Reborn As A Tyrannical Demon Lord

Reborn As A Tyrannical Demon Lord
Chapter 63 : Witch from another world




Dalam perjalanan pulangku, bahkan setelah sampai di rumahku, ada suatu hal yang terus terpikirkan olehku sejak tadi. Itu adalah tidur di dalam kelas yang sedikit singkat sampai Noah keluar meninggalkan kelas, namun, mimpi ku terasa begitu panjang, aku bertemu dengan beberapa orang. Yang ku ingat di antaranya adalah lelaki berambut hitam dan wanita gadis berambut hitam dan warna abu-abu silver di ujung-ujung rambutnya.


Aku bertarung dengan mereka semua, entah apa alasannya. Tapi ada satu lagi sosok lain yang tidak bertarung di dalam mimpiku. Sesosok bagaikan Valerie, memiliki rambut dan bulu mata putih melentik, tinggi nya hampir sama sepertiku, sementara yang lainnya terlihat seperti lebih tua dariku, mungkin sekitar tujuh belas atau delapan belas tahun.


Mimpi itu samar-samar bersama pertarungan, dan aku tidak mengingatnya lagi. Sejak dulu, aku selalu melihat masa depan melalui mimpiku dan 70% sudah pasti akan terjadi. Bukan berarti aku bisa melihat seluruh masa depan dengan sempurna dari mimpiku, itu terkadang terjadi secara tiba-tiba untuk memperlihatkan sesuatu yang akan terjadi padaku atau berhubungan dengan orang-orang di sekitarku.


Kemudian dari arah lain terasa pendengaranku dengan bunyi aneh yang tidak jelas, sangat kecil tapi seperti mengarah padaku. Suara ini daritadi terdengar sangat jauh, bahkan sampai ratusan mil jauhnya, aku masih bisa mendengar suara semut berbicara jika aku mau.


Suara ini mendekat dan melaju ke arahku. Jadi, kuputuskan untuk berlari keluar. Ketika pintu ruang tamu kubuka dan sebuah cahaya yang sangat cepat melaju ke arahku dan menabrak ku secara tiba-tiba.


PLUSHH!!


Dan kupikir inilah tabrakan dari sesuatu yang sangat cepat, kupikir aku akan di tabrakan ke tembok dan menabrak begitu banyak sesuatu di belakang. Tapi aku di tabrak dan menembus dimensi lain bagaikan tercelup ke dalam air.


Sosok lelaki berjubah hitam, tidak, lelaki ini seperti orang yang ada di dalam mimpiku. Apakah dia juga iblis? Tapi dia memakai seragam sekolah warna merah, seragam dari akademi manakah ini?


Kurang ajar! Aku di tabrak sampai masuk ke suatu tempat dan menabrak dinding bangunan begitu banyak.


"Sialan! Apa maksudmu menyerang ku secara tiba-tiba seperti itu?"


Aku benar-benar emosi dengan kedatangan seperti itu, membuat pakaianku menjadi acak-acakan, bahkan rambutku menjadi benar-benar berantakan.


"Ternyata selama ini kamu bersembunyi di tubuh anak sekolah! Dasar tuan raja iblis!!"


Ucap lelaki itu setelah mencekik ku ke tembok dengan erat, jadi ku tabrak dan ku tendang balik lelaki ini agar menjauh dariku. Tidak masuk akal, sesuatu kesalahan jika dia menganggap ku raja iblis.


Sesosok wanita berambut hitam dengan beberapa helai abu-abu kemudian keluar dari dimensi dengan sebuah buku seperti buku sihir melayang di tangannya dan gadis berambut merah muda yang juga ada disana. Beberapa saat kemudian, beberapa robekan di udara terbuka ketika beberapa orang lagi keluar dengan beberapa gadis dan ada lelaki juga.


Ada lagi lelaki disana yang mengenakan seragam almamater merah seperti tiga orang sebelumnya. Apakah lawanku sudah memeriksa identitasku sebelum mengikuti pertandingannya? Jadi, mereka pasti mencegah dan mencoba membunuhku disini agar tidak mengikuti pertarungan itu.


"Kalian, dari akademi dunia iblis lain bukan? Aku tahu kalian ingin menang, tapi ini bukanlah cara yang adil untuk bertarung di luar arena resmi."


"Akademi dunia iblis lain? Apa maksudmu?"


Ucap gadis berambut hitam itu.


"Apa maksudku? Aku yang seharusnya bertanya apa maksud kalian menyerangku secara tiba-tiba dan membawaku kesini."


"Maaf, kami datang ke dunia iblis karena mengejar iblis berjubah putih, namanya Dylan, apakah kamu mengenalnya? Pasti kamu mengenalnya bukan?"


Aku bahkan sama sekali tidak mengerti siapa Dylan dan siapa iblis berjubah putih itu, jika ini adalah masalah dari dunia iblis lain, maka itu menjadi sebuah kesalahan yang berurusan denganku. Aku seharusnya tidak ada hubungannya dengan masalah iblis di dunia lain.


"Kamu tidak perlu bersembunyi dengan tubuh itu, wahai raja iblis, tunjukan saja wujud aslimu yang menjijikan itu."


"Aku bukanlah raja iblis! Kalian salah!"


"Cecillia Achiles? Apakah itu bukanlah namamu juga? Kamu adalah iblis yang membantai dunia manusia yang tak terhitung sejak miliaran tahun yang lalu." Tanya gadis berambut hitam.


"Cecillia? Achiles? Nama itu..."


