
Kembali pada sesuatu yang normal, aku mengatakan pada Marie untuk berhenti menembak. Saat itu juga, dia segera sadar bahwa pemimpin kawanan iblis itu sudah tidak ada di depannya.
Ini terjadi begitu cepat, pertarungan sejauh itu sebenarnya terjadi pada waktu yang tidak relevan, ketika Marie mengedipkan matanya, aku akan melangkah ke masa lalu, dan saat itu juga, aku sudah kembali menyelesaikan pertarungan ku dalam sekejap.
"Apa yang terjadi? Kemana dia pergi?!" Ucapnya sambil melihat ke segala arah.
Iblis itu mencoba membunuhku di masa lalu, tidak ku sangka dia mampu melakukan hal sejauh itu hanya untuk membunuhku ketika aku masih bayi.
"Bagaimana dengannya?"
Aku sudah membunuhnya, sama seperti kakek tua itu, tapi masih ada orang-orang lagi yang berdiri di belakang mereka semua. Iblis-iblis ini hidup di luar alam iblis, dan kekuatan mereka kuat.
"Kalau begitu lepaskan segel ku, dan biarkan aku menghabisi semua iblis yang ada di luar sana." Ucapnya dengan menyilangkan kedua tangannya.
Kamu juga bisa berbicara seperti itu yah, hahaha. Aku tidak akan melepaskannya.
"Kalau begitu aku akan kembali ke dunia iblis selamanya dan meninggalkan mu!" Ucapnya sambil membuang muka.
Aku mendekati diriku padanya, menatap wajah kesalnya beberapa saat dengan tatapan kosong, kemudian aku berjalan meninggalkannya.
Aku berencana meninggalkan tempat ini tanpa memperbaiki kerusakannya seperti semula, biarkan saja pemilik pusat perbelanjaan ini menangis atas kehancuran nya, bukan urusanku. Lagipula itu adalah takdir nya, apapun yang terjadi itu sudah di rencanakan Tuhan, bukan? Kalau begitu kerusakan pusat perbelanjaan ini adalah nasib buruk untuk pemiliknya.
Jika harus membangun kembali, dia membutuhkan biaya besar dan waktu untuk mendirikan kembali gedung ini. Yeah~ dan aku berani bertaruh bahwa gedung ini tidak akan memiliki desain yang sama seperti sebelumnya, aku menghapus setiap ingatan saksi mata. Oleh karena itu, tidak ada saksi mata maka kehancuran gedung besar ini di sebabkan oleh konstruksinya yang tidak kokoh.
Hahaha~ kasian sekali.
Aku berencana kembali ke rumahku sendiri, tidak bersekolah itu juga menyenangkan, dunia terasa seperti surga ketika seseorang merasakan kebebasan dan memiliki segalanya dengan sempurna. Yeah, walau hidupku belum tentu sempurna, tapi ini sempurna untukku.
Hanya butuh sedikit kesiapan lagi untuk diriku, dan aku akan kembali ke dunia iblis untuk menyatakan diriku. Aku akan mengambil gelar raja iblis untukku, dan mengubah nya menjadi raja iblis tirani hanya untuk ku.
Langkah selanjutnya, aku akan berpindah langsung ke rumahku dan ingin bertemu kembali dengan ponselku, kemudian internet ku. Ahh~ aku merindukan mereka padahal aku baru meninggalkan mereka beberapa jam.
Aku melepaskan sepatuku di lantai bawah, berjalan naik ke lantai dua menuju kamarku dan menyala AC. Beberapa menit berlalu, ruangan menjadi dingin dan aku membuat ruangan ini menjadi harum dengan parfum.
Baiklah, apakah ada serial hentai terbaru? Atau mungkin art 18+ terbaru, aku mencoba memeriksanya, dan aku menyembunyikan ikon aplikasi hentai di ponsel ku menjadi ikon cuaca, tentu saja ada aplikasi untuk memeriksa cuaca. Kini di ponselku ada dua aplikasi dengan ikon yang hampir terlihat mirip.
Aplikasi ini baru saja ku buka, namun ponselku sudah bergetar terus menerus karena pesan dari seseorang, dan itu adalah Marie. Aku belum membuka pesan yang dikirim terus-menerus setiap detiknya, dan ketika itu bergetar lagi, ponselku menampilkan panggilan masuk.
