Reborn As A Tyrannical Demon Lord

Reborn As A Tyrannical Demon Lord
Chapter 94 : Crazy forever




Di belakang nya kemudian muncul seseorang, entah darimana datangnya, tapi dia menggunakan sihir teleportasi, seorang gadis berambut silver dengan pakaian seorang gadis dari akademi Levqo juga.


Tepat sekali, di bagian kecil bajunya juga terletak nama Qyera, jadi seperti ini wajah gadis yang memenangkan pertandingan terus-menerus dalam waktu sepuluh detik.


Jadi begitu, selain mengejar kemenangan pada posisi pertama, mereka juga mengejar popularitas dan pandangan semua orang untuk mereka.


Jika memang harus menggunakan cara kotor, maka aku tidak akan ragu membunuh mereka semua. Lagipula, aku yakin ribuan peserta dan keseluruhan telah mati karena insiden ini. Tidak ada satupun akademi yang selamat, terkecuali bagian yang merencanakan insiden ini.


D: "Murid terbaik kami, pemenang yang menghabisi lawannya dalam–"


"Dalam sepuluh detik? Namanya Qyera, seorang gadis kelas 3 dari Akademi Iblis Levqo, anggota dari kelompok konyol bernama Levqo Diavoloz yang didirikan oleh seseorang berambut putih yang buruk?"


"Oh, kamu cukup berpengetahuan dalam mengenal identitasku." Ucap Qyera.


"Berpengetahuan yeah? Tapi aku tidak menyukai sifat sombong nya itu." Ucap D dengan posisi berdirinya yang sedikit berubah.


"Lumayan bagus, dengan rencana besar kalian seperti ini, menghabisi ribuan peserta secara langsung untuk melangkah dengan lompatan yang jauh dan mempercepat waktu secara drastis." Ucapku pada mereka berdua.


Para penonton itu belum di evakuasi sejauh mungkin, setidaknya aku akan mengulur waktu sampai seluruh area ini di kosongkan sepenuhnya. Untuk petugas-petugas itu, aku tidak peduli, entah mereka mati terkena serangan ku atau tidak. Tapi, jika dua orang ini memutuskan untuk bertarung, maka aku akan melakukan langkah besar untuk kedua kalinya.


Karena lelaki berambut putih ini, aura nya cukup hebat. Aku merasakan aura yang berhamburan di dalam tubuhnya, benar-benar kacau dan keras.


"Peserta yang sendirian ... maaf saja, seluruh peserta telah musnah, kini hanya ada akademi Levqo dan kamu!" Ucap D dengan wajah bangga.


"Lalu apa? Bagaimana denganku?"


D: "Bagaimana denganmu? Oh, yang benar saja! Yang tersisa disini hanyalah kamu, jangan berpikir bisa kembali dengan selamat."


Aura nya semakin kuat, tembok-tembok ini sudah mulai retak sedikit demi sedikit.


"Tapi ... kamu terlihat lemah."


Detik berikutnya, aku langsung bergerak untuk menyentuh langsung wajahnya. Seluruh telapak tanganku menyentuh wajahnya, melempar nya ke samping hingga menabrak ruangan-ruangan bawah tanah ini, menembus ruang demi ruang.


Omong nya cukup besar, namun aku belum menemukan orang-orang yang cukup untuk merespon kecepatan ku dengan baik.


WHOOM!


Dan dengan cepat lagi, serangan api datang ke arahku secara tiba-tiba, gadis bernama Qyera ini melancarkan serangannya ketika aku baru saja selesai untuk memukul gurunya.


FYUSHH...


Aku meniup nya bagaikan meniup lilin di atas kue ulang tahun.


"Apa yang kau lakukan? Api seperti itu tidak akan bisa menyentuhku, aku bisa membunuh api lho~"


Gadis itu kemudian merubah wajahnya seperti melihat hal mustahil di depannya.


"Tidak mungkin ... bagaimana bisa sihir api ku di hilangkan begitu saja?" Ucapnya dengan gagap.


"Bagaimana bisa? Tentu saja bisa, bahkan jika harus membunuh konsep, aku akan terus mencobanya."


Aku kemudian berjalan dengan perlahan menuju gadis ini, sambil kukatakan, bahwa tenang saja. Lelaki tidak akan memukuli wanita atau bertarung dengan mereka, hanya seorang pecundang yang melakukan hal seperti itu.


Lalu, aku melihat ke dalam imajinasi ku sendiri, dan berkata...


"Bagaimana, Lyvyza?"


Suaraku bergema di dalam ruang imajinasiku, dia menyaksikan semua nya dengan seksama.


Dengan masuk ke dalam imajinasiku, sudah berarti seseorang akan berada di luar dari semua kenyataan, berada di dalam diriku, dan terhubung bersama imajinasiku.


Biarkan dia sendiri melihat, apa yang selanjutnya akan kulakukan pada rekan-rekannya. Lalu, dia akan melihat beberapa sihir menakjubkan yang mungkin belum pernah di lihat oleh banyak orang.