"Kalian salah! Tidak ada sejarah yang mengatakan bahwa Cecillia Achiles adalah raja iblis, dia bahkan tidak pernah tertulis di dalam sejarah dunia iblis manapun, terkecuali iblis yang gagal untuk berusaha masuk ke wilayah iblis yang lebih tinggi."


"Kalian, turun ke bawah sini dan bicara dengan sopan padaku."


Ucapku sambil menunjuk ke tanah, mereka semua melayang di langit dari robekan ruang itu. Anak-anak dari dunia lain ini salah menyerang orang.


"Bicara dengan sopan? Kamu sendiri akan menjadi perusak alam semesta di masa depan, bagaimana bisa kami akan membiarkanmu hidup begitu saja?" Ucap gadis berambut merah muda.


Sialan! Mereka semua memang terlalu banyak omong.


"Dari mana kalian tahu hal seperti itu?"


Ketika aku bertanya seperti itu, sosok gadis keluar lagi dengan rambut ungu membawa sebuah bola kristal melayang di tangannya dan bersinar dengan terang. Ketika dia tiba, mereka semua turun bersama ke arahku, mencoba membuatku melihat dengan jelas isi dari bola kristal itu.


"Bagaimana bisa kami tidak tahu? Teman kami, adalah Flaire, seorang penyihir muda yang kami ketahui dalam pertemuan sebuah permainan dunia sihir, kami bisa melacak keberadaan iblis yang lari dan menangkap titik akhirnya sampai ke dunia iblis, namun, bola kristal itu tidak lagi menangkap iblis bernama Dylan yang merusak kota kami tadi malam, sebagai gantinya, inilah yang kami temukan, dan itu adalah kamu."


Di dalam bola kristal itu, terlihat sosok berjubah hitam ungu seperti yang kukenali, wajah nya belum terlihat, namun aku tidak tahu dia bertarung dengan siapa di dalam sana, melemparkan bola-bola cahaya ungu itu.


"Kamu tau apa yang kamu lakukan? Kamu menghancurkan banyak alam semesta, setiap cahaya itu adalah alam semesta kehidupan tak bersalah yang kamu hancurkan, tidak hanya dunia mu sendiri, kamu akan mengacau ke seluruh alam."


"Tidak! Kalian salah paham! Wajah ini memang mirip denganku, tapi aku mengenal seseorang ini."


"Hah? Siapa? Katakan?"


Aku benar-benar terpojok dan seperti di interogasi dengan ketat, jadi aku menjelaskan bahwa itu adalah Fyrena, seorang leluhur iblis yang sudah mati, dan memberikan ku kekuatan seperti itu. Kesalahan apakah ini, awalnya mereka berpikir bahwa aku adalah Cecillia Achiles, kemudian di hubungkan dengan sosok Fyrena. Walau yang paling berhubungan dengan ku adalah Fyrena.


Tapi siapa Dylan? Dia adalah iblis sebenarnya yang mengacau ke dunia lain dan membuatku di fitnah seperti ini.


"Tidak ada yang memfitnahmu, kamu adalah orang di masa depan itu. Kami meramal semuanya setelah mengumpul kekuatan sihir untuk menangkap ramalan ini." Ucap gadis berambut ungu itu.


Ternyata dia bisa membaca pikiranku, orang-orang ini tidak bisa di remehkan.


Penyihir? Penyihir yah? Aku tidak ingat di dunia iblis ada kata penyihir, karena penyihir adalah manusia yang memiliki hubungan gelap dan biasanya melakukan kontrak dengan iblis dan setan untuk melancarkan sihir hitam mereka, dan iblis bukanlah penyihir.


"Tunggu dulu, kalian ini bukanlah iblis?"


"Tentu saja, bukan, kami manusia walau kami semua berasal dari dunia yang berbeda."


Ucap lelaki itu lagi.


"Airin! Akira! Kalian sudah melihatnya bukan? Sudah jelas iblis ini penuh tipu daya, dia pintar berakting. Tanda di lehernya itu, tidak salah lagi, itu adalah tanda dari ramalan buku sejarah dunia peri." Ucap lelaki yang satunya lagi.


Jadi aku mencoba mengelak dan berbicara, namun sebuah kekuatan sihir yang begitu cepat mengarah padaku hingga menabrak tanah menjadi terbakar seperti lava. Kekuatan mereka cukup besar juga, namun ini bukanlah suatu keadilan jika harus satu orang melawan tujuh orang.


Mereka maju secara bersamaan ketika gadis itu datang dengan sebuah pedang sabit yang tajam, dan kedua lelaki ini maju juga dengan kecepatan yang sangat tinggi bersama pedang mereka, Jadi ku ciptakan pelindung anti sihir seperti yang di lakukan Marie, namun ini bukan hanya menahan serangan iblis, namun semua kekuatan sihir ataupun hal magis lainnya.


Ketika pelindung merah cahaya berlapis tanpa batas ini melingkari diriku dengan area luas di dalamnya, mereka tidak bisa menembus bilah-bilah pedang mereka ke dalam sini. Jadi aku hanya tersenyum penuh percaya diri. Karena aku memiliki kekuatan yang berlimpah sekarang.


Tapi sayangnya, gadis di belakang sana dengan buku yang melayang di tangannya menciptakan sebuah mantra, seperti melakukan hal-hal yang menciptakan sihir dan segera menembus pelindung sihir ini.


Aku terus mundur dan mengaktifkan lagi pelindung itu secara terus menerus. Kuciptakan kloningan pedang hitam seperti yang kubeli di toko itu, akan ku pakai setidaknya untuk melawan tiga orang ini, dan untuk gadis dengan buku sihir di belakang itu, aku hanya perlu terus mengindari nya.