Reborn As A Tyrannical Demon Lord

Reborn As A Tyrannical Demon Lord
Chapter 53 : Poor thief




Dia segera meninggalkan pengunjung lain dengan cara yang ramah dan perlahan, kemudian mendatangi kami dengan cepat.


"Oh, kamu? Ternyata kamu datang tepat waktu."


Kupikir memang ini adalah waktu yang seharusnya untuk membawa pulang pedang itu.


"Tepat waktu?"


"Yeah, pengunjung lelaki dengan pakaian hitam tadi juga sangat menyenangi The Raven, dia benar-benar ingin membelinya, dia bahkan sudah memegang uang nya secara cash lho? Untung saja aku mengingat pengunjung pertama sepertimu."


"Ahaha, terima kasih, kalau begitu bagaimana?"


"Silahkan ikuti aku, umm, dan gadis ini? Apakah Anda juga ingin mencari sesuatu?"


"Kurasa tidak~ aku hanya datang untuk menemani pacarku."


Akhh!! Perkataan yang membuatku malu, dia selalu mengaku-ngaku hal seperti itu. Sudah kubilang ini hanya hubungan palsu.


Pedang hitam yang sudah di simpankan untukku kemudian di bawa keluar dari lemari penyimpanannya, pedang ini tidak lagi di pajang di lemari penjualan, karena dia sudah menyimpangkan yang satu ini untukku.


"Tunggu ... kenapa terasa berat? Perasaanku atau bagaimana? Tapi ini tidak seperti pedang hitam yang sebelumnya."


"Masa? Coba biarkan aku melihatnya."


Gadis itu kemudian memeriksa kembali bagian pedang nya dari ujung gagang hingga bilahnya, sampai membuat ekspresi nya berubah tiba-tiba.


"Ada apa?"


"Ini ... ini bukan pedangnya!"


"Apa maksudmu?"


Gadis penjaga ini kemudian teringat satu lelaki yang benar-benar menawar pedang ini tadinya, namun lelaki itu terus memakai jubah penutup wajahnya, terus bolak-balik ke sekitar toko dengan tujuan yang tidak jelas. Gadis ini memang sempat memperhatikan perilaku aneh dari lelaki berjubah hitam keunguan ini.


"Lelaki itu! Dimana dia tadi?"


Sesosok bayangan hitam kemudian muncul di bawah sinar cahaya bulan, memantulkan bayangannya kebelakang dan terlihat akan keluar bersama pedang The Raven yang asli. Mendekati pintu keluar dengan akting yang tidak dapat dirasakan.


"Shinji!! Lelaki itu!! Dia pencuri, kejar dia!"


Kata gadis itu kepada lelaki penjaga yang satunya.


Semua orang segera ricuh dengan pencuri di toko ini, mereka semua memusatkan pandangan pada lelaki jubah hitam yang di tunjuk ketika sedang berjalan perlahan keluar dari pintu. Kemudian lelaki itu segera lari dengan cepat bagaikan bayangan yang menghilang ketika tahu, bahwa dirinya ketahuan.


"Badjingan!!"


Jangan harap bisa kabur dariku, aku sudah menanti sebuah waktu untuk momen membawa pulang pedang itu!


Jaring-jaring benang yang tak terhitung jumlahnya ku lancarkan ke arahnya dengan cepat, mengejarnya keluar dari toko pada keributan malam. Membuat banyak orang di luar panik, dia berlari sampai menabrak apapun untuk mencoba lolos.


Jaring-jaring benang ku akan terus mengejarnya, namun lelaki ini memotong semua nya dengan pedang hitam curian itu. Tidak kusangka, benang tipis sekeras baja ini bisa di belah hanya dengan beberapa tebasan. Tapi dia cukup cepat.


Lelaki itu terbang ke atas atap dengan sangat cepat, benar-benar tak terlihat. Tapi Marie melakukan tindakan kecilnya, sepertinya penjahat kecil ini bertemu orang yang salah.


Bangunan-bangunan yang di pijaknya untuk berlari segera bergetar dan berputar-putar ke arah melingkar, seolah-olah seluruh dunia terputar. Genteng-genteng melayang beterbangan bagaikan partikel-partikel yang menyatu pada satu arus.


Bahkan tidak terjadi apa-apa kepada diriku. Namun dunia akan membolak-balikkan jalur kemana dia pergi. Dia tidak akan bisa lari, dia terperangkap.


Walau gerakan nya begitu cepat bersama seranganku, dia hampir tidak bisa menghindari seluruh gerakan bangunan ini. Membuatku begitu muak.


"Berhenti!"


BLUSHH!!


Aku terlalu malas mengejar orang bodoh seperti ini, namun inilah caranya, cukup menghentikan seluruh waktu ketika dunia akan membeku di bawah kendaliku. Namun tampaknya Marie tidak akan terpengaruh dengan hal seperti ini.


