Reborn As A Tyrannical Demon Lord

Reborn As A Tyrannical Demon Lord
Chapter 62 : Prostrate earnestly




Sepuluh menit telah berlalu, mereka sudah sujud cukup lama di hadapanku. Jika hanya mereka, bahkan aku seharusnya bisa membuat seluruh akademi ini tunduk dan bersujud padaku jika ada hal yang menggangguku.


Aku mengacungkan dua jariku ke atas dengan cepat lalu ku turunkan, itu artinya perintah telah selesai, mereka bisa mengendalikan tubuh mereka kembali dan berhenti bersujud.


"Jadi bagaimana? Mulai sekarang aku adalah penguasa kelas ini, akan ada hal setimpal yang lebih buruk untuk kalian jika terus mengusikku."


Semuanya bangun dari sujud mereka, berdiri tepat di hadapan ku dan kembali dengan wajah ketakutan ke meja mereka. Aku menarik kembali Chester dengan jariku di udara.


"Chester, kamu bisa ku kabulkan atas keberanian mu."


Wajahnya menjadi gugup begitu ketika melihatku dengan wajah ketakutan. Kurasa aku telah membuat mental mereka jatuh sekaligus, bahkan mereka sudah tidak banyak bicara. Selain di anggap mesum, sekarang mereka akan menganggap diriku jahat.


Tapi, itulah diriku yang sebenarnya, dan tidak ada yang salah soal itu. Aku memang jahat, aku seharusnya egois dan lebih suka mementingkan diriku sendiri daripada orang lain. Aku juga suka menyombongkan diriku atas kekuatanku sekarang. Ini lebih baik daripada Aiden Leonore yang dulu.


Dulu, itu berlalu sejak aku masih duduk pada bangku sekolah menengah pertama, tepat ketika aku berada di kelas tiga. Sebelumnya, aku memiliki seorang sahabat yang begitu baik. Kami mulai berteman sejak kelas satu karena bertemu pada tempat tepat seperti penjualan minuman Boba.


Kami adalah teman baik yang bahkan bagaikan saudara di mata orang lain, tidak hingga akhirnya dia memiliki teman lain yang lebih buruk. Sahabatku terpaksa berpindah pergaulan, berpaling dariku, menjadi ketagihan dengan narkoba hingga membuat dirinya terasa berbeda. Itulah efeknya yang membuatnya menjadi mudah emosi.


Semenjak kelas dua dan beranjak ke kelas tiga, aku mulai di bully olehnya, dia bahkan ingin menyuruhku melakukan perintahnya bagaikan budak, dan bodohnya, aku tidak pernah melawan balik karena kupikir dia adalah temanku. Jadi pada saatnya waktu yang tak terduga, hati jahat ku menciptakan sebuah akun palsu atas namanya.


Akun itu kemudian ku buat hingga memiliki banyak pengikut atau followers nya, yang sebenarnya mereka adalah orang-orang yang berhubungan dengannya, ketika semuanya menerima permintaan atas mengikuti dan mengikuti balik, semua orang akan mengira bahwa dia membuat akun baru tanpa alasan yang jelas.


Dengan begitulah, aku melakukan hal yang tidak-tidak pada semua orang yang dia kenali. Bahkan jika itu adalah orang lain lagi, aku akan membuatnya bertengkar dengan banyak orang atas akun palsu yang bukan dalam kendalinya ini. Dengan begitu, dia akan berada dalam masalah.


Ketika mengetik hal-hal jahat seperti itu atas akun palsu, Aiden si pecundang itu hanya bisa bertindak atas balas dendamnya dari balik layar, tentu ini cara yang menyenangkan untuk menjatuhkan hidup seseorang dan membuatnya dalam masalah. Aku tertawa tergila-gila dalam ketikan keyboard ponselku saat itu.


Dengan begitu cukup, semua bisa terbalaskan, ujian nasional sekolah akan berakhir dan kelulusan datang. Kami akan berpisah dan aku tidak akan pernah bertemu dengannya lagi pada sekolah yang sama.


Semua akan sampai pada tahap sekolah selanjutnya, akan ku ubah diriku agar tidak di jadikan budak seperti itu. Berteman adalah berteman dengan setara, tidak ada teman yang di jadikan budak. Namun, masa SMA ku berjalan baik-baik saja dengan konflik kecil ketika kelas satu dan dua. Tapi semenjak naik ke kelas tiga, pikiranku mulai berat, begitu banyak beban dan tekanan untukku.


