
Yang bertanduk maju beberapa langkah mendekatiku, sedikit menunduk dengan senyum menindas.
"Ahahaha.... Aiden, pikirmu kamu bisa menyegel kekuatanku? Aku sebenarnya bisa mengirimkan avatar lain dari diriku, tidak peduli berapa jumlahnya." Ucapnya sambil tertawa seperti benar-benar menang.
Dia kemudian mendekatiku dan berbisik di telingaku.
Kutukan ini sebenarnya tidak akan pernah hilang lho, kamu hanya berpikir bahwa itu hilang? Aku sebenarnya mengutuk setiap dirimu. Jiwa mu, hati mu, pikiranmu, sekalipun kamu memiliki avatar lain sepetiku, kutukan ini selamanya.
HAHAHAHAHA...!
Tch...
Hhhehe.... hahahahHAHA!!
Marie: "Kenapa kamu tertawa? Apanya yang lucu?"
"Oh, Mari– tidak, lebih tepatnya haruskah aku memanggilmu dengan panggilan Haumea?"
Segera ikatan tali dan rantai yang mengikatku dengan kuat di kursi kayu itu segera ku bakar semuanya sampai tak tersisa. Ini hanya terbakar dalam sekejap mata dan menjadi debu dalam sekejap juga, seseorang tidak akan melihat bahwa apapun yang kuhancurkan adalah dengan cara ku bakar.
Aku maju selangkah menuju ke arah Marie yang memakai daster, wajahnya tidak terlihat terlalu marah, namun sedikit tenang dari yang bergaun merah dengan tanduk.
Aku melewatinya, tetap berjalan menuju si daster hitam. Dia mundur ************ lagi karena aku terus bergerak maju.
"Jadi, Marie yang ini tidak bisa melakukan apa-apa yeah? Lalu, dia mengirim avatar nya yang lain lagi dari dunia iblis dengan kekuatan perusak yang sama."
Aku kemudian menyentuh dahi Marie yang memakai daster hitam, menambahkan simbol iblis khusus ku, salah satu segel yang absolut untuk menyegel kekuatannya yang lain. Tidak akan ada sihir, kekuatan supernatural dan lain-lain semacamnya.
Marie: "Apa yang kamu lakukan?"
"Hanya menyegel mu sekali lagi, tapi kali ini berbeda. Karena aku menyegel semua avatar dari dirimu, tidak peduli avatar baru mana lagi yang kamu ciptakan, dia akan tercipta tanpa satupun kekuatan."
Marie: "Kenapa kamu bisa melakukan hal seperti itu?"
"Yeah, tentu saja bisa, dan sebenarnya aku juga tidak menghapus kutukan ini, hanya menghilangkan tandanya sejenak dari tubuhku."
Aku terus tersenyum untuk mengejek wajahnya yang terlihat marah. Tapi dari lantai pertama tepat di ruang tamu, terdengar suara ketukan seseorang. Aku tidak tahu, tamu mana yang mengunjungi rumah kami di pagi hari begini.
Jadi, aku dan Marie turun bersama ke bawah untuk melihat tamu yang datang. Bahkan setelah kami bergerak terlalu lama untuk merespon, dia membunyikan bel tidak hanya sekali dua kali, tapi melakukan spam bel terus menerus yang berisik.
Aku kemudian membuka pintu ruang tamu yang terkunci, seorang pria tua gendut berusia enam puluh delapan tahun, di lihat-lihat dia mirip seperti kakek tua buncit di dalam komik.
Tapi, orang tua di dalam komik itu bukanlah mahluk biasa, terkecuali yang berdiri di depanku sekarang.
Yang ini hanyalah orang tua biasa yang mengetuk pintu rumahku dengan sedikit kasar dan memasang wajah yang tidak menyenangkan.
"Permisi, ada yang bisa saya bantu?"
"Ekhem... anak muda, sepertinya kalian adalah penghuni baru rumah ini, dan aku adalah tetangga kalian yang tinggal di sebelah."
"Em, ada perlu saya bantu? Saya harap bisa membantunya."
"Jangan bertingkah sok sopan, bocah. Dimana orang tua kalian?" Tanya orang tua ini dengan nada yang sedikit lebih tinggi dari sebelumnya.
"Maaf, kami tidak memiliki orang tua, kami hanya tinggal berdua." Jawabku pada orang tua berengsek ini.