Sejak kapan dia paham mengirim pesan?
BEEP!!
BEEP!!
Marie
Jelas namanya ada disini, karena aku hanya memiliki satu kontak, dan hanya orang ini yang memiliki nomorku.
Aku berpikir entah apa yang dia lakukan, seharusnya aku sudah meninggalkannya di tempat tadi dan seharusnya dia sudah kembali ke dunia iblis. Entah bagaimana dia bisa menelpon, tapi yang pastinya, dia belum pergi dari dunia ini.
Angkat atau tidak, ya sudahlah, aku mengangkat teleponnya.
"Sialan!! Kenapa kamu meninggalkan ku disini sendirian?!?!"
Tombol hijau untuk mengangkat panggilan baru saja ku tekan, dan suara nya yang marah langsung memenuhi telingaku.
Marie: "Aiden! Aiden!!! Apa kamu mendengar ku? Jangan berpura-pura buta tidak membaca pesanku, dan jangan berpura-pura tuli karena tidak mendengar ku sekarang!"
"Emm, anu ... maaf, tapi apakah Anda salah sambung? Saya rasa Anda menghubungi nomor yang salah."
Marie: "Ehhhh!!!! S-S-Siapa kamu?? Berikan ponsel nya pada Aiden!"
Dia terkejut karena aku mengubah suaraku menjadi orang lain yang tidak di kenali. Lalu aku akan menjahilinya lagi.
"Maaf nona, kurasa Anda benar-benar salah menghubungi nomor, saya bukanlah Aiden dan pemilik nomor ini adalah saya, Fin."
Marie: "Masa bodoh dengan namamu entah apapun itu! Aku tidak peduli, berikan ponselnya pada Aiden!"
.....
"Nona, tolong tenanglah, anda saat ini sepertinya salah menghubungi nomor." Aku mengubah lagi suaraku menjadi seorang wanita sekitar umur tiga puluh tahun-an.
BEEEEEEEP!
Suara ponselnya pasti berbunyi seperti itu, karena aku memutuskan panggilannya.
HAHAHAHAHAHAHA!!
Betapa menyenangkannya menjahili seseorang yang selama ini menyiksaku. Yeah, walau aku hanya berpura-pura tertindas. Namun, ini cukup lucu. Oh, aku kasihan lagi padanya.
Setengah jam berlalu, aku menghabiskan waktuku untuk menarik ulur beranda sebuah aplikasi dengan banyak hal-hal lucu. Aplikasi ini memuat banyak lelucon tampaknya, semuanya adalah video. Tidak semuanya berisi lelucon, sebagian adalah kreator yang membuat karya video mengedit mereka yang benar-benar mengagumkan.
HUFFTT!
Aku melepas ponselku di kasur dan membuang nafas sambil melihat langit-langit kamar ini. Rasanya angin AC terus memenuhi ruangan ini dengan udara sejuk yang menyapu lembut kulitku.
Apa yang di lakukan gadis bodoh itu sekarang ya? Kenapa dia tidak kembali ke dunia iblis saja. Kurasa dia benar-benar tidak ingin jauh dariku.
Dasar!
Aku membuka kembali ponselku dan melihat 800+ pesan yang dia kirim sebelumnya.
Benar-benar delapan ratus pesan lebih dengan kata yang sama, semua pesan itu berisi kata namaku dengan huruf kapital pada setiap hurufnya dan beberapa tanda seru di belakangnya.
Saat aku mencoba membalas pesannya, tanda centang hanya terlihat satu centang. Ini berarti dia tidak melihatnya atau mungkin ponselnya mati karena baterai yang terlalu lemah. Aku mencoba lagi menelponnya, namun saat menyentuh tombol panggilan, panggilannya terbatal karena nomor pengguna yang di tuju telah memblokir nomor ku setengah jam yang lalu.
Aku tidak tahu bagaimana dia bisa tahu fungsi tombol memblokir, atau jangan-jangan dia mengira bahwa tombol blokir adalah pesan darurat? Oh ... itu konyol sekali.
Sebenarnya nomor yang ku gunakan sejak awal adalah nomor yang sama, namun aku mengubah nomor belakang ku yang awalnya angka 7 menjadi angka 8. Dia pasti tidak menyadarinya, aku tahu hal semacam ini tidak mungkin bisa di ubah, namun semua bisa di ubah dengan kekuatan manipulasi milik ku.