Tentu saja violet blaster dan giga flare ku sudah cukup untuk membuat hatinya gemetaran melihat rekan-rekannya babak belur.


Tapi, aku baru saja berjalan menuju gadis bernama Qyera itu, bermaksud baik untuk memperkenalkan diriku. Namun, sebuah tarikan gravitasi yang begitu kuat tiba-tiba menarikku ke kiri, tepat ke arah orang bernama D itu ke banting.


Kurasa membiarkan mereka hidup untuk sementara tampaknya cukup baik. Untuk tiga orang sebelumnya, aku tidak tahu, apalah mereka sekarat, atau mati. Tidak penting.


Karena yang lebih penting adalah otak dari rencana mereka semua...


...D.


Untuk membuat pertarungan ini menyenangkan, maka aku akan membiarkan dia memukul dan menendang ku tanpa menyentuhku. Dengan infinite barrier aku bisa menciptakan penghalang yang tidak terbatas seperti inferno wall, namun tidak ada efek serangan balik untuk membakar atau menghancurkan hal yang mendekat secara paksa.


BUAKK!


Setelah menarikku dengan gravitasi yang sangat kuat, dia berhasil menendang ku kembali ke permukaan.


Aku tidak akan berdiam diri saja untuk menunggu dia terbang ke langit dan memukul ku lagi ke bawah bagaikan bola voli.


Saat berikutnya, aku kembali memindahkan diriku langsung ke daratan dengan posisi berdiri yang baik-baik saja. Dengan tanganku di dalam saku celanaku, aku tidak masalah dengan kemampuan yang selanjutnya akan dia keluarkan.


Karena aku berniat untuk membuat mereka mengeluarkan wujud transformasi iblis kedua mereka, jika perlu, aku ingin melihat seberapa hebatnya transformasi wujud ketiga ketika mengamuk.


"ARKHHHH!!!! AKU BELUM SELESAI!!"


Tiba-tiba di depanku muncul seseorang, ini benar-benar cepat. Bahkan dia hampir menyentuhku hanya dengan kedatangan nya dalam sekejap.


Tidak kusangka, dia masih hidup dan berdiri kembali untuk bertarung.


H... HH.... HAHAHAHAHAHA...!!!


"Luar biasa! Wujud transformasi tingkat pertama mu sudah cukup kuat, padahal kamu masih seorang anak tingkat akademi sepertiku."


"Bajingan! Aku belum kalah!"


Ucapnya sambil menarik baju ku dan mencoba membuang ku seperti yang ku lakukan padanya sebelumnya.


Luar biasa, dia sepertinya benar-benar memiliki gerakan yang melampaui kecepatan, masih wujud pertama saja sudah bisa menembus barrier tidak terbatas milikku.


Tapi...


Bagaimana kalau kita bertukar posisi?


Menyentuhku adalah sebuah kesalahan, karena siapapun yang sudah berhasil menyentuhku, aku bisa menukar posisinya denganku, kapanpun dan dimanapun.


Posisi kami sekarang saling bertukar, aku berada di posisi nya yang tadinya datang secara tiba-tiba dan menyentuh kerah bajuku untuk melempar ku, dan posisi ku, akan di tempati olehnya.


Benar-benar buruk.


Jadi, aku menyentuh kerah bajunya untuk kedua kalinya, melemparnya kembali ke tempat di mana dia menabrak kursi penonton sejauh dua kilometer lebih.


Dia benar-benar konyol, aku melemparnya begitu jauh untuk kembali membuatnya sekarat. Tapi, aku tidak memerlukannya lagi untuk menggangu.


Membunuh kesadaran ke dalam kegelapan tak berujung.


Sihir kegilaan iblis...


...VEZANIA...


Sangat di sayangkan, aku harus menghancurkan hidupmu sekarang. Vezania tidak akan mudah di sembuhkan dengan sihir biasa, karena aku akan membuat jiwa nya menjadi gila selamanya.


Lagi pula, selama aku menyentuh sesuatu dari objek, atau lawan, seperti aku menyentuh darah mereka. Bahkan setetes pun darah mereka yang kusentuh, maka hidupmu bisa saja ku selesaikan.


Aku bisa menciptakan kutukan dari jarak jauh, bahkan tanpa perlu ada seseorang, asalkan darahnya berada padaku, setetes pun itu.


Membuatnya menjadi gila, atau aku bisa membunuhnya dari jarak jauh melewati setetes darahnya yang ku sentuh. Tapi itu tidak perlu, melihatnya terus hidup dan menjadi orang gila bersama wujud transformasi itu selamanya sudah cukup lucu.


Itulah berita selanjutnya yang akan tersebar di seluruh kota, seseorang anak dari akademi yang tidak berhasil kembali ke wujud normalnya dan menjadi gila, membuang seluruh kesadarannya pada neraka.


Jika tidak ada yang tahu pasti kronologinya, maka aku akan memanipulasi sebuah informasi, menipu seluruh dunia bahwa aku hanyalah orang yang menyaksikan, bukan salah satu orang yang terlibat atas insiden ini.