Reborn As A Tyrannical Demon Lord

Reborn As A Tyrannical Demon Lord
Chapter 116 : Power from hell




WUSH!!


Wush!! Wush! Wush! Wush! Wush! Wush!


...........


Semua nya berjatuhan untuk tujuan yang sama.


Dia kemudian memperlihatkan sayapnya yang terbuka dengan lebar, bersedia dengan tangannya yang memegang sebuah pedang hitam panjang.


Saat semua pedang datang, dia memotong semua pedang dan tombak memakai pedang hitam nya.


"Wah, Wah~ langit yang begitu mematikan. Gerakannya juga cukup cepat, mari lihat sejauh mana kamu bertahan."


Aku melihatnya dari kejauhan sambil berkacak pinggang, rasanya senang ketika melihat seseorang dalam kesulitan.


Kemudian aku mengarahkan tangan kananku ke arahnya untuk membuka gerbang di langit lebih banyak lagi. Semakin banyak yang terbuka, semakin banyak senjata mematikan yang lebih cepat, dan semakin tinggi rasa penindasan yang ada. Iblis mungkin masih bisa menahannya sedikit, namun untuk manusia dan mahluk lain, mereka akan di penuhi rasa takut dengan keberadaan gerbang Neraka.


Tang Ting! Tang! Tang! Tang Ting! Tang! Ting!


Tang! Ting! Tang! Ting!!


Dia terus mengayunkan pedang nya. Begitu cepat dan cepat untuk menahan semua serangan pedang dari tanah dan langit. Sayapnya terbuka ke segala arah untuk mengibas udara dan membelokkan angin sehingga mengubah jalur pedang-pedang yang lainnya.


Ketika aku terus memerintahkan neraka untuk menambah tembakan yang lebih cepat, dia mulai kewalahan untuk membelah setiap pedang yang ada.


Cukup bagus.


Pedang, tombak, kapak, dan lain-lain dengan total jumlah delapan ratus ribu lebih berhasil di tebas dalam sedetik. Kemudian sayapnya tidak robek, hanya sedikit terbakar.


Pada akhirnya, dia mulai merasa marah lagi dan terbang ke langit sambil berputar bersama sayap hitam yang menutupi seluruh tubuhnya. Putaran dari tubuh dan sayap nya yang menghasilkan tabrakan angin yang tidak jelas karena begitu cepat sehingga menciptakan sebuah tornado dan badai hitam raksasa yang belum pernah kulihat seumur hidupku.


"Boleh juga~"


Aku masih berdiri disini, namun bukan berkacak pinggang lagi, rasanya melelahkan jika terus melakukan gaya itu. Padahal aku tahu staminaku berlimpah tanpa batas, namun, mempertahankan posisi dan gaya dalam pertarungan itu berbeda. Jadi aku memasukkan kedua tanganku pada saku celanaku untuk mengganti gaya lain.


Tornado ini begitu besar, menjulang tinggi hingga bertabrakan dengan gerbang-gerbang Neraka yang ku ciptakan. Menerbangkan apapun yang ada di sekitarnya dan membelokkan semua tembakan untuk berputar mengikuti tornado.


Langit semakin gelap disertai beberapa sambaran petir yang terlihat bagaikan putih dan ungu menyambar apapun yang ada di bumi menjadi lenyap seketika.


Aku kemudian menarik satu jariku lagi untuk mengubah seluruh gerbang di langit menjadi satu. Dengan begitu, gerbang-gerbang kecil yang tidak terhitung jumlahnya akan membesar dan terus membesar hingga mereka bertabrakan dengan gerbang yang lain, dua gerbang yang tergabung akan menciptakan gerbang yang lebih besar, sama seperti bagaimana 1+1 dan hasilnya adalah 2.


Untuk semua gerbang yang tak terhitung jumlahnya, aku mengubahnya dalam sekejap hingga membesar dan menyatu menjadi gerbang neraka, jika bersatu dengan ukuran ekstra besar seperti ini, maka aku menyebutnya sebagai Lubang Givantas.


Dimensi robek dan terhubung langsung ke neraka yang lebih kuat, namun aku mencoba agar mahluk-mahluk neraka tidak keluar kesini untuk melarikan diri dari sana. Teriakan kacau dari siksaan Neraka terus keluar secara bersamaan. Teriakan manusia, iblis, bahkan dewa yang di siksa oleh Tuhan di neraka.


Teriakan ini mulai menghancurkan lapisan dimensi satu per satu dan semakin lama teriakan ini terdengar, semakin cepat juga kehancuran dunia akan berlangsung. Namun aku terus menguatkan lapisan antar dunia ku dengan realita, mencoba agar kehancuran ini tidak terhubung.


