
"Ohaha, Anda tidak perlu terlalu tersinggung seperti itu nona, karena kemungkinan aku bisa mengatakan kebenarannya, kemana saja suami Anda pergi, atau apa saya yang dia lakukan. Bisakah kamu membayangkan bahwa dia sebenarnya memiliki istri simpanan selain Anda?" Ucap Aiden dengan senyumannya yang melebar perlahan.
"Bicaramu sudah melantur, mungkin sebaiknya aku membawa putri ku pergi, aku bisa pahami bahwa kamu mungkin sedang sedikit depresi dengan pekerjaan mu dan butuh ruang untuk menenangkan diri." ucap Rosa.
"Kenapa kamu tidak mencoba menelpon suami mu untuk memastikan keadaanya?"
"Lalu? Kenapa kamu bersikeras untuk membuatku melakukan itu? Menelpon suamiku di masa bekerja nya akan membuatku mengganggu pekerjaannya." balas Rosa.
"Justru karena itulah kamu tidak akan tahu kebenarannya."
Dengan ekspresi wajah yang cemberut, Rosa membuka resleting tas nya unuk mengambil ponsel dan menelpon suaminya. Panggilan awalnya berdering beberapa saat tanpa jawaban, sampai akhirnya panggilan Rosa diangkat dan dijawab oleh suaminya sendiri. Rosa bertanya-tanya untuk memastikan saja, namun suaminya benar-benar berakting seolah-olah semuanya baik-baik saja.
Aiden benar-benar tidak bisa dibodohi soal hal seperti ini, nafas pria itu bahkan terdengar dengan sedikit tergesa-gesa dari kejauhan. Dia dapat me dengarnya sekilas. Dan saat Rosa menutup teleponnya, dia bereaksi dengan wajah marah dan berkata, "Jangan sembarangan mengatakan h—"
Kalimatnya terputus ketika Aiden memperlihatkan rekaman langsung yang terhubung ke dalam ponselnya.
Disisi lain, ada peralihan kamera untuk view yang berbeda dan memastikan segalanya dengan kenyataannya. Tidak hanya itu, setelah mematikan sambungan langsung kamera di ponselnya, Aiden memutar rekaman yang tersimpan dari panggilan telepon tadi, bahkan memutar keseluruhan rekaman yang tidak ada dalam dialog ketika Rosa menelpon.
Menyaksikan segalanya dari ponsel Aiden, Rosa memiliki ekspresi kacau sambil menutup mulut dengan tangannya. Aiden penasaran apa yang akan dikatakan Rosa selanjutnya, dia hanya terus menunggu sambil tersenyum. Semenit kemudian, emosi Rosa mulai melonjak, dia segera menarik putrinya keluar dari cafe minuman itu.
Diluar cafe itu, Rosa menelpon suaminya lagi, namun panggilannya ditolak, emosinya mulai kacau dan melirik kesana-kemari sampai akhirnya dia melihat kembali ke arah cafe, dimana Aiden masih berdiri didalam cafe tepat dibalik kaca depan sambil menatapnya dengan senyuman penuh kepuasan. Di panggilan yang tertolak, seluruh videotron kota berganti menjadi video yang sama.
Dari videotron yang terpasang di jalanan-jalanan raya hingga videotron yang terpasang di gedung-gedung tinggi terganti secara bersamaan. Videotron dengan iklan-iklan yang berbeda terganti keseluruhan pada waktu yang sama sekaligus memancing semua pandangan orang-orang ke dalam siaran langsung dari semua videotron itu.
Semua videotron dengan siaran langsung yang sama tentu membuat masyarakat yang melihatnya merasa aneh dan tercengang, entah kenapa semua layar berganti menjadi video pornografi yang benar-benar tidak senonoh. Terlebih lagi Dareen telah meretas seluruh videotron kota untuk menayangkan videonya.
Diantara semua orang, jelas yang paling tercengang adalah Rosa, di dalam video siaran langsung itu berisi suaminya yang tengah berhubungan intim dengan seorang wanita hamil berambut pirang di atas ranjang hotel yang mewah. Semakin kacau emosinya, dia kemudian menelpon kembali suaminya setelah panggilan barusan ditolak.
Panggilan Rosa juga bertepatan dengan semua video siaran langsung yang sama, dimana ponsel pria pada video itu berdering di waktu yang sama ketika Rosa memulai panggilan. Nada dering itu juga sama dengan nada dering ponsel suaminya.
Mendengar nada dering dari semua videotron itu, putri nya kemudian bertanya, "Ibu, bukankah itu suara telepon ayah? Orang itu mirip seperti ayah." ucap gadis kecil tersebut dengan polosnya.
Dan ditampilkan aksi dimana pria itu mematikan panggilan ponselnya bersamaan dengan panggilan Rosa yang ditolak untuk kedua kalinya. Emosinya sudah mendekati puncak batasannya. Rosa mengabaikan videonya dan berbalik lagi melihat ke arah cafe minuman tadi untuk mencari Aiden. Dia berpikir bahwa orang ini jelas meretas semua kamera dan jaringan media, video itu bahkan bukan dari kamera siaran langsung yang disetting untuk syuting film dewasa, melainkan video dari kamera tersembunyi yang diambil alih.
