Reborn As A Tyrannical Demon Lord

Reborn As A Tyrannical Demon Lord
Chapter 69 : Talentless Marie




Mari kulihat, makanan apa yang di sediakan oleh para pelayan ini, sambil menanti Wanda dan Eugene dengan wajah gembira sekalian bersama rasa tak sabar.


Tapi, mereka berdua menatapku dengan wajah yang aneh. Seolah-olah aku akan mengahadapi sesuatu yang buruk.


"Kalian, kenapa berdiri saja disana? Cepat bawakan makanannya untuk Aiden."


Ucap marie pada mereka berdua.


Jadi, dengan wajah ketakutan itu, mereka juga seperti habis melihat sesuatu yang buruk. Datang bersama meja dorong makanan tanpa aroma apapun yang menyengat. Membuatku bertanya-tanya, apakah hidangan makan malam kali ini adalah makanan yang biasa saja daripada hari lainnya?


Mereka kemudian membuka penutup-penutup makanannya. Ketika aura hitam dan ungu mengerikan yang seperti tersegel di dalamnya mengeluarkan dirinya dengan bebas ke udara. Aroma yang seperti sebuah racun. Aku melihat ke semua hidangan itu. Dengan bau aneh yang belum pernah kucium, Ayam yang gosong?


"Aiden~ makanlah, kali ini adalah makan malam spesial yang ku massal sendiri secara alami untukmu, tidak ada sihir lho, hanya ada cintaku di dalam proses nya."


Kamu tidak bercanda kan? Kenapa sup ini berwarna hijau dengan aliran hitam lainnya berputar-putar? Aku juga tidak salah liat kan? Sesuatu bergerak-gerak seperti berenang di dalam sup itu.


Tidak! Ini mimpi buruk! Dia akan membunuhku.


"Ayolah, jangan malu-malu, kamu boleh menghabiskan sepuasnya."


Tidak, tidak ada yang akan menghabisi makanan ini, bahkan satu sendok pun aku berani bersumpah untuk tidak menelannya. Wanda dan Eugene melihat makanan ini sambil menahan rasa ngeri yang menjijikan.


"Tapi, jika aku memakan ini, apakah Wanda dan Eugene boleh memakannya?"


"Tidak boleh, ini hanya khusus untukmu, dan kamu harus menghabiskan semuanya tanpa sisa." Ucapnya dengan senyum jahat.


"Tidak mungkin! Ini bukan sup, sesuatu bergerak-gerak di dalam sana, aku yakin melihatnya. Ayam ini juga hangus, dan baunya aneh."


Makanan buatan murni nya bahkan benar-benar buruk, apakah dia tidak memiliki kemampuan memasak? Jika itu benar, bahkan tanpa sihir seseorang tidak akan bisa memasak dengan sempurna.


Cara ku seharusnya adalah melakukan penolakan yang sempurna juga. Emm, bagaimana yah?


"Marie, maaf, tapi aku tidak bisa memakan makanan buatanmu ini."


"Hah? Kenapa?"


Tanya nya dengan wajah cemas.


Jadi langsung saja kukatakan rasanya tidak enak, menjijikan, dan tidak mengundang nafsu makan ku. Wajahnya terlihat suram dan ngeri, dia berdiri dari kursi nya sambil membawa sendok nya sendiri.


Rambut merah nya menutupi separuh wajahnya sekarang, aku tidak tahu seperti apa ekspresi nya, mungkin memohon pada ku agar mau memakan semua hal menjijikan ini.


Kupikir dia akan melakukan hal semacam itu, tapi nyata nya dia langsung mengayunkan sendok di tangannya untuk mengambil sup ke sendok sampai penuh dan dengan cepat memasukan nya dengan paksa ke mulutku.


Ini bahkan tidak terduga, aku menelan sup yang bagaikan lendir hidup itu.


Rasanya tidak ada, namun ini menjijikan, seperti sup itu memiliki kaki-kaki bagaikan tentakel yang memenuhi tenggorokanku, berjalan sendiri masuk sampai ke perutku.


Rasanya menggelikan, jadi aku menjatuhkan diriku ke lantai dengan keadaan kejang-kejang bersama rasa geli menjijikan itu.


Aku ingin memuntahkannya, tapi tidak bisa. Dan jangan harap aku akan menghabiskan semua makanan buruk ini, ini adalah makanan terburuk sepanjang hidupku.


"Aiden? Bagaimana rasanya? Apakah enak?"


Ucapnya dengan senyum seperti tak berdosa.


Mungkin memang sebaiknya dia perlu belajar kehidupan bersih yang benar. Jadi beberapa waktu kemudian, aku berdiri dari posisi pingsan ku sementara, kukatakan padanya sekali lagi bahwa makanan ciptaannya benar-benar buruk dan menjijikan, sangat sangat sangat sangat tidak berbakat.


Jika dia adalah toko makanan online pesan antar, bahkan setelah makanan ini di antar ke rumahku oleh petugasnya dalam keadaan seperti ini, aku akan menilainya di aplikasi dengan bintang satu bersama ulasan buruk ku. Dan jika bisa, atau memang bisa, akan kuberi minus bintang satu sebagai makanan terburuk di dunia.


"Tapi, makanan ini seharusnya sehat untukmu."


Ucapnya dengan wajah kasihan.