"Tidak mungkin! Jangan berbohong! Dimana orang tua kalian, atau aku akan masuk dengan paksa untuk memperingatkan mereka."
"Pak tua, maaf, adikku sudah bilang kalau kami tidak memiliki orang tua, dan hanya kami berdua saja yang ada disini, katakan apa masalahmu?"
Orang tua dengan perut buncit dan pakaian taman nya ini terus mengoceh dengan berisik, bahkan mungkin tetangga lain yang masih tidur bisa mendengar suaranya yang semakin keras.
Dia terus bersikeras agar kami membangunkan orang tua kami dari tidurnya karena suatu alasan untuk memperingatkan kami.
"Pak tua, sudah ku bilang, kami tidak memiliki orang tua, kami hanyalah saudara kandung yang membeli rumah ini tadi malam, saudara kandung yang bisa menjaga satu sama lain di antara mereka, sekarang apa masalahmu? Ku ulangi, apa masalahmu!"
Marie tetap terlihat santai dengan senyuman pahit yang mengejek.
"Apa kalian tahu? Kalian melakukan kebisingan di pagi hari, aku bangun membersihkan seluruh rumahku dan mencoba beranjak ke tamanku, tapi karena kebisingan kalian, bahkan cucuku yang masih bayi menangis tak henti karena suara kalian yang bahkan terdengar hingga ke sebelah, menantuku dan pelayan kami bahkan menjadi kesulitan!"
"Oh? Hanya itu, kalau begitu maaf."
Ucapku sambil menarik gagang pintu untuk menutup kembali.
"Kurang ajar! Dasar anak-anak tidak punya moral, akhlak kalian benar-benar buruk!" Ucapnya dengan sangat keras.
Bahkan seorang wanita berusia tiga puluh dua tahun, dan seorang pelayan wanita berusia dua puluh lima tahun keluar dari dalam rumahnya juga. Mungkin ini adalah anak dan pelayan yang di katakan orang tua ini. Aku sudah menutup setengah pemandanganku, namun aku berhenti karena mendengar ucapannya.
Aku melangkah keluar dari dalam rumahku, turun dari satu anak tangga ke anak tangga kecil yang terakhir.
"Orang tua, aku sudah meminta maaf, apalagi maumu?"
"Permintaan maaf mu itu benar-benar tidak sopan, dasar anak-anak kurang ajar, mungkinkah ajaran dari orang tua kalian sebelumnya begitu buruk? Sepertinya setelah menjadi yatim piatu, kalian menjadi anak-anak tidak berpendidikan yang bahkan lebih buruk lagi."
.....
Dia melanjutkan ucapan pedas nya lagi.
"Manusia, bahkan sudah menjadi manusia bau tanah sekalipun, berani-beraninya kau berbicara seperti itu. Aiden~ lakukan sesuatu pada manusia konyol ini."
Yang di katakan Marie memang benar, aku perlu melakukan sesuatu untuk mengakhiri perdebatan tidak berguna ini, sebelum suasana menjadi ramai gara-gara orang tua ini.
"Orang tua, aku hanya punya peringatan pertama, beranjak lah keluar dari halaman rumahku tanpa ocehan sedikitpun, tarik kembali semua ucapanmu itu."
Jika tidak,
Kamu akan menerima konsekuensi paling menyedihkan untukmu. Kamu bahkan melukai perasaan nya, dan itu membuatku tidak senang.
Tidak ada peringatan kedua.
Aku memangil Marie dengan telepati dan bertanya soal sesuatu.
Dia merespon...
"Apa?"
"Sesuatu untuk menghapus iblis atau apapun itu, seperti apa namanya?"
Marie: "Oh, Deltioniv?"
"Apa itu?
Marie: "Kamu bertanya namanya bukan, seperti itulah namanya, menghapus seseorang selamanya."
"Sejauh mana aku bisa menghilangkan orang tua ini?"
Marie: "Tergantung kemampuanmu."
Baiklah...
Aku sudah mengatakan nya dengan sangat pelan dan nada yang rendah, membuat tubuhnya bergetar dan menyelimuti keberanian menjadi rasa takut dan mentalnya akan segera runtuh.
Pikiran nya pasti mulai menggila, dan tubuhnya mulai terasa mati rasa. Ini benar-benar menyenangkan, setidaknya biarkan aku mencoba sekali bagaimana rasanya...
"Pikirmu aku takut?!?! Dasar anak kurang aja–"
...PTEK!...
