
"Maaf telah membuatmu menunggu." Ucap Kevin setelah berada di hadapan Queen.
"Tak masalah, Ayo duduklah." Ajak Queen.
Kevin mengangguk lalu mendudukkan tubuhnya di kursi yang berhadapan dengan Queen. "Kau terlihat semakin cantik hari ini." Puji Kevin dengan tersenyum tipis sambil menatap wajah cantik Queen.
Queen dibuat tersenyum malu mendengar ucapan Kevin. "Kau terlalu berlebihan, Kev." Ucap Queen diiringi denyut jantungnya yang berdetak semakin kencang.
"Aku tidak berlebihan, Queen. Aku mengatakan yang sebenarnya jika kau semakin cantik di penglihatanku." Jawab Kevin.
Queen menunduk dengan wajah yang mulai merona. Melihat ekspresi Queen membuat Kevin melebarkan senyumannya. Apa lagi saat ini ia melihat Queen yang mulai salah tingkah ditatap olehnya.
"Kau ingin memesan apa?" Tanya Kevin pada Queen. Karena terlalu lama menunduk Queen tak menyadari jika seorang pelayan datang menghampiri mereka untuk menanyakan pesanan mereka.
"Agh, ya, samakan saja." Jawab Queen.
Kevin mengangguk lalu menyebutkan makanan yang disukai Queen lalu menyebutkan menu pesanannya. Melihat Kevin masih mengingat jelas menu kesukaannya membuat Queen kembali tersenyum dengan wajah merona.
"Kenapa aku merasa seperti ABG saat ini?" Ucap Queen dalam hati.
"Oh iya, Queen, selain mengajakmu makan bersama aku juga ingin menyampaikan sesuatu kepadamu." Ucap Kevin.
"Apa itu?" Tanya Queen.
"Aku sudah membicarakan pada kedua orang tuaku kapan waktu yang tepat untuk datang ke rumah kedua orang tuamu. Dan keluargaku sudah bersepakat untuk datang tiga hari lagi ke rumah kedua orang tuamu." Ucap Queen.
Queen dibuat terkejut mendengarnya. "Secepat itu?" Tanyanya.
Kevin menggelengkan kepalanya. "Menurutku itu sudah lama karena aku ingin secepatnya melamarmu kembali menjadi istriku." Jawab Kevin. Sebenarnya Kevin ingin mengajak kedua orang tuanya hari ini mendatangi kediaman orang tua Queen. Namun setelah mendengarkan ucapan Mami Eve yang mengatakan membutuhkan waktu untuk mempersiapkan apa saja yang akan dibawa ke rumah Queen, membuat Kevin setuju dengan permintaan Mami Eve yang akan datang tiga hari lagi ke rumah kedua orang tua Queen.
"Baiklah, aku akan menyampaikan hal ini pada Mama dan Papa setelah pulang bekerja nanti." Jawab Queen. Kecanggungannya pun mulai berkurang karena Kevin membahas hal yang serius dan membuatnya harus berpikir apa yang harus ia jawab pada Kevin.
"Oh ya, apa kau tidak sibuk hari ini sehingga mengajakku makan siang bersama?" Tanya Queen karena jarak perusahaan Kevin ke restoran memakan waktu cukup lama.
"Oh seperti itu..." Queen mengangguk-anggukkan kepalanya.
Tak lama makanan pesanan mereka pun datang hingga menghentikan percakapan di antara mereka.
"Ayo makan dulu." Ajak Kevin yang diangguki Queen sebagai jawaban.
Setelah menikmati makan siang bersama dan berbincang sejenak setelah makan, Queen dan Kevin pun saling berpamitan untuk kembali bekerja.
Queen melepas kepergian mobil Kevin dari restoran dengan senyuman manis di bibirnya. "Apakah seperti ini indahnya dicintai?" Queen melengkungkan senyumannya. Ia sungguh tidak menyangka jika akhirnya dapat merasakan nikmatnya saling mencintai.
"Terima kasih, Kev... terima kasih karena telah bersedia mencintai setulus ini kepadaku." Gumam Queen sambil menjalankan mobilnya kembali ke perusahaan.
Sesampainya di perusahaan, Queen melangkah dengan pelan sambil membaca pesan yang baru saja dikirimkan Nany di rumahnya yang mengatakan jika Boy saat ini tengah dibawa Mama Lita dan Papa Adam menuju ke perusahaan.
"Boy akan bermain di sini?" Queen menghentikan langkahnya sambil melebarkan senyumannya. Ia merasa tidak sabar menanti putranya datang ke perusahaannya.
Setelah membalas pesan Nany, Queen pun kembali melangkah menuju ruangan kerjanya. Saat melewati ruangan kerja Riri, Queen menghentikan langkahnya saat melihat pintu ruangan kerja Riri sedikit terbuka.
"Apa Riri sudah datang ke perusahaan?" Tanya Queen. "Tapi tumben sekali Riri tidak menutup rapat pintu ruangannya." Queen pun berniat masuk ke dalam ruangan Riri dan menanyakan hasil kegiatan Riri selama berada di gudang.
"Kenapa tidak ada sahutan dari dalam?" Gumam Queen setelah mengetuk pintu yang sedikit terbuka. Karena merasa penasaran kemana perginya Riri, Queen pun membuka pintu ruangan. Dan betapa terkejutnya Queen saat pintu ruangan baru terbuka setengahnya ia melihat pemandangan tak biasa di depannya dimana kini Riri dan Mirza terlihat berciuman dengan mesra tanpa menyadari kehadirannya di depan pintu ruangan.
"Oh astaga..." Queen menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.