dan tangannya langsung berputar ke belakang dan hampir mendekati dahi ku. Moncong pistol sihir ini hanya berjarak sepuluh senti dari dahi ku, mungkin seperti itu, karena itulah aku langsung mengambil tangannya untuk mengarahkan pistol ke langit.
Marie: "A-Aiden?!?!"
"Umm, ini aku."
........
"K-Kurang ajar!!! Dasar lelaki berengsek! Berani-berani kamu menjahiliku!" Ucapnya sambil mendekatiku dan mencoba menarik rambutku.
"Eittss, tidak kena~"
Dia begitu marah bahkan rambut nya sudah acak-acakan begitu buruk.
Marie: "Lelaki macam apa kamu ini?!?! Berani-beraninya meninggalkan seorang gadis malam hari di tempat sepi seperti ini?"
"Memang nya kenapa? Bukankah kamu bilang ingin kembali ke dunia iblis? Kenapa tidak kembali saja?"
Marie: "Dasar! Kamu benar-benar menjadi orang yang tidak peka, padahal saat berkenalan, kamu selalu bertanya apapun tentang dunia iblis padaku, dimana rasa terima kasihmu?"
Aku tidak merasa pertanyaan tentang pengetahuan padanya berhubungan dengan pertanyaannya sebelumnya sih, ini benar-benar tidak ada hubungannya.
Detik berikutnya, dia langsung maju lagi menghampiriku, wajahnya mendekat dengan sangat cepat, bibir nya menyentuh bibirku begitu saja, dia mencium ku dan kedua tangannya menyentuh pipiku dengan kasar.
Aku tidak tahu harus melakukan apa, tapi aku tidak pernah di beri ciuman bibir dari seseorang, dan ini adalah ciuman yang serius.
"Aku menyukaimu! Harus berapa juta kali ku katakan? Aku tidak ingin menjauh darimu." Ucapnya setelah melepas kontak ciuman ini.
Berikutnya mata merah ikan matinya terus menatapku tanpa berpaling. Aku tidak suka menatap mata orang lain, rasanya tidak menyenangkan, perasaanku akan di penuhi perasaan aneh.
Jadi, aku mencoba melirik ke arah lain dan mencari topik untuk mengabaikan semuanya.
Dan.......
PLAKK!
"..."
Aku tidak bisa berkata apa-apa setelah menerima ciuman menyenangkan yang diikuti oleh tamparan serius pada wajahku.
"Tunggu ... apakah yang satu ini juga serius?"
Oh!! Rasanya seperti tamparan penuh rasa marah.
Marie: "Ya, yang itu juga serius ... itu adalah balasan dariku karena sudah menjahiliku dan juga, meninggalkan ratu iblis mulia sepertiku setelah di segel itu bukanlah hal yang baik."
"Oh, aku lupa."
Marie: "Hanya kata 'oh' dan 'aku lupa' dimana kata maaf nya?"
"Ya~ ya~ aku minta maaf lagi, aku minta maaf dan mohon maaf nya nona."
Marie: "Itu tidak terdengar seperti permintaan maaf yang tulus dan niat dari dalam hatimu."
"Yahhh..... mau bagaimana lagi, aku tidak tahu bagaimana cara meminta maaf. Bukankah raja iblis itu harus kejam?"
Marie: "Baiklah, hentikan ... sekarang, tugas selanjutnya untukmu adalah memberi tahu padaku, bagaimana bisa nomor ponsel mu ini tidak bisa di hubungi? Padahal aku yakin bahwa aku menekan tombol bantuan darurat setelah kamu berpura-pura mengubah suaramu, aku tahu itu."
"Oh ketahuan ya? Baiklah, biarkan aku melihatnya."
Saat aku meminta ponselnya, dia memberikannya padaku dalam keadaan layar yang menampilkan kontak ku, dan benar saja seperti dugaanku. Gadis ini bodoh.
"Sepertinya kamu tidak paham bahasa Inggris yah~ huffht."
Marie: "Bahasa dari dunia mana lagi itu?"
"Aku malas membahasnya, tapi sungguh? Biar ku beri tahu padamu, ini bukanlah tombol untuk panggilan atau pesan darurat, ini bacanya 'Block User' dan ini artinya adalah 'Blokir pengguna, dengan begini, hubungan kita akan terputus dan kita tidak akan bisa saling mengirimi pesan atau panggilan. Mengerti?"
Begitulah jelasku padanya.
Marie: "Begitu ya? Habisnya ... aku sudah terlalu kesal padamu, aku tidak memiliki kekuatan apapun sekarang karena mu. Dan bagaimana jika orang jahat menyerangku?"
