
Petugas kepolisian yang memeriksa lokasi kejadian bahkan tidak dapat menyelidiki atau menemukan identitas pembunuh dari sidik jari yang tersisa melalui jejak sentuhannya, mulai dari menyentuh gagang pintu, hingga pakaiannya yang di buang di dalam dengan lumuran darah.
Di hari sebelum penyelidikan, pemeriksaan lokasi terakhir adalah kamar nomor 418, dan para polisi petugas terkejut dengan kondisi kamar tersebut, bahkan ada salah satu petugas yang muntah hingga tidak mampu lagi masuk untuk melihat semua isi kamar.
Di dalam kamar, semuanya berceceran begitu kacau dengan darah yang sedikit menghitam. Lima tubuh mayat di gantung tanpa tangan dan kaki. Tangan dan kaki yang di mutilasi juga di gantung, namun semua jari tangan dan kaki dengan total seratus jari di kumpulkan di atas meja hotel yang berlumuran darah bersamaan dengan ponsel yang terus di isi daya sambil mengulangi musik yang sama dengan judul Devil's Work.
Semua tubuh mayat juga di gantung dengan perut mereka yang terbuka. Organ-organ tubuh mereka semuanya di temukan di atas kasur, mulai dari ginjal, paru-paru, bahkan otak. Dan semua organ itu benar-benar menghitam dengan bau busuk serta ribuan belatung yang menggeliat. Wastafel kemungkinan sengaja di sumbat agar tetap menampung banyak darah di atasnya, begitu juga dengan toilet.
Semua dinding juga di penuhi dengan darah, mulai dari lantai, tirai, hingga langit-langit kamar, beberapa bola mata yang masih utuh langsung terlihat jika siapapun membuka pintu kamar tersebut, karena semua bola mata di gantung di depan pintu yang di kaitkan menggunakan kail pancing.
Semua kepala mayat yang di hilang di temukan setelah satu bulan kejadian tersebut. Pihak hotel bahkan tidak berupaya memeriksa seluruh lingkungan hotel, hingga akhirnya salah satu penyewa baru datang dan menemukan semua kepala mayat di kamar nomor 522 yang baru saja dia sewa hari itu.
Melihat kondisi mengerikan seperti itu, seorang pria dan istrinya dari luar negeri yang datang berlibur meminta uang sewanya kembali dan segera mencari hotel lain. Semenjak kejadian-kejadian ini, hotel tersebut mulai sepi, rating nya menurun drastis, dari yang awalnya bintang lima, menjadi hotel yang begitu buruk.
Bahkan di malam saat mayat pertama di temukan, sekitar seratus dua puluh penghuni hotel segera check out dan berpindah ke hotel lain saat fajar tiba. Dan di sore hari, dua ratus tiga belas penghuni kamar juga melakukan check out. Dan lima bulan kemudian, total penghuni hotel hanya tersisa seratus orang dari yang awalnya memiliki seribu penghuni perhari.
Semua pembunuhan gila seperti itu bahkan di lakukan oleh Aiden Leonore dengan tangannya sendiri, entah bagaimana dia mendapatkan kunci-kunci kamar, namun dia terlihat seolah-olah memiliki kunci cadangan apa saja untuk masuk ke ruang manapun.
Ini adalah kasus kedua dimana Erine mencari tahu ciri dan bentuk pembunuh, hingga dia menelusuri lebih jauh setiap berita pembunuhan yang terjadi dalam kurun waktu singkat. Erine menelusuri banyak dari beberapa media entah media sosial yang terbuka untuk publik, maupun media privasi yang terlarang.
Dan dari semuanya, gambar, rekaman singkat, bahkan gayanya benar-benar di lakukan oleh satu orang yang sama. Orang ini benar-benar gila, di cap sebagai seorang psikopat yang tidak memiliki tujuan. Namun, Erine tidak tahu bahwa semua mayat yang terbunuh di lakukan untuk merampas jiwa mereka.
Kasus-kasus awal yang di lakukannya hanya menyisakan mayat tanpa pembunuhan tragis, kebanyakan korban hanya di temukan dengan luka pukulan oleh benda tajam, tembakan senjata api di kepala, dan penusukan di jantung sebanyak sepuluh hingga enam belas kali. Tapi hanya Aiden yang tahu mengapa dia membunuh lebih kejam lagi.
Semua itu karena bisikan dari Razel yang mengatakan bahwa semakin sadis pembunuhannya, semakin perih rasa sakit, dan semakin tersiksanya korban, maka jiwa mereka yang di rampas akan menjadi jiwa jahat yang lebih kuat. Semakin tersiksa kematian korban, maka semakin kuat hasil dari rampasan jiwa mereka.
Efek perampasan jiwa dari mayat-mayat tersebut mampu membuat semua bagian tubuh mayat membusuk dan menghitam hingga ke organ-organ bagian dalamnya hanya dalam jangka waktu dua jam.
Pembunuhan yang di inginkan Razel begitu tragis, namun dirinya sendiri tidak mampu melakukannya, selain tidak mampu, dirinya juga tidak tahan melihat hal-hal seperti sadistic abuse maupun gore.
