Reborn As A Tyrannical Demon Lord

Reborn As A Tyrannical Demon Lord
Chapter 141 : Asleep



Akan ku bunuh....


Akan ku bunuh!


Aku akan membunuh kalian semua!


TANPA SISA!!!!!!


Aaaaa!!!!!


Swushhh!!!


Tik ... tok ... tik ... tok.....


Seorang lelaki terbangun dari mimpi buruk nya, melihat keadaan sekitar kamarnya yang berantakan bersama jam dinding yang bergerak setiap detiknya.


"Sial!"


Kesadarannya belum sepenuhnya muncul, masih terbebani oleh rasa mengantuk, dan memutuskan untuk kembali menutupi dirinya dengan selimut tebal untuk melanjutkan tidur nya.


Tok! Tok! Tok!


Ketukan tiga kali datang dari luar kamarnya, suara seorang wanita yang terdengar cukup akrab baginya. Itu adalah suara ibunya yang membangunkannya.


"Aiden? Aiden?"


"Aiden!! Bangun! Mau sampai kapan kamu terus berada di dalam kamar? Apa kamu tahu pukul berapa sekarang? Kamu bisa terlambat lagi ke sekolah!"


Dia membalas panggilan ibu nya dengan nada lesu.


"Ahh... iya! Iya! aku akan segera bangun, beri aku waktu tidur lima menit lagi." Ucapnya sambil menutup kembali matanya.


Senyuman keramat ibu nya terlihat tidak baik. Beberapa saat kemudian, ibu nya membuka paksa pintu kamarnya yang terkunci dengan sebuah kunci salinan sambil membawa seember air dingin dari kamar mandi.


Buk!


Pintu terbuka, dan....


WOOOSHHH!!!


Aiden yang tertidur kembali bangun lagi dalam keadaan basah kuyup dan terkejut oleh dinginnya air di pagi hari. Seluruh kasurnya juga basah kuyup sekarang, tentu saja dia akan memiliki banyak pekerjaan untuk menjemur semua bantal dan seprei yang basah.


"Haah?!?! Apa yang–"


"Apa yang apa?? Apa kamu melupakan waktu sekolah mu? Mau sampai kapan kamu terus seperti ini?!"


Ibu nya mengangkat kembali ember yang telah kosong, sambil bergegas keluar. Dia menyuruh Aiden agar segera mandi dan bersiap untuk sarapan pagi di lantai bawah.


Ruang makan di ruang tengah hanya ada Aiden, dan ibunya. Seorang ibu dan anak yang cukup berbeda jauh. Orang-orang mungkin akan memasang wajah aneh dan kebingungan ketika mendengar pernyataan bahwa mereka adalah ibu dan anak.


Jelas mereka sangat berbeda, Aiden adalah seorang anak lelaki delapan belas tahun dengan rambut agak lurus berwarna hitam dan mata merah seperti ikan mati. Sementara ibunya adalah wanita yang begitu cantik dengan rambut serba putih hingga bulu matanya. Mata nya juga berbeda, mata sebelah kirinya berwarna merah seperti milik Aiden, sementara mata kanannya berwarna biru yang tidak terlalu cerah.


Dan hubungan ibu dan anak antara mereka bukanlah sesuatu yang biasa, keadaan yang memungkinkan orang-orang tidak akan mempercayai bahwa Aiden dilahirkan dari rahim ibunya tanpa seorang ayah, dan tanpa hubungan seksual sama sekali. Benar-benar hal yang ajaib.


"Baiklah, aku akan berangkat."


Ucap Aiden setelah menyelesaikan sarapannya.


Seperti biasanya, dia berjalan ke luar dari perumahan menuju jalan utama, tempat di mana bus sekolah khusus akan berhenti pada halte. Dan bus penjemputan dari sekolah berbeda dengan bus lainnya, walau semuanya sama, namun sekolah harus mengeluarkan satu unit bus lagi hanya untuk menjemput dua orang murid yang jarak rumahnya begitu jauh dari sekolah.


