
"Kev... sekali lagi maafkan aku." Ucap Queen yang masih merasa bersalah pada Kevin.
Kevin tersenyum lalu mengusap lengan Queen. "Sudahlah... jangan lagi memikirkannya." Ucap Kevin.
Queen mengangguk mengiyakan.
"Queen... besok aku akan datang ke rumah kedua orang tuamu." Ucap Kevin.
Queen memiringkan tubuhnya menghadap pada Kevin. "Kau akan datang ke rumahku? Untuk apa?" Queen nampak ragu dengan niat Kevin datang ke rumahnya terlebih mengingat sikap Papanya yang masih keras menolak kehadiran Kevin di hidupnya.
"Aku akan memintamu kembali menjadi istriku kepada kedua orang tuamu." Jawab Kevin.
Deg
Jantung Queen berdebar mendengarkan ucapan Kevin. "Ma-maksudmu?" Tanya Queen.
"Aku akan melamarmu kembali menjadi istriku, Queen... aku tidak ingin lagi menunda waktu menjadikanmu menjadi istriku seutuhnya tanpa ada perjanjian apa pun di antara kita. Aku ingin segera memberikan keluarga yang lengkap pada Boy." Jelas Kevin.
Queen dibuat terdiam namun pandangannya menatap Kevin lekat.
"Queenara... bersediakah kau kembali menjadi istriku?" Tanya Kevin dengan tatapan penuh harap.
"A-aku..." Queen dibuat tak dapat berkata-kata.
Melihat tatapan Queen yang nampak ragu membuat Kevin menghela nafasnya sejenak. "Aku tahu kau masih membutuhkan waktu untuk memikirkan ini semua. Aku tidak akan memaksamu cepat untuk menjawabnya." Ucap Kevin walau saat ini hatinya sudah merasa berharap jika Queen menjawab pertanyaannya dan bersedia kembali kepadanya.
"Berikan aku waktu untuk memikirkan ini semua. Dan aku harap untuk saat ini jangan dulu menemui kedua orang tuaku sebelum aku memberikan jawaban kepadamu. Aku berjanji tidak akan lama untuk menjawabnya." Pinta Queen. Bisa saja saat ini Queen menjawab pertanyaan Kevin untuk menjadikannya kembali menjadi istrinya. Namun Queen tidak bisa bersikap gegabah mengingat ada satu hal penting yang harus diselesaikannya lebih dulu.
Kevin terdiam beberapa saat sebelum menjawab. "Baiklah, aku akan menunggumu." Putus Kevin tak ingin terlalu memaksa keinginannya.
"Terimakasih karena telah mau mengerti, Kev..." ucap Queen seraya tersenyum.
Kevin turut tersenyum membalas senyuman Queen yang terlihat begitu tulus di matanya.
Malam itu Queen pun pulang ke rumahnya dengan perasaan bahagia sekaligus bimbang dengan keputusan yang akan ia ambil untuk kedepannya. Ia bahagia karena kesalahpahaman di antara mereka sudah selesai namun ia juga merasa bimbang karena harus mengambil keputusan terbaik bukan hanya untuk dirinya namun juga untuk anaknya dan keluarganya.
"Boy mau bobo sama Daddy!" Boy masih saja merengek meminta tidur bersama dengan Kevin setelah mobil yang Queen kendarai sudah sampai di depan rumah kedua orang tuanya.
"Tidak untuk malam ini, Boy. Malam ini Daddy sedang sibuk menyelesaikan pekerjaannya." Ucap Queen mencoba memberikan pengertian pada Boy. Queen dibuat bingung dengan permintaan Boy yang tiba-tiba saja meminta tidur bersama Kevin sejak di apartemen Kevin tadi.
Queen pun mengangguk membenarkan. "Iya... Daddy masih sibuk bekerja. Sekarang ayo kita turun." Ajak Queen.
Boy hanya diam dengan bibir yang masih mengerucut.
Queen menghela nafasnya lalu meraih tubuh Boy yang duduk di sebelahnya. "Kita turun, ya." Ucap Queen lalu turun dari dalam mobilnya.
"Boy mau Daddy, Mommy!" Boy kembali merengek saat masuk ke dalam rumah. Queen pun hanya bisa memberikan pengertian pada putranya jika saat ini Kevin sedang sibuk bekerja dan tidak bisa diganggu.
"Kau sudah pulang?" Suara bariton yang terdengar dari arah sofa menghentikan langkah Queen yang hendak menaiki anak tangga.
"Papah..." Queen mencoba tersenyum menatap Papa Adam yang kini menatapnya dengan tatapan tak terbaca.
Papa Adam bangkit dari duduknya lalu berjalan mendekat pada Queen.
"Kakek..." suara cadel Boy mengalihkan tatapan Papa Adam dari Queen.
"Boy..." tangan Papa Adam terulur mengusap kepala Boy. "Boy dari mana saja?" Tanya Papa Adam berusaha tersenyum pada cucunya.
"Temu Daddy." Jawab Boy dengan polosnya.
"Apa Boy senang bertemu Daddy?" Tanya Papa Adam lagi.
"Senang. Mommy nanis tadi." Jawab Boy sambil menceritakan apa yang terjadi di apartemen Kevin tadi.
Mendengar ucapan Boy membuat pandangan Papa Adam seketika beralih pada Queen. "Apa maksud ucapan Boy?" Tanya Papa Adam dengan nada menuntut.
"Tidak seperti yang Papa pikirkan. Queen menangis karena bahagia akhirnya kesalahpahaman di antara Queen dan Kevin sudah menemui titik terangnya. Apa yang terjadi selama ini tidak sesuai dengan apa yang Queen pikirkan." Ucap Queen mencoba menjelaskan pada Papa Adam.
Lidah Papa Adam berdecak. "Papa tidak menyangka jika kau semudah itu percaya dengan ucapannya." Ucap Papa Adam dengan datar.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.