"Menyerang mu? Aku hanya tahu gadis berambut merah sombong yang kukenal selalu membanggakan dirinya karena dia adalah ratu iblis. Bahkan dia sangat-sangat kuat, harusnya gadis ini bisa menjaga dirinya kan? Seperti bagaimana dia melakukan segalanya dengan mudah dan membuat siapapun bersujud? Kemudian gadis berambut merah itu akan tertawa seperti orang sakit jiwa."
Marie: "Kamu menyinggung ku ... dan lagipula, aku... aku....."
Dia tiba-tiba menutup matanya seperti pingsan, jadi aku menangkap tubuhnya yang terjatuh dengan kedua tanganku. Kali ini dia pingsan serius.
Ya ampun, sepertinya aku sudah keterlaluan. Aku menyegel kekuatannya sepenuhnya dan membuatnya menjadi seperti gadis biasa yang lemah, dia mungkin tak kuat menahan rasa kedinginan dan lelahnya. Namun dia bersikap sok kuat untuk berdiri terus-menerus. Pada akhirnya, tanpa kekuatan yang mengalir di tubuhnya, dia hanya akan menemui batasannya seperti manusia biasa yang mampu kelelahan.
Dengan kedua tanganku, aku menggendongnya. Tangan kananku menopang pundak di dekat kepalanya, dan tangan kiri ku menopang kakinya.
Siapapun memang bisa menjadi apapun, seperti bagaimana orang yang memiliki segalanya seperti ketidakterbatasan bahkan mampu menjadi sesuatu yang memiliki batas.
Sebaliknya juga sama, bagaimana seorang anak SMA seperti ku yang merupakan manusia biasa tiba-tiba menjadi iblis dengan kekuatan tidak terduga seperti ini.
Aku memiliki ini karena keberuntungan, aku tahu ini adalah kekuatan pemberian, aku bahkan bersikap seakan-akan aku mampu melakukan segalanya karena kemampuanku kemudian rasa sombong dan suka merendahkan orang perlahan menyelimuti jiwaku.
Aku akan membawa kita....
Pulang.
Langit terbelah dua dengan memecah ruang. Retakan kaca memenuhi pemandangan, aku terus berjalan membelah dunia ini untuk menghubungkan langsung jalanku ke dunia iblis. Saat aku melewati semuanya, pemandangan di depan ku adalah rumah dengan ukuran yang sedikit besar.
Rumah yang menjadi rumah ku di dunia iblis sejak awal. Disini lah aku pulang, dunia iblis sudah menjadi rumahku. Dan aku bahkan mampu berpindah antar dimensi dalam sekejap, namun, aku memilih untuk menggendongnya lebih lama lagi.
Sejak awal menggendongnya dengan kedua tanganku, aku sudah menghilangkan rasa lelahnya dan segala rasa saktinya. Lalu, aku mengembalikan semua kekuatannya kembali.
Kedua pelayanku membuka pintu rumah di malam hari dan berkata "Selamat datang kembali, tuan." Tapi aku sudah bersikeras sejak awal untuk tidak memanggil ku dengan sebutan tuan.
Di kamar luas ini, kasur terletak di tengah ruangan yang menempel dengan dinding. Desain rumah ini memang seperti mansion, dan rasanya seperti kamar semi-kerajaan. Tempat tidur ku begitu luas disini, rasanya lima orang bahkan mampu tidur disini. Tapi jangan berpikir bahwa aku mau berbagi kasur dengan orang lain.
Marie, aku mengecualikan mu.
Aku meletakkannya berbaring di kasur, dan duduk perlahan tanpa tujuan di samping nya. Ahhhh ... entah apa lagi yang harus ku lakukan.
Tapi, rasa mengantuk memenuhi diriku, mataku tidak tahan lagi untuk tertutup, ini karena aku memilih untuk tidak menggunakan kekuatan yang menahan semua rasa lelah dan sakit. Inilah ketahanan fisik dan penguatan indera.
Ketika aku memilih untuk memperkuat seluruh tubuhku dengan hal semacam itu, aku bahkan tidak akan pernah mengenal apa itu lelah, mengantuk, rasa sakit, dan banyak lagi. Kemudian seluruh Indera ku juga akan meningkat tanpa batas sampai sejauh mana aku memerlukan ya.
Saat aku tidak membutuhkannya, aku akan beralih pada diriku yang normal, yang bisa merasa lapar, mengantuk, dan sebagainya. Dan setelah begitu lama duduk tanpa tujuan....
...Aku tertidur....