Aku akan menghampiri dirinya yang membeku bersama bebatuan terbang yang membeku sepenuhnya, kurasa aku sedikit emosi kali ini, jadi aku menendangnya ke arah lain dengan sangat cepat. Aku bahkan tidak menyangka jika tendanganku akan menerbangkan orang sejauh itu.


Sementara tidak sadar melayang di langit dengan cepat, Sebuah lingkaran merah tercipta menarik lelaki yang ku tendang itu, sebuah lingkaran portal yang di ciptakan Marie untuk memindahkannya kembali ke toko.


Portalnya terbuka tepat di depan toko, namun bukan di depan pintu, karena Marie membukanya tepat mengarah pada jendela-jendela kaca ini.


Dan...


PRANG!!!


Tendangan ku dan portal itu menerbangkannya kembali menabrak kaca toko dan menghamburkan semua barisan pedang indah itu. Sampai jubahnya robek dan kepalanya berdarah.


Kupetikkan kembali jariku sebagai akhirnya, menjalankan kembali seluruh waktu. Membuat semua orang sadar, bahwa si pencuri sudah di tarik kembali hanya dalam waktu singkat.


"Akghhhh!!!"


Lelaki berjubah ini kesakitan, tubuhnya sepertinya terkena pecah beling cukup banyak, menusuk dengan kuat ketika dia menabrak meja lainnya lagi.


"Kembalikan pedang itu."


"K-kamu? Murid kelas satu? Tidak mungkin! Apa yang terjadi!?!?"


"Kamu tidak akan bisa lari lagi, serahkan."


"Kamu!! Seorang pencuri harus di beri hukuman!" Kata gadis penjaga toko.


"Perlukah kita memanggil polisi?"


Mendengar polisi, aku bahkan baru tau jika di dunia iblis juga ada polisi, cukup lucu.


"Hukuman seperti apa yang kalian setujui? Atau kita akan membawanya ke pihak yang berwajib?"


"Kurasa itu lebih bagus! Bawa dia dan buat dia mengganti rugi semua benda disini."


Ucap sang ayah gadis itu, yang merupakan pemilik toko pedang ini.


Tentu ini adalah usulan yang paling bagus, menyelesaikannya dengan cara yang baik, senyuman Marie masih terlihat mengerikan disana, kurasa dia ingin sekali menghukum sesuatu, maka dari itu ku ambil kedua tangannya dengan cepat, ku usahakan untuk membuat perasaanya baik-baik saja dan jangan melakukan hal yang sadis lagi.


Beberapa waktu kemudian, toko segera di tutup, para polisi datang dengan pakaian yang tidak seperti kuharapkan, mereka lebih keren dari polisi dunia manusia. Mengenakan jubah, pistol dan pedang tipis panjang di samping mereka, cukup keren.


Barang curian itu di amankan, aku mencoba bertransaksi lagi langsung dengan pemilik toko itu, mencoba meyakinkan paman itu untuk membuatnya menjual barang bukti kepadaku. Maka dari itu, persetujuannya adalah sesuai dengan kesepakatan yang sebelumnya, tetap membayar dengan harga lima ratus delapan puluh scarlet, tidak ada penurunan harga untuk barang yang lecet sebelumnya.


Karena pencuri ini merusak sedikit bagian pedangnya, rasanya emosi ku naik lagi. Untung saja pedang ini tidak bengkok atau patah. Andai saja ini patah, akan ku patahkan kembali lehernya.


Seluruh tangannya di borgol dengan borgol sihir, penjara kota di katakan dapat menahan penjahat iblis kelas atas dengan fasilitas sihir yang kuat dari kepolisian. Para kriminal tidak akan lari dengan mudah. Jika mereka lari, maka dua jalan terakhir adalah tetap menuju jalan kematian. Di eksekusi oleh Valerie atau yang lainnya, atau mungkin dia akan merasakan sambaran petir hukuman langit untuk terakhir kali saat-saat hidupnya yang menyedihkan.


"Ahh, malam yang buruk, tapi kurasa ini cukup baik dengan pedang ini sekarang padaku."


"Aiden, aku ingin bertanya."


"Hemm? Apa itu?"


"Bagaimana bisa dan darimana kamu menghentikan waktu seperti itu?"


"Ouh? Aku sekarang bisa melakukan banyak hal, semua mulai di permudah dengan kekuatan yang di berikan Fyrena kepadaku. Bagaimana?"


"Orang misterius itu, apa tujuannya memberi kekuatan padamu sebenarnya?"


"Aku tidak tahu, namun cukup berguna bukan? Bahkan aku bisa memasuki kelas elit dengan kekuatan sebesar ini."


Dia hanya tersenyum padaku, semakin banyak kekuatan yang kudapatkan, Marie semakin senang padaku, dan kurasa, posisi raja iblis akan kudapatkan segera, sampai aku benar-benar menjadi kuat dan mampu menempuh tempat yang lebih tinggi. Melampaui diriku sendiri terus-menerus, melebihi segala batasan.