Orang tua mereka jelas harus membayar biaya lebih pada pihak sekolah untuk penjemputan khusus, karena bus sekolah harus menjemput ke lokasi yang berada di sekitar perbatasan antara kota dan desa.


Ada dua orang, Aiden, dan satu gadis lagi yang tak di ketahui namanya. Mereka setiap hari berada di bus yang sama, penjemputan yang sama, dan sekolah yang sama. Namun bahkan tidak pernah ada interaksi tegur-menegur antara mereka berdua.


Aiden menganggap bahwa dia tidak butuh teman, yang dia butuhkan adalah sekolah. Jika dia memiliki teman, maka orang-orang tersebut tidaklah lebih dari dua orang. Sisanya adalah manusia yang memenuhi syarat sebagai mahluk sosial. Namun, dia adalah anak yang bahkan tidak memiliki satu pun teman akrab di sekolah.


Anak pendiam yang menjadi bahan penindasan. Pagi ini, tepat pukul delapan. Dia masuk ke kelas dalam keadaan hati yang penuh emosi. Hal ini tidak terjadi setiap hari, namun hanya sering terjadi. Hal-hal jahil yang merupakan pembullyan dari beberapa anak lelaki di kelasnya.


Rencana buruk yang sengaja datang cepat hanya untuk meletakkan perangkap untuknya. Sebuah ember berisikan air dari selokan yang di pasang di atas pintu masuk kelas. Itu tepat ketika semua murid sudah berada di kelas, namun Aiden adalah anak yang sering terlambat. Hanya dua hal, antara datang di pertengahan waktu, atau terlambat.


Hal ajaib yang tiba-tiba di rasakan nya adalah perangkat yang mungkin ada untuknya. Setelah membuka pintu kelas dan melangkah masuk, ember itu jatuh tepat di kepalanya, namun tidak menumpahkan seluruh isinya.


Reaksi yang sangat cepat tiba-tiba saja datang pada dirinya, melompat sambil mengangkat kedua tangannya untuk meraih bagian bawah ember sebelum ember itu memasuki posisi miring yang akhirnya terbalik dan menumpahkan hal jorok padanya.


Apa ini?


Dia bertanya dalam hati tentang reaksi nya yang terjadi begitu saja. Namun itu menyelamatkannya. Kemudian dia keluar kembali dari kelas untuk memberi ember kotor itu pada pria pembersih area sekolah. Dia mengatakan bahwa ember itu tiba-tiba saja ada di pojok lorong depan kelasnya. Namun itu bukanlah yang sebenarnya terjadi.


Mereka yang telah yakin bahwa rencana busuk mereka akan berhasil memasang wajah kesal dan penuh dendam pada Aiden. Ini adalah pertama kalinya dia berhasil menghindari hal semacam itu.


Lelaki dengan rambut rapi dan sebuah kacamata bening yang terlihat sangat culun dan selalu menjadi korban bully.


Bahkan Aiden pernah pulang ke rumah dengan keadaan baju sobek, membuat ibu nya khawatir akan keadaannya yang babak belur dan berantakan.


Walau kenyataannya adalah hasil dari pengeroyokan siswa-siswa di kelasnya, namun dia tetap berbohong pada ibunya bawah itu adalah kecelakaan ketika dia hendak turun dari tangga halaman sekolah, membuat-buat kebohongan yang begitu banyak agar ibunya tidak merasa sedih.


Jelas ini adalah hal yang sangat merugikan, karena hal-hal seperti itu harus membuat ibunya mengeluarkan biaya untuk seragam sekolah Aiden yang baru. Di tambah lagi kaca mata nya yang di sengaja di buang.


Sosok ibunya cukup hebat, sosok wanita cantik jelita dengan suara lembut yang cukup penyabar menghadapi anaknya, soal biaya, entah biaya kebutuhan makanan, dan lain-lain, ibunya masih sanggup untuk membiayai kehidupan mereka berdua sehari-hari. Memiliki profesi sebagai model untuk produk-produk fashion terkenal adalah hal yang tidak di ketahui oleh orang lain tentang ibu nya.


