
"Saya menyerahkan semua keputusan pada anak saya dan Marvel. Apa pun keputusan mereka untuk rencana pernikahan mereka akan saya terima. Tapi satu harapan saya, saya harap Windi dan Marvel tidak mengulur waktu lama untuk menikah." Ucap Ayah Amri angkat suara.
Papa Bagas mengangguk mengiyakannya. "Saya harap juga begitu. Karena anak kita sudah saling mengenal dan bersepakat untuk menikah, jadi tidak ada lagi alasan lagi untuk mereka mengulur waktu lama."
"Benar. Semakin cepat pernikahan mereka berlangsung maka semakin baik. Saya harap dalam waktu dekat ini Marvel dan Windi sudah siap untuk menikah." Timpal Mama Belinda.
Pandangan Papa Bagas, Ayah Amri dan Mama Belinda pun tertuju pada Marvel dan Windi yang hanya diam mendengar percakapan di antara mereka.
"Bagaimana, apa kalian setuju jika pernikahan kalian diberlangsungkan lebih cepat?" Tanya Papa Bagas pada Marvel dan Windi.
Marvel tak langsung menjawab dan lebih memilih menatap Windi penuh maksud. Windi yang sudah dapat menangkap maksud tatapan mata Marvel pun mengangguk lalu kembali menatap pada Papa Bagas yang menunggu jawaban dari mereka.
"Saya setuju, Om. Saya siap kapan pun Marvel siap menjadikan saya sebegai istrinya." Jawab Windi tanpa ragu.
Ayah Amri tersenyum mendengar jawaban dari Windi. Pun dengan Papa Bagas dan Mama Belinda.
"Jadi bagaimana Marvel?" Tanya Papa Bagas melempar pertanyaan pada Marvel.
"Tentu saja Marvel siap sesuai keinginan kita semua." Jawab Marvel yakin.
"Karena anak-anak kita sudah siap, bagaimana untuk pernikahan mereka diberlangsungkan satu minggu lagi?" Tanya Mama Belinda.
"Satu minggu lagi?" Lirih Windi merasa cukup terkejut mendengar tawaran Mama Belinda.
"Papa setuju. Satu minggu lagi pernikahan bisa dilangsungkan. Jika untuk resepsi, kita bisa melangsungkannya satu bulan kemudian." Ucap Papa Bagas penuh maksud.
Ayah Amri mengangguk tanpa ragu. Lebih cepat putrinya menikah maka itu lebih baik untuknya. Dengan begitu akan ada sosok yang bisa menjaga putrinya di saat ia terbaring lemah seperti saat ini.
"Marvel, Windi?" Mama Belinda menatap Marvel dan Windi secara bergantian.
Marvel dan Windi saling pandang lalu mengangguk bersamaan.
Hembusan nafas lega terdengar dari Mama Belinda, Papa Bagas dan Ayah Amri. Mereka pun saling pandang lalu tersenyum bersamaan. Akhirnya apa yang mereka inginkan akan segera terwujud walau mereka tidak tahu bagaimana kesiapan hati anak mereka masing-masing.
Windi tersenyum haru melihat raut kebahagiaan yang tercetak jelas di wajah ayahnya. Rasanya ia tidak pernah melihat senyuman itu lagi semenjak kejadiaan naas yang menimpa ayahnya hari itu. Walau hatinya kini masih meragu dengan keputusan yang ia ambil, namun Windi cukup merasa senang karena telah berhasil mewujudkan keinginan dari ayahnya yang memintanya agar segera menikah.
Windi pun tahu alasan yang membuat keluarga Marvel ingin mempercepat pernikahan mereka karena mereka ingin segera membawa ayah amri berobat ke luar negeri setelah pernikahan mereka selesai. Windi merasa bersyukur dengan kebaikan tak terhingga yang diberikan keluarga Marvel untuknya. Bahkan tanpa Windi ketahui jika kini Marvel sudah mempersiapkan rumah sakit dan dokter terbaik yang ia percayakan untuk menangani ayahnya selama berada di luar negeri beberapa waktu ke depan.
"Ayah... jika ini adalah kesempatan untuk membuat ayah sembuh dan bahagia maka Windi akan melakukannya untuk Ayah. Ayah... cepatlah sembuh agar kita bisa bermain bersama lagi." Ucap Windi dalam hati sambil menatap sendu wajah bahagia ayahnya saat ini.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.