Tanah-tanah mulai bergetar, batu-batu mulai terangkat ke langit. Gedung-gedung yang tidak di ketahui, entah dunia mana yang ku salin. Seluruh bumi mulai mengikuti tarikan gravitasi bagaikan lubang hitam.


Gerbang ini bukan sebesar langit yang menyelimuti bumi, melainkan ... sebesar triliunan kali ukuran bintang raksasa. Ini terbuka di angkasa lepas, menghancurkan tata surya, menggeser semua yang ada dari orbitnya, hingga memusnahkan galaksi termasuk menarik miliaran galaksi di sekitar untuk mengikuti tarikan dan terbakar.


Ini bukan teknik seperti yang di lakukan Dyland, namun ini adalah teknik yang lebih hebat. Jangan samakan pembuka gerbang neraka dengan kekuatan lainnya.


Tanah dan bebatuan mulai terbang ke angkasa dan terbakar menjadi debu. Bahkan matahari sekalipun berubah bentuk perlahan, hancur terbakar oleh panas dari Givantas Hole.


Tidak ada yang bisa menahan panasnya api neraka, bahkan jika orang konyol pengendali api menyebut dirinya sebagai dewa api atau dewa matahari sekalipun.


Panas api neraka itu tiada banding nya.


...Inilah kekuatan Neraka...


Jika hanya matahari, atau seratus triliun kali lipat lebih panas dari matahari, itu tidak akan mampu menyamai panas api neraka. Dan ini masih neraka kedua. Aku hanya menyebutkan mereka sebagai Neraka tertinggi dan terdalam, namun ini baru permulaan.


Ada sepuluh lapisan neraka. Lapisan terbawah adalah neraka biasa dengan siksaan yang cukup kejam untuk para pendosa kelas atas. Lapisan kedua sudah cukup untuk menyiksa semua iblis yang melebihi pendosa biasa.


Jangankan lapisan kedua, neraka lapisan pertama saja sudah tidak bisa di bandingkan dengan panas apa saja yang ada di dunia.


Yah, lapisan berikutnya adalah lapisan ketiga. Lapisan yang cukup untuk membakar triliunan alam semesta tanpa hitungan detik.


Tapi aku sudah membuka gerbang Givantas untuk pertama kalinya. Untuk berpikir sesuatu, aku tidak pernah masuk ke dalam neraka, tapi aku cukup tahu apa yang ada di dalam sana.


Begitu luas.


Begitu menyakitkan.


Penuh penderitaan.


Sebuah gunung dari neraka sepertinya cukup untuk menghantam wajahnya sekali lagi.


Aku melayang di luasnya angkasa dunia ku sendiri. Tornado sudah selesai, tidak ada yang menarik. Karena bumi sudah hancur, bahkan tata surya hancur begitu saja terbakar oleh panasnya gerbang ini.


Aamon: "Sial!! Seseorang tolong aku!!"


Dia terus berharap sesuatu untuk menolongnya. Bahkan itu sudah transformasi ketiga dengan sayap hitam yang begitu besar. Sayap yang menghasilkan tornado besar yang cukup untuk mengguncang seluruh benua.


AHAHAHAHAHAHA!!!!


Aku terus tertawa dan tertawa, suaraku sepertinya terdengar di seluruh dunia ku. Menyiksa seseorang itu menyenangkan, terus menindas mereka sampai di ujung kematian.


Dan jika aku belum puas.....


....Aku akan membangkitkan seseorang lagi dan menyiksanya terus-menerus.


Aamon: "Aku belum selesai! Jangan berpikir kamu bisa menang!"


Oh~ apalagi yang coba di katakan orang bodoh ini.


"Maaf saja, suaramu terlalu kecil, aku sulit berinteraksi dengan mahluk yang begitu lemah."


Sebenarnya tidak ada masalah, kami bahkan masih bisa berinteraksi dan mendengarkan ucapan satu sama lain walau saling berjarak ribuan tahun cahaya jauhnya.


Aku hanya suka mengejek.


Tubuh dan wajahnya kemudian robek, seluruh kulitnya yang begitu kebal mulai luntur dan robek kemana-mana. Seperti ular yang berganti kulit, namun yang ini menjijikan.


Setengah wajahnya di lahap oleh api yang menyelimuti sebagian tubuhnya. Hingga api yang membakar tubuhnya kemudian menciptakan wujud baru yang terlihat lebih kokoh, bentuk dan ukuran tanduknya bahkan berbeda dari sebelumnya, ini terlihat seperti tanduk Ichigo pada mode vasto lorde nya.


Tanduk yang memanjang kedepan bersama tubuhnya yang di kelilingi oleh zirah hitam bercampur ukiran-ukiran kacau. Segala pecahan bintang yang mendekat ke arahnya segera hancur. Sayapnya tidak berubah, namun menjadi lebih kebal dari sebelumnya.


