
Sepulang dari menerobos hujan, rumah kami cukup jauh dari kota. berpindah langsung ke rumah adalah hal terbaik dan paling cepat.
Semua baju kami sekarang basah kuyup, aku mengganti pakaianku dengan pakaian yang baru di dalam lemari, rasanya hangat dan lembut setelah dinginnya hujan malam beserta angin kencangnya.
Aku melihat wajah Marie yang sepertinya sedang tidak baik-baik saja, entah dia sakit atau memang benar-benar sakit.
"Marie? Wajahmu terlihat aneh begitu? Apakah kamu sakit?"
Tanganku, ku arahkan pada dahi dan keningnya, walau tidak terasa tubuh yang panas atau semacamnya.
Dia tidak demam.
"Aku baik-baik saja, hanya saja perasaan ini mulai tidak enak, aku merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi."
"Sesuatu yang buruk?"
"Benar, kamu belum tahu? Setiap raja iblis pasti akan memiliki sesuatu pada dirinya dimana dia bisa merasakan seluruh hal yang terjadi di alam iblis secara bersamaan. Melihat mereka, atau mendengarkan mereka. Tapi, perasaan yang satu ini benar-benar berbeda dari yang belum pernah kurasakan."
"Apa yang kamu rasakan?"
Wajah nya terlihat lemas seperti itu, dia mungkin sakit, namun sakit yang berbeda daripada demam, merasakan semua hal yang terjadi di dunia iblis? Itu pasti membebaninya.
"Aku, aku merasa seperti sesuatu yang kuat masuk menembus dunia iblis, tapi beberapa waktu yang lalu, dia menyembunyikan dirinya dari penglihatanku, orang ini, sesuatu yang sepertinya berasal dari luar alam iblis."
Aku membawa nya ke tempat tidur untuk beristirahat, menenangkan pikirannya, merasakan hal kosmis secara terus-menerus seperti itu mungkin bisa membuat dirinya lelah dan terus menjadi kelelahan.
Hujan terus berlanjut, bahkan sampai tengah malam. Aku menyadarinya ketika aku terbangun kembali sekitar pukul tiga, hujannya semakin lebat, bahkan deru angin benar-benar tak karuan, tidak mungkin ada lagi orang yang berkeliaran di kota atau dimana pun saat seperti ini.
Aku mengangkat tubuhku dari tidurku, lalu kulihat Marie yang sebelumnya tidur di sampingku tiba-tiba berada di depan jendela bersama tirai yang terbuka.
"Marie?"
Aku bahkan memanggilnya dengan rasa ingin tahu, namun dia tidak menoleh sedikitpun. Jadi, kuputuskan untuk mendekatinya, menutup kembali tirai jendela dan berhenti menatap langit malam bersama badai seperti itu.
Sesuatu akhirnya membuatku terkejut, ketika kulihat wajahnya yang daritadi tidak menoleh padaku, dia terus membisu dari berdiri bagaikan patung seorang gadis disini.
Mata nya, di matanya terlihat sesuatu yang aneh, bagaikan angkasa yang begitu penuh warna. Di penuhi kegelapan.
"Marie?"
"Marie!! Sadarlah!"
Aku tidak tahu apa yang terjadi padanya. Apakah dia kerasukan sesuatu? Tidak mungkin! Aku tidak percaya bahwa raja iblis bisa di ambil alih oleh mahluk lain. Matanya daritadi bagaikan gambar yang tidak berhenti-henti, terus menampilkan begitu banyak angkasa dalam kecepatan tinggi di lapisi kekacauan.
Dan begitu ku perhatikan, gambar-gambar ini beberapa menampilkan semacam cahaya-cahaya ungu.
Rasanya aku takut, bagaimana jika dia tidak baik-baik saja. Jadi kuputuskan untuk memanggil Wanda dan Eugene kesini, mungkin saja mereka tahu apa yang terjadi pada tuan mereka ini.
"Aiden? Apa yang terjadi?" Tanya Eugene.
"Aku tidak tahu, namun dia sudah menjadi seperti ini ketika aku bangun."