Sepertinya aku harus memeriksa keadaannya.
Aku kembali untuk mencarinya di area rusak yang tadi, tempat itu benar-benar rusak. Bahkan sudah jauh melebihi area gedung perbelanjaan itu. Kerusakan dari pertarungan itu sudah menciptakan kehancuran gedung-gedung di sekitar pusat perbelanjaan yang berjarak hampir seratus kilometer jauhnya.
Itu berarti, hampir seratus kilometer jauhnya seluruh bangunan yang ada menjadi rata dengan tanah. Aku terus berjalan di antara reruntuhan karena aku tahu dimana keberadaan Marie.
Tidak perlu mencari seseorang melewati aura nya, aku bisa melacak seseorang dimana pun dia berada hanya dengan wajahnya yang terlintas di pikiranku atau nama seseorang itu.
Betapa mudahnya kekuatan itu.
Di sepanjang reruntuhan, aku bahkan menginjak sesuatu yang terasa aneh, saat aku mengarahkan pandangan ku ke bawah, ternyata aku menginjak tangan seseorang yang tertimpa reruntuhan bangunan.
Memang benar, sudah pasti tidak akan ada yang selamat karena pertarungan itu, gelombang yang kami hasilkan saja sudah mampu menyapu udara untuk meruntuhkan gedung pencakar langit sekalipun.
Manusia tanpa kekuatan itu memang menyedihkan.
Mereka terlalu lemah ... dan aku pernah berada di posis seperti itu yang sebenarnya lebih lemah daripada manusia lainnya, bahkan aku merasakan perih dan terluka hanya karena pecahan kaca atau pecah beling dari sebuah gelas.
Aku merasa perih ketika pasir jalanan masuk ke mataku, aku merasa seperti tulang ku akan patah ketika aku menendang sesuatu yang salah tanpa sengaja, bahkan hanya terkena setrika, jariku sudah melepuh. Begitu lemahnya menjadi manusia, aku tidak suka.
Bahkan jika aku menjadi manusia dengan sihir, aku tidak mau, lebih baik aku terus menjadi iblis kemudian menjadi raja iblis. Saat hari itu tiba, aku akan membuka seluruh pintu dari neraka tergelap dan...
Kegelapan akan menyelimuti alam raya, semua mahluk harus menjadi iblis.
Aku akan mengubah mahluk apapun menjadi iblis yang tunduk di bawah kekuasaan ku, memperluas dunia iblis hingga ke luar cerita. Bahkan seluruh dewa yang merasa diri mereka keren itu akan ku tundukkan.
Apa-apaan dengan semua dewa itu, dewa, dewa setengah manusia, manusia, peri, monster, penyihir, tidak peduli apapun kalian, sebanyak apapun kalian, aku akan mengubah seluruh dunia menjadi iblis.
Bahkan orang-orang memuja para dewa, legenda, mitos, dongeng, cerita rakyat. Oh!! Ayolah!!! Semua orang membangga-banggakan dewa atau mahluk menjijikan seperti itu hanya karena mereka mampu bereinkarnasi ke dunia yang lebih tinggi, mengalami evolusi spiritual dan sebagainya.
Itu bukanlah hal yang perlu di puja untuk mahluk selemah mereka.
Melawan seluruh alam suatu hari nanti sepertinya akan menjadi pertunjukan yang menarik. Aku bisa membayangkan bagaimana aku menghancurkan mereka semua hanya dengan kedipan mataku.
Terkecuali ... orang bernama Alshian yang di sebutkan Fyrena itu, aku tidak tahu siapa dia, apakah dia malaikat atau bukan, yang pasti, malaikat juga akan menjadi lawanku dan orang itu pastinya juga memiliki kekuatan besar.
Yang pastinya, aku masih tidak mengerti siapa ibuku. Dan kenapa Fyrena mengatakannya sebagai pencipta Will Power yang memiliki Will Power sepenuhnya. Jika dia memiliki sepenuhnya, berarti aku hanya memiliki setengah dari kekuatan itu?
Untuk sementara, aku akan menganggap hal seperti ini adalah lelucon. Dan walau menganggap nya lelucon, mencoba memikirkan mereka semua membuat jantungku berdebar kencang seperti jantung dan seluruh organ tubuhku akan meledak berkeping-keping.