Bicara soal kekuatan fisik, ada kekuatan lain yang seharusnya belum mampu untuk ia tandingi. Kekuatan tersebut adalah kekuatan sihir suci dari para penyihir surgawi. Mereka yang merupakan penyihir suci pemula masih bisa di tangani oleh Aiden walau jumlahnya sekitar tiga orang. Tapi untuk menghadapi satu penyihir tingkat tinggi saja, Aiden tetap akan kalah walau harus mengorbankan semua jiwa yang dia segel.
Sementara untuk saat ini, Penyihir surgawi tingkat tinggi telah bertambah menjadi tujuh orang sejak di temukan penyihir berbakat dari Inggris. Hierarki penyihir surgawi terdiri dari tiga bagian; Cortch, Widh dan Sowr. Penyihir-penyihir dari semua sekolah sihir tersembunyi biasanya memiliki murid yang akan lulus dengan prestasi terbaik.
Di mata semua orang, rumor sekolah sihir hanyalah berita palsu, orang-orang di zaman sekarang tidak percaya sihir dan cukup percaya bahwa semua itu hanya terwujud di dalam fiksi-fiksi fantasi.
Namun, semua hal yang berhubungan dengan sihir besar di sembunyikan di zaman sekarang, kenyataannya mereka semua ada. Sekolah sihir, penyihir, atau bahkan sekter-sekte penyembah setan maupun asosiasi ateisme.
Termasuk sekolah sihir, beberapa negara memilikinya. Mereka terletak jauh di bagian kaki pegunungan, atau di bagian-bagian terpencil yang tidak pernah menjadi tempat wisata atau tempat publik. Karena aturan yang terus berlaku adalah memutuskan hubungan antara sekolah sihir dengan dunia luar. Teknologi tidak di perbolehkan di tempat seperti ini terkecuali di dunia luar.
Aturannya mungkin terdengar sepele, jika saja ada seseorang yang mendengar berita seperti ini, dia mungkin akan mengatakan bahwa aturannya pasti tidak ketat karena kalimat "memutuskan antara hubungan sekolah sihir dengan dunia luar" hanyalah kalimat hyperbole yang sengaja di buat berkesan agar orang-orang percaya bahwa aturan dan pengawasannya sangat ketat.
Namun, ini bukan soal kalimat hyperbole atau sesuatu yang di lebih-lebihkan. Karena kalimat aturan itu membuktikan kenyataannya, dimana waktu belajar para penyihir di mulai, wilayah akademi sihir benar-benar akan di pisah ke dimensi lain, ini seperti sebuah spasial, namun dari banyak yang di ketahui, mereka hanya memisahkan wilayah dari kenyataan.
Orang-orang biasa tidak akan mampu melihat bentuk gedung-gedung akademi sihir, terkecuali mereka yang merupakan murid dan penyihir-penyihir pembimbing. Contoh kecil adalah praktik sihir yang harus merusakkan lingkungan sekitar, di wilayah akademi sihir, para penyihir pemula mungkin benar-benar merusak alam; menghancurkan pepohonan, danau, dan sebagainya.
Namun di saat yang bersamaan, orang-orang di kenyataan tidak dapat merasakan apapun, entah melihat akademi, mendengar suara serangan sihir, dan sebagainya. Karena di kenyataan, apa yang mereka lakukan benar-benar tidak terjadi.
Jika di ukur dengan tingkat sihir Razel, sihir gelap wanita itu telah berada satu tingkat di atas semua penyihir surgawi kelas cortch. Tidak ... bukan satu tingkat. Kemampuan sihir terlarang wanita itu harusnya berada tujuh dimensi lebih jauh di atas semua penyihir-penyihir surgawi, tapi begitu lemahnya, dia sendiri tidak begitu sadar bahwa kemampuan sihirnya sudah terlalu jauh untuk manusia biasa.
Wanita itu hanya manusia biasa yang bisa memiliki angan-angan, rencana, atau omongan lainnya yang kemungkinan tidak bisa dia tepati atau lebih tepatnya kebanyakan omong kosong. Wanita seperti Razel bisa langsung pingsan jika terkena pukulan pria berotot secara tidak sengaja.
Walau hanya manusia biasa, wanita itu mampu memegang kendali sihir tingkat tinggi yang mampu memanipulasi dimensi ruang maupun waktu. Bahkan jika harus menggabungkan jutaan alam semesta menjadi satu, sihir-sihir gelap dari kitab Satare seharusnya mampu membuatnya melakukan semua itu semudah membalikkan telapak tangan.
Tapi tidak hanya tentang kesadarannya atau mengapa Razel belum tahu cara memahami sihirnya, melainkan Razel juga tidak tahu bahwa sihir itu mampu melakukan hal gila-gilaan yang telah di sebutkan, termasuk tubuhnya yang sudah pasti akan hancur total jika memegang kendali dengan sihir tingkat tinggi seperti itu.
Dan kitab Satare yang dimilikinya saat ini hanyalah salinan gelombang pertama dari kitab Satare yang asli. Kitab yang asli benar-benar di tulis oleh tinta murni yang terbuat dari darah kotor seorang iblis. Yang asli juga memiliki perasaan yang terasa benar-benar murni serta semua isinya yang tidak pernah ada di dalam kitab salinan lainnya.