Transformasi keempat yeah, aku menantikan kekuatan selanjutnya.


Dia terbang pada pecahan angkasa sambil mengendalikan tarikan gravitasi Gerbang Givantas. Dia terus mencoba dan mencoba untuk mempertahankan posisinya di sana untuk tidak terhisap.


Aamon: "Ini lah mode terakhirku! Mari lihat apakah kamu mampu menghancurkan ku? JahahaHAHAHAHAHA!!!"


Suara nya mulai berubah, terdengar seperti dua orang yang berbicara bersamaan. Satunya terdengar suara normalnya, dan satunya lagi adalah suara bagaikan dirinya yang berada di neraka.


Jadi begitu, dia mulai mengambil kekuatan dari neraka juga. Semua iblis memang mengambil kekuatan dari Neraka untuk transformasi mereka, neraka adalah sumber energi dan kekuatan seluruh iblis, Fyrena mengatakan itu padaku.


Kemudian dia maju begitu cepat, lebih cepat dari mata yang berkedip. Bagaimana seseorang bergerak menempuh ribuan tahun cahaya dalam sekejap mata. untuk mencapai tempatku melayang.


Dia datang untuk mengayunkan pedang nya sekali lagi.


Aku menghindari serangannya dengan cepat untuk berpindah posisi. Ketika aku berbelok, di tangannya terkumpul energi yang begitu kacau, aku tidak tahu itu energi apa, namun rasanya cukup kuat.


Dia menyerang ku begitu cepat untuk menembus perutku, kekuatan yang cukup kuat ketika tangannya menabrak ku. Membuat ku terlempar lebih jauh lagi di angkasa.


Setelah membuatku terbang sekejap, dia datang dengan sekejap juga untuk memberikan pukulan selanjutnya yang membuatku menabrak bebatuan angkasa.


"Kurang ajar!!"


Aku langsung berpindah untuk melayangkan tinjuku ke wajahnya.


KREETEKK!!!


BRUAKK!!


Tinju ku mendarat di wajah setengah tengkorak nya, perlahan retak dan pecah hingga api dari wajahnya keluar lagi untuk menciptakan topeng setengah wajah yang baru.


Dia terlempar cukup jauh untuk serangan brutal yang membuatku cukup tidak senang. Dua ratus miliar tahun cahaya jauhnya dia ku terbangkan. Tidak peduli apa yang dia tabrak, bahkan material terkeras di alam semesta pun akan dia tabrak dengan pukulan ku.


Aku tidak akan kalah cepat oleh gerakannya. Karena ini adalah dunia ciptaan ku. Aku bebas berada di titik mana saja menempatkan posisiku.


Tidak peduli seseorang mencapai ku sejauh miliar tahun cahaya dalam sekejap, aku akan langsung menyentuh nya dan memukulnya.


Lebih dari dua ratus miliar tahun cahaya jauhnya, aku sudah berada di sana untuk memukul wajahnya sekali lagi dan memecahkan dimensi. Melanjutkan pukulan dua kali lipat dari sebelumnya. Terbang sejauh tujuh ratus miliar tahun cahaya hingga jarak tidak terbatas selanjutnya yang terlalu cepat hingga memecahkan dimensi terus-menerus.


Dia terus terbang, menabrak dimensi dan berpindah dimensi. Bahkan tidak ada reaksi untuk menghindari pukulan ku, itu kecepatan terbang yang cukup baik untuk merasakan jiwa seseorang. Namun dia masih begitu kebal.


Lapisan dimensi yang tak terhitung pecah terus-menerus. Hingga aku bisa langsung menyentuh nya dan menendangnya ke sebuah bintang yang besar.


Setelah dia mendarat, dia langsung menghilang begitu saja dan berpindah dengan sayap nya yang membawa aura kegelapan sambil memukulku dengan pedang hitam itu lagi.


Tang!!!


Aku menangkis serangannya dengan pedang cahaya jingga yang tercipta dengan refleks untuk menahan serangannya. Dia menarik tanganku dan mencoba melempar ku ke suatu tempat.


"Mati sajaa kauuu AIDENN!!!!!!"


Dia terus memukul dengan pedang sambil mengibaskan sayapnya ke angkasa. Memukul ku berkali-kali tanpa henti yang menyebabkan keretakan dimensi yang tak terhitung jumlahnya lagi.


"Terlalu banyak bicara! Dasar samsak!!!"


Ucapku sambil membalas tinju ke tubuhnya yang membuatnya jatuh ke daratan bintang mati.


Aku masih melayang di atas langit yang penuh kekacauan, menunggu respon serangan selanjutnya dan mengharap sesuatu yang menarik atau semacam sihir pamungkas dengan kehancuran skala besar.