Hal yang selalu di rahasiakan oleh Aiden bahwa sosok model wanita itu adalah ibunya. Ibu nya lebih sering terlihat di rumah, dengan gaun seksi dan beberapa makanan masakan yang di sukai Aiden. Dan ketika mereka berdua akan bepergian, mereka pasti akan menggunakan pakaian serba tertutup yang mungkin tidak di kenali orang lain.


Gaji yang lumayan setidaknya lebih dari cukup untuk biaya kehidupan mereka berdua, namun hal lain yang lebih menguji kesabaran ibunya adalah perilakunya sendiri, perilaku buruk Aiden yang benar-benar sering membuang uang hanya untuk kesenangannya.


Uang yang di keluarkan hanya untuk permainan video game cukup terbilang dengan jumlah yang sangat banyak, tidak hanya itu. Ibu nya juga sudah mengetahui hal-hal yang lebih buruk dari nya. Contohnya adalah semua file rahasia yang tidak terkunci dari komputernya.


Aiden pernah meninggalkan kamarnya dengan kondisi PC yang lupa di matikan. Ibu nya yang lewat dan mencoba merapikan kamarnya tiba-tiba saja melihat hal janggal dari PC nya. Sebuah file yang kemudian di buka oleh ibunya dan menciptakan ekspresi yang sangat terkejut.


File-file berisi jutaan art anime 18+ dan ribuan video animasinya. Tidak hanya itu saja, ibu nya cukup terkejut ketika tahu darimana Aiden mendapatkan semua hal ini. Jutaan art dan animasi 18+ dengan kualitas terbaik dari situs premium privasi yang berbayar.


Menjadi member biasa dan masuk ke dalam situs itu saja sudah cukup mengeluarkan banyak biaya, di tambah lagi lencana premium dari akun Aiden yang di bayar mahal hanya untuk mendapatkan akses-akses terbaik. Setiap gambar, setiap animasi juga di bayar mahal. Ibu nya pernah mengomeli nya tentang hal ini.


Benar-benar hal yang buruk bagi Aiden. Namun dia tidak pernah berhenti dari kecanduan untuk melihat hal-hal semacam itu. Seperti itulah hidup, mungkin dia cukup beruntung memiliki ibu penyabar seperti itu. Semakin banyak keberuntungan yang sering datang pada hidupnya, maka akan sama juga nasib sial yang sering datang pada hidupnya, seperti penindasan sehari-hari di sekolah. Namun, ada saatnya Aiden akan membalas semuanya.


Di saat jam pulang sekolah, hari sudah hampir gelap, matahari benar-benar hampir tenggelam sepenuhnya. Aiden yang berjalan sendirian mendengar beberapa bunyi seperti bunyi besi yang saling bertabrakan. Bunyinya terdengar seperti bunyi seseorang yang sedang beradu pedang.


Dia bergegas perlahan untuk masuk kembali ke dalam sekolah. Saat itu tidak ada lagi murid-murid ataupun guru yang tersisa, semuanya telah menuju ke rumah mereka masing-masing. Pemandangan sekolah menjadi terlihat menyeramkan dengan suasana gelap dan setiap lampu yang redup.


Suara-suara itu berasal dari lapangan di tengah sekolah, sekolah ini cukup besar, maka Aiden mengambil jalan yang memutar cukup jauh hanya untuk menjawab rasa penasarannya akan suara-suara yang terdengar. Orang seperti apa yang masih tetap berada di wilayah sekolah ketika hari sudah malam dan untuk Aiden sendiri, dia keluar dari kelas dalam keadaan wajah penuh coretan akibat tertidur pulas hingga jam pelajaran selesai.


Tidak ada satupun siswa atau siswi di kelasnya yang membangunkannya, maka pada akhirnya dia tersadar ketika suasana tidurnya terasa tidak nyaman. Terbangun dari tidurnya di atas mejanya sendiri bersama ruangan kelas yang sepi dan gelap. Bahkan pintu kelas sengaja di kunci agar dia tetap terjebak di sana. Namun masih ada hal lain untuk keluar dengan membuka jendela dan memanjat nya keluar.