Sayang sekali Aiden sudah tidak berada diposisi awal, Rosa melihat sekeliling diantara kumpulan pejalan kaki, Aiden bahkan sama sekali tak terlihat. Rekaman videotron kemudian beralih menjadi video aneh yang tidak terlihat jelas dan tidak bermakna. Disana mulainya sebuah suara yang mengucap.
....
Ya! Kematian!
Tanganku sudah begitu gatal ketika aku tidak merobek-robek daging seorang pendosa. Selain melakukannya untuk bersenang-senang, aku juga melakukan tugasku.
Tuhan hanya terus melihat sambil berdiam diri, sementara aku tidak suka ketika dia hanya diam dan tidak bertindak secara langsung. Aku akan menyatakan kepada kalian, Bahwa semua kepercayaan kalian adalah bohong! Dewa-dewa kalian! Tuhan kalian tidaklah ada.
Mulai sekarang, akulah yang akan menjadi Tuhannya!!
Mengemban tugas untuk mengadili nyawa seseorang akan menjadi tugas ku sekarang, tugas itu milikku!
Aku tidak peduli siapapun kalian, tidak akan ada satupun dari kalian yang bisa menghentikan kematian mereka malam ini, dan tidak ada yang akan pernah bisa menghalangi jalan naskah ku.
VIUWSSS!!!
Semua videotron di seluruh kota kemudian kembali menjadi normal. Namun seluruh masyarakat terkena terror orang gila ini lagi, kini dia hadir dan menunjukkan suaranya langsung ke semua orang dengan mengatakan bahwa dirinya adalah Tuhan. Seluruh kantor polisi keamanan kota kini telah bergerak ke setiap titik, menghentikan setiap kegiatan dan keramaian yang ada. Polisi akan menggeledah setiap rumah dan seriap gedung. Mereka semua mencoba menghentikannya. Bahkan para penyihir surgawi itu sekarang telah bergerak untuk berpisah ke setiap bangunan Rebbeca.
Suara Aiden di dalam semua videotron itu diubah menjadi suara aneh yang mengerikan untuk menyamarkan suara aslinya. Disaat berikutnya, dia tiba-tiba berada di samping Rosa dan putrinya, dia tidak menghipnotis, namun dia telah mahir menggunakan cincin ini untuk mengontrol jiwa seseorang yang telah disentuhnya. Rosa dan putrinya yang telah dikendalikan Aiden bersikap seolah-olah mereka adalah kenalan yang akhirnya masuk ke dalam mobil Aiden. Keduanya duduk di kursi belakang.
Sesuai perjanjian, Aiden akan menjemput Dareen di halte bus yang menuju ke arah jembatan Marinhe. Mereka beraksi secepat mungkin. Dan tidak hanya mereka berdua, namun Dareen bekerja dengan orang-orang yang lebih banyak untuk mendapatkan jaringan sekuat itu dan menembus semua akses media yang ada.
"Orang ini ... memang gila, sejak awal aku sudah merasa bahwa ada yang salah dari dirinya." ucap batin Dareen setelah mendengar pidato Aiden.
Saat Aiden tiba, Dareen dengan cepat bergegas naik ke mobil bersama dengan laptopnya sambil memutuskan dan menghapus jejak digitalnya dari setiap media yang diretas. Teman-temannya ditempat lain juga melakukan hal yang sama untuk menghilangkan jejak, Dareen telah bersepakat dengan semua rekan tim bayangannya untuk menutup mulut dan tetap bekerja untuk bayaran besar yang akan datang dari Aiden.
Setelah melintasi jembatan Rebecca, Aiden belok ke kiri menuju jalan yang terhubung ke bawah jembatan Rebbeca dengan kecepatan tinggi, gelandang tua itu pasti ada disana, karena orang ini adalah kunci yang memulai tragedi baru. Saat berhenti dibawah jembatan, Aiden meminta agar Dareen tetap berada di dalam mobil sambil mengawasi Rosa dan putrinya yang tidak sadarkan dir, jangan keluar sampai dia memerintah.
Gelandangan itu tepat berada di rumahnya, rumahnya yang merupakan tiang kokoh besar untuk menopang jembatan ini. Tanpa banyak omong, jiwanya langsung dikendalikan untuk bergegas masuk ke dalam bagasi belakang mobil, bagaimanapun caranya, gelandangan ini harus muat di dalam sana.
Bertepatan setelah menutup bagasi untuk memaksa gelandangan ini masuk ke dalam, Razel menelponnya untuk mengatakan bahwa dia harus menitip Mira pada ibunya untuk malam ini saja. Razel akan menyusul ke gedung persembahan lama yang berada jauh di luar kota Rebbeca, tempat itu sudah lama terkunci dan akan di gunakan kembali untuk ritual suci persembahan kepada Haumea, karena kematian Rosa yang akan terjadi juga merupakan separuh rencananya sebagai tumbal.