"Maaf, kami bahkan tidak mengerti apa yang terjadi." Ucap Wanda dengan cemas.
Sepertinya jalan terakhir yang bisa ku panggil adalah Valerie atau mungkin gadis-gadis yang lain itu. Ah, aku masih mengingat nama mereka. Isabel? Verda? Dan Elyse!
SHUSH! WOSH! WOSH!!
Dalam kecepatan cahaya, sesosok tiga orang gadis datang ke depanku secara satu per satu, namun sangat cepat. Ternyata gadis-gadis itu, mereka bertiga datang tepat waktu.
Elyse dengan terbata-bata : "A-A-A..."
"Mohon maaf atas keterlambatannya, tuan raja iblis, tapi tolong beri perintah." Ucap Isabel.
"Tapi Anda memanggil nama kami sebelumnya. Nama itu membuat kami semua datang kesini sebagai panggilan pertama kalinya."
Wah!! Keren! Ini adalah pertama kalinya mereka semua memanggilku raja iblis. Aku bangga sekarang, tapi ... bagaimana dengannya? Jadi ku perintahkan mereka untuk melihat kondisi Marie yang berdiri bagaikan patung di jendela.
Ketiga nya terkejut melihat kondisi matanya yang bergambar seperti itu. Ketika aku bertanya pada mereka semua tentang matanya, mereka semua hanya menjawab bahwa itu gambaran alam semesta dan alam iblis yang tak terhitung jumlahnya.
Aku baru tahu seperti itulah pemandangannya, sebelum aku datang sebagai iblis, dunia manusia menyebut hal seperti ini adalah alam semesta ganda atau multi semesta. Ada banyak alam semesta bagaikan di dalam gelembung, berwarna-warni di atas latar hitam penuh hiasan.
Entah waktu itu aku tidak terlalu percaya keberadaan multi semesta seperti ini, namun kepercayaan ku bahwa alam semesta adalah satu, dan alam semesta ada lebih dari satu berada pada 50% dan 50%, artinya, aku masih mempercayai keduanya, dan meragukan semuanya.
Tapi, disini terlihat di matanya, terkadang pemandangan yang mereka sebut multi semesta itu hadir dalam bentuk cahaya ungu yang tak terhitung. Seperti berbeda dari gambaran-gambaran yang pernah kulihat di internet, biasanya aku mencari nya dengan keyword "Multiverse" dan mereka muncul bagaikan banyak gelembung yang bersama begitu banyak. Ada yang menggambarkan lebih dari satu bahkan sepuluh, ada yang membuatnya bagaikan tak terhitung ke segala arah, dan bahkan ada yang di gambarkan dengan simpel namun memiliki arti dari jumlah yang tak terhingga.
Sebuah kilatan cahaya ungu kemudian masuk langsung ke dalam kamarku dengan sangat cepat. Sosok rambut putih yang beterbangan keluar dalam kilatan cahaya. Aku tahu itu adalah Valerie.
"Maaf Aiden, aku sedikit terlambat, dan maaf karena aku masuk tanpa mengetuk."
"Ahh, kali ini tidak apa-apa."
"Valerie! Coba lihatlah kondisi ratu, apa yang terjadinya padanya?" Ucap Verda dengan wajah tidak tahu apa-apa.
"Valerie kemudian berjalan dengan cepat melihat kondisinya, membeku bagaikan patung, dan hanya matanya yang terus berganti-ganti pemandangan. Detak jantungnya tidak ada lagi, nafasnya juga berhenti, bagaikan orang mati.
"Apa! Kenapa jadi seperti ini?"
Ucap Valerie dengan wajah yang tak karuan juga.
"Kamu tahu alasannya?"
"K-kurasa ini sedang menunjukkan bahwa dia kembali ke dirinya yang asli. Dia sedang melihat segalanya sekarang."
Jadi aku bertanya : "Apa maksudnya?"
"Astaga? Mereka bertiga bahkan tidak tahu? Kalian tidak tahu hal seperi ini sebelumnya? Ini hanyalah tubuh virtual kecil untuk datang kesini. Ratu iblis tidak mungkin bisa turun langsung ke dunia bawah ini dengan wujud asli seperti itu."