Tapi sayang sekali aku tidak kasihan dan tidak akan memakan suapan kedua dari hal jorok seperti itu. Jadi kuputuskan mengajarinya cara memasak yang benar.


"Sekarang, ikutlah bersamaku."


Aku menarik tangannya ke dapur segera, meninggalkan hidangan jelek itu di atas meja, dan kukatakan kepada mereka berdua untuk membereskan semuanya.


Dengar, pertama-tama makanan mu menjijikan.


Ketiga, raanya tidak ada.


Dan keempat, apa-apaan dengan wujudnya yang bergerak-gerak seperti itu, itu adalah bagian terburuk nya yang terkombinasi dengan warna menjijikan nya, bahkan itu bergerak-gerak di dalam tenggorokan ku tadi, seolah-olah mereka hidup dan berjalan masuk menuju perutku.


WUUEEKK!!


Bahkan menceritakan dan mengingatnya kembali rasanya aku ingin muntah dan mengeluarkan seluruh isi perutku hingga habis. Tapi, tapi ...


Aku tidak tahan lagi, jadi aku bergegas ke tempat pencucian piring itu, dan karena terus memikirkannya, aku jadi tidak tahan dan harus memuntahkan seluruh isi perutku. Benar seperti yang kuduga, sup itu bagaikan tercampur dengan lendir, ini membuat pandanganku menjadi sangat buruk.


WUEEKKKHH...


Muntah ku bergerak-gerak dan menggeliat dengan sendirinya, makin melihat mereka menggeliat seperti itu, rasanya aku harus terus memuntahkan seluruh isi perutku sampai kosong.


"Aiden? Jangan di muntahkan!"


"Tidak! Tubuh ku tercemari."


Sampai beberapa detik kemudian, rasanya sedikit lega, seperti seluruh isi perutku sudah ku keluarkan kembali. Bahkan mereka semua keluar dari perutku dalam keadaan bergerak-gerak dengan sendirinya, seperti lendir hidup yang memiliki kaki.


"Kamu bilang jangan di muntahkan? Apa-apaan dengan lendir yang berjalan ini? Hihihi! Menggelikan" Ucapku dengan nada ngeri sambil sedikit merasa kejang.


Jadi begini, aku akan menciptakan sesuatu yang belum pernah kamu lihat. Lihatlah!


Ku tunjukan padanya ketika aku menciptakan sebuah bungkusan mie dengan judul mie instan sedap di depannya, tentu saja bersama gambar mie di mangkuk dan mungkin terus dan lauk lain di atasnya, ini sudah menjadi ciri khas produk.


Apakah kamu pernah melihat ini?


"Tidak."


Tepat sekali! Bakat buruk mu dalam memasak tidak perlu di lanjutkan, karena pada dasarnya kamu memang tidak berbakat.


PLAK!


Dia menamparku dengan wajah marah dan mencubit tanganku.


"Perkataanmu dari tadi benar-benar kasar! Kamu tidak tahu cara berbicara yang lembut? Sebagai wanita aku juga memiliki perasaan."


Aku tidak menyangka dia akan marah dengan wajah yang seperti ingin menangis.


Tapi aku harus tetap memperlihatkan kegunaan mie ini, inilah mie instan dari dunia manusia, aku mengingat dengan jelas bungkusan nya serta wujud dari bumbu di dalamnya. Ambil piring, ku letakan semua bumbu dan minyak sachet nya di piring.


Marie memperhatikanku lagi, namun dia tidak mau lagi melihat wajahku karena marah, ketika aku melihat ke arahnya, dia berpaling ke arah lain. Ya sudahlah, ku teruskan untuk menunggu sampai air nya mendidih dan memasukan mie nya ke dalam sana. Menunggu beberapa menit untuk di angkat kembali.


Dia terus melirikku, ketika aku tidak melihatnya, jadi aku langsung saja mengejeknya lagi.


"Tidak perlu jual mahal seperti itu, aku tahu kamu melirikku daritadi, dasar konyol."


Dengan cepat dia maju dan menarik rambutku kembali.


"Apa-apaan denganmu? Aku bahkan tidak melirikku daritadi! Berhenti mengoceh."


Kurasa seharusnya kamu lah yang berhenti marah dan menarik rambutku, cukup lihat caraku memasak benda ini dengan benar. Okelah ... benda.


Sebenernya aku terbiasa menganggap banyak hal bagaiakan benda, bagaikan aku terkadang menyebutkan kucing sebagai benda.


Dan beberapa menit kemudian, mie nya sudah mulai mengembang dan sedikit berbusa, menandakan bahwa itu sudah bisa di angkat ke piring, ini adalah caraku, aku tidak tahu bagaimana cara orang lain memasak nya.


Tuan putri, yang mulia, nyonya, ratu atau apapun itu~ bolehkah aku minta tolong?


"Apa lagi?!"


Kuharap kamu mau mencampur semua mie ini dengan bumbu di bawahnya secara merata, pastikan semuanya di campur dengan benar.


Kuberikan piring mie ini kepada Marie, dan kukatakan untuk mengaduknya secara merata dengan benar, agar setiap bumbunya mengenai bagian mie nya dengan sempurna.


Dan lihatlah dua produk lagi.


Jadi aku menciptakan dua bungkusan berbeda dimana satu kemasan berisi kentang beku, dan satunya lagi adalah nugget ayam beku juga, semua bagaikan dari dalam freezer.