Anak seusiaku sudah pasti merokok atau semacamnya dengan menghilangkan stress mereka, bermain billiard, melakukan refreshing kemana-mana bersama teman yang lain untuk meredakan pikiran berat itu. Sementara itu semua adalah diriku yang dulu.


Sekarang aku hanya menjadi seorang anak yang tiba-tiba berubah drastis menjadi nolep hanya karena mengenal karya fiksi yang menarik. Dahulu aku selalu membuang-buang uangku untuk banyak hal, mencari-cari alasan kepada orang tuaku agar bisa keluar di malam hari. Tapi di masa SMA kelas tiga, aku menjadi keterbalikan dari semua itu, mencari alasan untuk terus berada di dalam kamar, bersama ponsel dan beberapa buku ku.


Aku mulai melupakan teman-temanku, kebersamaan diriku yang perlahan pudar, semakin menjadi individu yang egois dan tidak memperdulikan siapapun, dan konflik yang semakin buruk antara diriku dan orang tuaku, rasanya aku ingin menghancurkan diriku sendiri, merobek jiwaku menjadi dua.


Sampai hal yang rupanya menjadi baik ada di dalam surat itu, aku berterima kasih atas Marie yang memanggilku kesini dan mengubah lintasan takdir ku menjadi sebaik ini. Jika ada hal baik yang harus ku balaskan untuknya, maka akan ku lakukan apapun untuknya demi membalas kebaikannya.


Entah selanjutnya aku akan tetap berada di sisi putih, tapi jiwaku selalu berada di sisi hitam. Sekarang aku memiliki kenyataan atas sihir, kekuatan spiritual, dan mana yang mengalir berlimpah tanpa henti di dalam tubuhku.


Setiap saat aku merasakan kekuatan yang semakin kuat dan hal seperti ini harusnya membuatku percaya diri untuk menaklukkan sesuatu yang menghalangiku.


Jadi, berlanjut ke diriku yang sekarang ... aku menerbangkan lagi kertas gulungan kecil Chester yang terbuka di udara. Permintaannya adalah :


Aku ingin nasi goreng beserta telur dan lauk ikan mewah di atasnya, minuman jus apel atau alpukat sebagai minuman nya, dan burger daging naga iblis sebagai makanan penutupnya.


Itulah yang dia inginkan. Jadi aku hanya tertawa di depan mereka semua, tepat di kursiku aku hanya duduk dan menjentikkan jariku kepada Chester. Semua yang dia inginkan akan terpenuhi dan terwujud, sekarang makanan itu berada di atas meja guru yang ku tendang jauh tadi.


"Aku sudah mewujudkan keinginanmu, itu juga karena keberanian mu, kamu bisa menjadi temanku untuk berlindung dari siapapun yang mengancammu baik itu senior kelas atau siapapun di luar sana." Ucapku sambil berdiri kembali dari kursi itu dan kembali ke meja ku.


Tampaknya guru tidak akan masuk pada pelajaran kedua, ini sudah tiga puluh menit berlalu, dan yang lain terpaksa memutuskan untuk pulang bersamaku juga, itu jika mereka akan mengikuti hal seperti yang ku lakukan. Dan setelah Chester memakan habis semua keinginannya itu dengan lahap, aku mengatakan untuk memperbaiki meja besar itu kembali ke posisinya. Meja itu seharusnya cukup berat untuknya.


Yang lain masih merasa iri dengan Chester dan keberatan terhadapku, mereka bilang bahwa mereka tidak ingin bersujud tapi mereka bersujud atas kehendak ku. Jadi kukatakan kebenaran sejatinya.


"Mau tau apa yang membuat Chester ku kabulkan permintaannya? Aku bisa melihat isi hati siapapun, dan dia ingin bersujud dengan sungguh-sungguh atau tidak, tapi Chester memiliki kemauan untuk bersujud dengan sungguh-sungguh aku bisa merasakannya. Jadi itulah alasan yang tepenuhi untuk nya, dan tidak ada hari esok untuk kelakuanku semacam ini, aku tidak akan memberi hal untuk mengabulkan sesuatu seperti itu, karena aku bukanlah Aladin dan jin atau semacamnya.


Aku hanya ingin menjadi seorang raja iblis, menikmati kehidupan menyenangkan ku tanpa siapapun yang harus mengkritik dan keberatan atas keinginanku. Aku akan mengikuti alurnya sesuai jalan hidupku yang di atur oleh Tuhan. Bahkan sekarang jika itu mengusikku, aku akan merubah takdir itu.