"Apa wujud aslinya bertanduk? Bergaun merah? Dan juga sepatu merah?"
"Tepat sekali! Tapi kamu hanya melihat sosok pakaiannya saja. Aku percaya bahwa itu adalah sosok asli nya."
"Aiden, bahkan kamu perlu tahu, kami semua bukanlah tubuh yang nyata, ini semua juga hanyalah tubuh ciptaan agar kami bisa memanifestasikan diri kami ke seluruh dunia iblis bawah dan menjalankan tugas yang seharusnya."
"Manifestasi katamu?"
Dan setelah pertanyaan ku itu, Valerie mulai menjelaskan semuanya. Bahwa ada semua dunia iblis yang tak terhingga ini hanyalah bagian dari lapisan terbawah alam iblis, singkatnya berada di atas alam roh iblis mati dan dunia pertama sebagai tempat semua iblis berawal dan dilahirkan.
Setelah itu, dia menyebutkan Second Floor, sebuah wilayah yang bagaikan dunia, artinya tempat kedua yang lebih tinggi melampaui dunia pertama. Sampai beberapa tempat di atasnya yang lebih tinggi dan benar-benar sulit di jangkau. Tribus, Quattuor, Quinque, sampai Dekatris dan banyak di atasnya mulai dari empat belas sebagai Kontleszh.
Jika setiap tempat seperti ini adalah melampaui satu sama lain, keunggulan satu antara yang lain lebih besar, itu berarti tempat yang lebih tinggi ini adalah tempat yang memiliki dimensi yang lebih besar.
Bahkan aku baru di yakinkan soal keberadaan alam semesta multi dimensi. Itu berati jika aku tidak salah, aku hanya berada pada dunia biasa, tentu saja dunia tiga dimensi. Second Floor adalah tempat kedua sebagai dimensi keempat, Tribus sebagai dimensi kelima yang lebih tinggi lagi, lalu Quattuor sebagai dimensi keenam dan seterusnya, ini benar-benar sangat besar. Sekarang aku di yakinkan dengan hal seperti itu.
Jika ada iblis yang lebih tinggi hidup di wilayah-wilayah seperti itu, lalu kami semua yang hanya berada paling bawah seperti ini di anggap seperti apa?
Pertanyaan ku seperti ini juga di jawab oleh mereka, menganggap iblis biasa tidak lain hanyalah titik di dunia rendah yang benar-benar tak berarti bagi mereka yang lebih tinggi. Mereka tidak menjadi entitas lebih tinggi hanya dengan latihan ribuan tahun, tapi mereka sebenarnya mati.
Kehendak raja iblis itu bebas dan tidak ada yang mengetahui nya, jika dia mau, itu semua adalah kehendaknya untuk membuat iblis-iblis kuat yang mati ini terlahir kembali ke dunia yang lebih tinggi. Entah terlahir kembali dari sesuatu tanpa bentuk, atau kembali pada wujud lama mereka di dimensi yang lebih tinggi.
Atau, iblis-iblis dengan keberadaan yang lebih tinggi lagi akan menuntun mereka bersama nya ke tempat yang lebih tinggi. Itulah aturannya, Anda bisa mencapai, menempuh, atau bahkan melampaui tempat anda sebelumnya walau itu adalah dimensi yang lebih tinggi, namun akan selalu ada dimensi yang lebih tinggi lagi di atasnya yang jauh lebih unggul. Dengan begitu, iblis yang di tuntun atau dibawa bisa menjadi keberadaan di tempat yang jauh lebih tinggi lagi.
Namun, sejauh ini keberadaan iblis-iblis lama dan leluhur iblis hanya mampu mencapai tingkat ketiga belas yang di sebut Dekatris.
Mereka harus mati lagi dalam ilmu dan kekuatan yang jauh lebih tinggi. Berlatih seperti itu selalu membutuhkan waktu puluhan ribu tahun. Bahkan mereka tidak akan abadi selamanya, itu sebabnya semua iblis dengan kekuatan tinggi akan terus mencari kehidupan sempurna beserta keabadian sambil mengabdikan hidup mereka pada penguasa alam iblis.