
Ketika masuk dari pintu utama, Aiden melihat sekeliling betapa megahnya rumah Razel, dengan setiap tiang kokoh dan motif yang menyangga. Dia benar-benar bertanya bagaimana hanya dia dan ibunya yang tinggal mampu membersihkan rumah sebersih ini.
Namun jawaban Razel adalah tidak, dia tidak mampu membersihkan rumah sebesar ini. Maka dari itu dia mempekerjakan cukup tiga pelayan di rumahnya yang di bayar dengan gaji yang lebih besar sepuluh kali lipat daripada seorang pegawai negeri di pusat kota.
"Kamu benar-benar orang yang sangat kaya ya." Ucap Aiden sebelum meminum tegukan teh nya.
"Tidak juga, aku hanya mendapatkan keberuntungan hidup dengan meneruskan setengah warisan turun temurun dari kakek ku." Jawab Razel.
"Lalu? Apa pekerjaan mu selain berkeliaran bagaikan setan seperti ini? Kamu tidak pernah bersekolah?"
"Aku pernah bersekolah, namun berhenti saat aku duduk di bangku kelas dua sekolah menengah atas, dan inilah aku adanya. Aku bahkan tidak memiliki teman dan semacamnya."
"Ya, itu karena dirimu yang suram, tidak ada yang mau berteman dengan gadis lipstik ungu bagaikan nenek sihir sepertimu." Ucap Aiden.
Tiga buah pisau tajam yang seperti nya berasal dari dapurnya kemudian melayang dalam sekejap mata dan berhenti tepat di depan wajah Aiden.
"Kata-kata mu benar-benar menyinggung dan melukai perasaanku, Aiden. Aku benar-benar ingin membunuh mu, sayang sekali aku tidak bisa." Ucap Razel kembali menurunkan jari-jemari nya dan membuat semua pisau itu terjatuh kembali menjadi benda mati.
Aiden adalah orang yang enggan meminta maaf, hatinya setengah mati. Kemudian dia mulai bertanya pada Razel, apa yang akan terjadi jika dia ikut menjadi penyihir yang bersekutu dengan setan. Dan kemudian juga Razel memasang wajah yang tersenyum dengan pertanyaan Aiden. Membuatnya mendapatkan kesempatan untuk membujuk Aiden lebih jauh lagi.
"Ahh~ Aiden, jika kamu sudah bertanya untuk memikirkan hasilnya, maka kamu sudah hampir menuju pada kesempurnaan hidup, kebebasan, kekayaan, atau apapun itu dengan mengikuti jalan ku."
"Kekayaan yah? Jika aku melakukannya untuk mendapatkan harta berlimpah, ku pikir aku akan mempersiapkan diri ku, dan asal kamu tahu ... aku tidak memuja setan dan iblis."
Razel: "Jadi? Kesimpulannya?"
"Tunjukkan lebih banyak hal yang menarik mulai hari ini, esok dan seterusnya, jika semua yang kamu lakukan juga bisa membuatku memiliki sihir, maka aku akan ikut bersama mu." Ucap Aiden.
"Aku akan menjamin itu, namun bagaimana dengan kontrak di antara kita?"
"Aku akan menyetujuinya dengan syarat sihirmu harus melindungi ku bagaimana pun caranya, kamu akan memberiku keuntungan dengan uang atau apapun yang ku inginkan, dan aku akan memberi mu keuntungan dengan membantu mewujudkan impian mu. Sudah jelas?"
"Benar!! Ya!! Benar sekali!!! Aiden, itu lah seharusnya yang kamu lakukan, untuk mu dan untuk ku. Mari bekerjasama mencapai tujuan kita. Dan bahkan jika kamu mau, bersama kita akan membuka jalan menuju surga yang kau dan aku inginkan."
Aiden menghabiskan setengah teh dari gelasnya lagi, menarik nafas dan kemudian kembali bertanya soal pernyataan Razel yang sangat bersemangat.
"Razel...."
Razel terdiam sementara dan bertanya surga seperti apakah yang di inginkan Aiden. Berbeda seperti dirinya, Razel benar-benar ingin menjadi seorang ratu dari segala dewa dan dewi, menjadi abadi dan cantik selamanya, kehidupan bebas dan takdirnya sendiri yang berada di tangannya.
Namun Aiden berkata bahwa mereka berdua hampir sama, tidak berbeda jauh. Aiden juga mengimpikan suatu tempat di mana dia bisa menjadi sang raja tirani dengan segala kemauannya yang terwujud semudah membalikan telapak tangan dan mengedipkan mata.
Namun, mimpi-mimpi tidak jelas yang mulai hadir dalam hidupnya membuatnya yakin akan tujuannya. Tujuan terbesar yang benar-benar berada di luar nalar dan imajinasi, sesuatu yang benar-benar mustahil daripada menciptakan dunia yang setara dengan kehidupan surga dan keabadian.