Tubuh orang tua berengsek ini ku ledakkan dalam sekejap hingga tidak ada satupun yang tersisa, apa yang akan keluarganya cari? Abu nya, roh nya, jiwa nya? Percuma saja, sudah kukatakan untuk melangkahkan kakinya keluar, tapi dia masih terus berisik dan membuat kebisingan konyol.
Tidak akan ada lagi orang tua bodoh ini, selamanya. Jangan berpikir bahwa dewa atau apapun itu akan membuatmu bereinkarnasi dari kematian yang kuberikan, bahkan di seluruh alam semesta dan cerita mana pun, dia tidak akan pernah ada lagi, karena kamu sudah terhapus sepenuhnya, membunuh orang tua ini saja bukanlah kata yang tepat, menghapus keberadaanmu memang lebih cocok, kekuatan yang belum pernah ku gunakan dari imajinasi ku.
Hanya perlu ku inginkan saja, bahkan tidak perlu dengan imajinasi yang sulit untuk menghapus keberadaan seseorang sepenuhnya, rasanya seolah-olah kamu memiliki sebuah buku cerita berisi alam semesta tak berujung dengan jumlah yang tidak terbatas, dan kamu menghapus kakek tua berengsek ini dari semuanya.
Hilang dari realita.
Hilang dari ingatan.
Hilang dari ilusi, khayalan, mimpi.
Kamu hilang lebih dari terhapus dalam kekosongan.
Jika itu bisa, dan jika orang tua ini bangkit lagi. Itu adalah keajaiban dari Tuhan. Tapi mana mungkin Tuhan akan menciptakan kembali orang tua ini, di matanya, baginya, orang tua ini hanyalah satu dari keberadaan yang tidak terbatas.
Dan orang tua ini.... Tidak ada artinya.
Jadi seperti ini rasanya.
HihiaAHAHAHA!!!
"Marie! Lihat, bahkan keluarganya menjadi sebodoh itu, orang tua menyedihkan ini benar-benar terlupakan dalam sekejap, entah namanya atau fotonya dimanapun itu, jangan berpikir bahwa itu masih ada."
"Ya, aku tahu itu, aku sudah sering melakukan hal kejam ini pada iblis lain."
Ini cukup menyenangkan, andai saja wajah sengsaranya masih ada dan tetap terlihat di jiwa keluarganya. Anaknya dan pelayannya bahkan melihat kematiannya di depan mata mereka, walau mata mereka tidak akan mampu menangkap gambaran untuk melihat penghapusan secepat ini. Mereka meninggalkan orang tua bodoh mereka ini seolah-olah orang tua ini memang tidak pernah ada.
Oh, kasihan sekali, tidak ... sebenarnya aku juga tidak kasihan sama sekali. Bayi yang di katakannya itu pasti akan beranjak dewasa, dia akan bertanya "Dimana kakek ku?" Oh, sayangnya seluruh keluarganya tidak akan pernah menganggap bahwa mereka memiliki kakek atau ayah seperti orang tua berengsek itu. Maka jawabannya adalah "Tidak ada!"
AHAHAAHAHAHAHAHAH....!!!
"Ngomong-ngomong, berhenti tertawa seperti itu, dan ajari lagi aku bagaimana cara menggunakan ponselku ini!"
"Oh, baiklah, tapi ... permintaanku perlu di kabulkan dulu."
"Katakan."
"Baiklah, kamu bukan kakakku bahkan pacarku dan sebagainya. Tapi sebagai calon istri yang baik, bukankah kamu perlu membuatkan ku hidangan atau sarapan pagi? Setidaknya tanpa ada pelayan, lakukan sendiri untuk melayaniku."
Hahaha, padahal aku hanya bercanda. Kurasa Marie kali ini akan menuruti perintahku, jika di gunakan kata-kata indah seperti itu mungkin akan menyentuh hatinya untuk bergerak dan melakukan keinginanku. Aku memang harus berubah, aku bukanlah manusia lagi, aku adalah iblis yang tidak ada masalah untuk melakukan hal seperti ini.
Bahkan seorang raja iblis dengan sistim pemerintahan tirani harusnya brutal dan tidak memperdulikan kepentingan siapapun, kecuali diriku atau sesuatu yang ku pilih.
Aku hanya melakukan apa yang ku inginkan, tidak peduli bagaimana pun itu, aku akan menghancurkan siapapun yang menghalangiku.