
"Hua... Boy mau es klim!" Boy mulai menangis meminta es krim.
"Eh... ya, ya, tenanglah, Boy. Kakak akan memintakan es krim untukmu." Ucap Zeline hingga membuat Boy menghentikan tangisannya.
Zeline pun kembali berjalan ke penjaga es krim dan meminta es krim baru untuk Boy.
"Sepertinya aku menginginkan es krim lagi." Ucap Zeline lalu meminta satu cup es krim lagi untuk dirinya. Setelah mendapatkan apa yang ia mau, Zel pun kembali pada Boy dan memberikan Boy es krim.
"Zeline? Kau menambah es krim lagi?" Tanya Farhan yang diangguki Zeline dengan santai.
"Oh astaga... Apa kau tidak takut Papa dan Mamamu akan marah karena kau sudah menghabiskan beberapa cup es krim? Kau bahkan bisa sakit perut karena terlalu banyak memakannya." Ucap Farhan sedikit keras.
"Zel tidak takut karena Papa dan Mama tidak mengetahuinya." Ucap Zeline lalu kembali menyuapkan es krim ke dalam mulutnya.
Farhan dan Fahri saling pandangan lalu bergedik ngeri berbarengan. Mereka tidak dapat membayangkan jika Anty Naina mengetahuinya maka Zel akan dimarahi dan tidak diperbolehkan lagi memakan es krim.
"Tuan Boy?" Seorang Nany yang bertugas menjaga Boy nampak terkejut melihat Boy tengah memakan es krim.
"Nany." Ucap Boy sambil tertawa dan memperlihatkan wajahnya yang sudah berlepotan terkena es krim.
"Tuan Boy tidak boleh memakan es krim terlalu banyak." Ucap Nany berusaha mengambil cup es krim di tangan Boy.
Boy pun menjauhkan tubuhnya agar Nany tak dapat menjangkau cup es krimnya. "Nda mahu. Boy makan es klim!" Ucap Boy.
"Mommy Tuan Boy akan marah jika mengetahui Tuan Boy makan es krim terlalu banyak. Selain itu Tuan Boy juga bisa sakit perut." Nany berusaha memberi pengertian pada Boy namun Boy dengan enggan mengiyakan ucapannya.
Pandangan Nany pun beralih mencari keberadaan Queen. Terlihat cukup jauh darinya Queen dan Kevin tengah menyambut para tamu undangan yang datang.
"Bagaimana ini?" Gumam Nany menatap Boy yang terus memakan es krimnya hingga habis setengahnya. Melihat raut cemas di wajah Nany membuat Zeline ikut membantunya menghentikan Boy memakan es krimnya.
"Adik Boy... kau tidak boleh terlalu banyak makan es krim." Ucap Zeline dengan lembut. Zeline pun dengan perlahan mengambil cup es krim di tangan Boy. Untung saja Boy tidak merengek karena Zeline mengambil es krim di tangannya.
Setelah cup es krim terlepas dari tangan Boy, Nany pun segera mengangkat Boy dan mengelap mulut Boy dengan tisu. "Ayo kita minum air putih dulu, Tuan." Ucap Nany lalu memberikan air pada Boy.
*
"Ayo kita masuk." Ajak Queen pada Kevin.
Kevin mengangguk lalu meraih tangan Queen untuk ia genggam. Queen tersenyum mendapatkan perlakuan manis dari Kevin. Mereka pun masuk ke dalam rumah dengan bergandengan tangan satu sama lain.
Mama Lita dan Papa Adam yang melihatnya pun tersenyum melihatnya. Mereka dapat melihat dengan jelas kebahagiaan di wajah putri mereka saat ini.
"Queen, Kevin, apa malam ini kalian akan tidur di rumah ini?" Tanya Papa Adam.
Queen mengangguk mengiyakan. "Kenapa Papa bertanya seperti itu?" tanyanya.
"Jika kau dan Kevin ingin tidur di apartemen Kevin tidak masalah, Sayang. Papa dan Mama akan menjaga Boy malam ini." Ucap Papa Adam dengan lembut.
Queen menatap pada Kevin seolah meminta jawaban. Kevin pun mengangguk mengiyakan tawaran Papa Adam.
"Emh, baiklah, untuk malam ini Queen dan Kevin akan tidur di apartemen Kevin." Jawab Queen sedikit kikuk. Bagaimana tidak, ia sudah dapat menangkap maksud Papa Adam bertanya seperti itu kepadanya.
Kevin pun tersenyum tipis mendengar jawaban dari Queen. Untuk malam ini ia akan menjalankan misi dengan Queen untuk lebih mendekatkan hubungan di antara mereka.
"Kalau begitu Queen dan Kevin pamit ke kamar dulu, Pah. Queen ingin mempersiapkan pakaian yang akan dibawa untuk nanti malam." Ucap Queen yang diangguki Papa Adam dan Mama Lita sebagai jawaban.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.