Namun, saat Razel bertanya tujuan seperti apakah itu, Aiden diam sejenak lagi dan menjawab bahwa jawaban itu hanya rahasia yang belum bisa di ungkapkan sekarang. Dia hanya menunggu waktu untuk melakukan semuanya sesuai skenario yang sudah di pikirkannya.
Keberadaan Razel bisa di rasakan oleh para penyihir surgawi, walau Aiden hanyalah manusia biasa yang tidak bisa apa-apa, namun keberadaan Aiden yang biasa saja menjadi benar-benar abnormal ketika sedang bersama Razel. Oleh karena itu Razel membuang banyak mana dan sihirnya hingga tubuhnya kelelahan hanya untuk menciptakan wilayah ekstra dimensi yang menyembunyikan keberadaan Aiden.
Aiden benar-benar orang aneh yang di temui nya baru-baru ini, manusia yang tanpa sadar menciptakan iblis-iblis mengerikan dengan keberadaan yang tak terkira layaknya manusia biasa. Razel benar-benar ingin mencari tahu tentang kebenaran Aiden, siapakah Aiden, dan apa yang menyebabkan manusia biasa seperti dirinya mengandung mana tak terbatas dan energi abnormal yang tiada habisnya.
Aiden menyelesaikan perbincangan nya dengan Razel hingga malam tiba, setelah itu, Aiden bisa kembali menjalankan pekerjaan normal dengan menjadi pelayan bar kopi sambil terus menyembunyikan tanda aneh di lehernya. Sampai keesokan harinya, Aiden menerima pesan masuk ke dalam ponselnya yang bahkan dia heran bagaimana nomor asing tersebut mampu mengenalinya.
Setelah membaca pesan-pesan chat tersebut, kalimat terakhir adalah sebuah nama yang di kenal olehnya yang meminta untuk menyimpan kontaknya sebagai Razel. "Oh, aku tidak melupakanmu" Ucap Aiden.
Setelah membaca pesan, Razel ingin menemui Aiden lagi untuk kesekian kalinya. Keduanya pergi menuju toko perhiasan dengan melakukan pemesanan cincin khusus bagaikan dua orang pasangan, namun cincin yang menjadi tujuannya memiliki warna hitam pekat dan beberapa bagian tajam yang menghiasinya.
Setelah seminggu cincin itu di ciptakan, Razel ingin dirinya dan Aiden mengenakan cincin yang sama sebagai tanda kontrak di antara mereka berdua, selain itu, dengan mengenakan cincin tersebut, Razel dapat menemukan keberadaan Aiden di mana pun dia berada, termasuk memberikan kekuatan sihir penyerap jiwa untuk Aiden.
Hal yang sama juga dapat di lakukan oleh Aiden, dengan cincin tersebut, dia dapat melihat dan menemukan Razel dimana pun dan kapan pun itu. Begitulah Razel menamainya sebagai black ring contract. Dan Razel bersedia bertindak normal layaknya gadis biasa yang menemani Aiden kemanapun itu atas keinginannya sendiri.
Aiden sebenarnya tidak ingin di dampingi oleh wanita sepertinya, namun jika untuk melindungi nyawanya dari para penyihir pemburu iblis tersebut, maka Aiden harus menerimanya. Tapi setelah Aiden bertemu dengan teman satu kelasnya di luar sekolah, temannya benar-benar hampir tidak mengenali Aiden ketika melepas kacamata dan mengubah gaya rambutnya.
Walau pertemuan itu singkat, Aiden benar-benar tidak ingin berbicara lebih lama dan menghabiskan banyak kata yang tidak penting. Namun kesalahpahaman pandangan beberapa orang temannya membuat isu nya tersebar di kelas tentang dirinya yang merupakan lelaki penyendiri yang ternyata memiliki seorang pacar.
Itu membuatnya benar-benar harus membuang wajah terus-menerus dari siapapun, di tambah lagi ucapan bodoh Razel yang mencoba membela dan menyembunyikan hubungan di antara mereka dan menyebabkan kesalahpahaman yang lebih besar lagi dengan maksud cincin yang mereka kenakan.
Teman-teman yang pernah bertemu Aiden di luar sekolah tidak sengaja menyinggung tentang cincin yang sama yang di kenakan oleh dirinya dan Razel. Tapi Razel membuat pernyataan pembelaan yang salah dengan pernyataan bahwa dirinya adalah tunangan Aiden sejak dua tahun yang lalu dan mengatakan pernyataan bohong bahwa Aiden akan menikah dengannya setelah menyelesaikan pendidikan sekolah tinggi nya saat ini.
Berniat memberikan pernyataan pembelaan terhadap Aiden, namun Razel hanya memberikan pernyataan yang berujung dengan masalah yang membuat Aiden harus di lirik oleh teman-teman sekelasnya, di tambah lagi sebagian dari mereka memaksa Aiden untuk melepas kacamatanya dan mengatur gaya rambut seperti yang dilakukannya di luar sekolah.