Queenara

Queenara
Ternyata dia



"Bercinta." Ucap Dio keras dan tegas.


Kevin terdiam setelah mendengar ucapan Dio. Kini ia paham kemana arah tuduhan Dio padanya. "Kau ingin tahu dengan siapa aku melakukannya?" Tanya Kevin yang dijawab Dio dengan anggukan kepalanya.


Kevin menghela nafas lalu berjalan ke arah meja kerjanya.


"Hei, kau belum menjawab pertanyaanku! Dengan siapa kau melakukannya dan apa kau berniat mendua dari istrimu?!" Ketus Dio.


"Tentu saja aku melakukannya dengan istriku sendiri. Kau pikir aku melakukannya dengan siapa?" Jawab Kevin.


"Apa?" Kedua mata Dio terbelalak. "Ka-kau jangan berbohong!" Berangnya.


"Untuk apa aku berbohong. Aku tidak sekeji yang kau pikirkan." Balas Kevin.


"Tidak mungkin kau melakukannya dengan Queen. Saat ini Queen sedang bekerja di perusahaannya." Dio masih saja tidak percaya dengan ucapan Kevin.


"Aku tidak perduli kau mau percaya atau tidak. Sekarang ayo katakan, apa kau mendengar kegiatan kami tadi yang tengah bercinta?" Tanya Kevin dengan tatapan menyelidik.


Dio dibuat gugup mendengarnya. Ia mengalihkan tatapannya ke arah lain agar Kevin tak melihat kegugupannya saat ini.


"Ayo katakan!" Ucap Kevin lagi mendekatkan wajahnya pada Dio.


"Tentu saja tidak! Kau pikir aku pria seperti apa yang mau mendengar orang yang sedang bercinta." Bohong Dio.


"Benarkah begitu? Lalu bagaimana bisa kau tahu jika aku sedang bercinta di dalam sana? Dan... bagaimana bisa saat aku keluar dari dalam ruangan kamar pribadiku kau ada di depan pintu?" Tanya Kevin.


"Itu karena aku tidak sengaja mendengar suara berisik dari dalam ruangan kerjamu. Sebagai pria dewasa aku sudah sangat hapal suara apa itu." Jawab Dio tenang namun berbeda dengan jantungnya yang berdegup kencang saat ini.


"Benarkah? Lalu untuk apa kau berdiri di depan pintu kamarku?" Kevin masih berupaya agar Dio berkata jujur padanya.


"Itu karena aku ingin memastikan dengan siapa kau bercinta!" Tekan Dio.


"Agh, sudahlah. Yang penting saat ini aku ingin memastikan dengan siapa kau melakukannya di dalam sana. Aku tidak yakin jika itu adalah Queen." Ketus Dio mengalihkan percakapan mereka.


"Aku tidak perduli kau percaya atau tidak." Jawab Kevin lalu menghidupkan komputernya.


Dio diam memperhatikan pergerakan sahabatnta itu.


"Apa kau masih ingin tetap di sini?" Tanya Kevin tanpa memperhatikan Dio.


"Aku akan tetap di sini sampai aku mendapatkan kepastian atas ucapanmu. Jika kau berani berbohong maka kau akan tau akibatnya." Jawab Dio.


"Terserah kau saja." Balas Kevin tak ingin berdebat. Lagi pula ia tidak merasa takut dengan ucapan Dio karena wanita yang berada di dalam kamar pribadinya saat ini benar-bernar Queen yang berstatus sebagai istri sahnya.


Dio pun memilih beranjak dari hadapan Kevin dan berjalan ke arah sofa. Ia menjatuhkan bokongnya di atas sofa lalu memainkan ponselnya di sana.


Tak berselang lama, pintu kamar pribadi Kevin pun terbuka.


"Sayang..." suara lembut dari wanita yang sangat dikenalinya membuat Dio mengalihkan tatapannya ke sumber suara. Pun denga Kevin yang kini menatap kepala Queen yang menyembul dari balik pintu.


"Sayang, apa yang kau lakukan." Kevin segera beranjak dari kursi kerjanya dan menghampiri Queen. Queen yang tidak mengerti atas apa yang terjadi tetap berdiri di belakang pintu dengan kepala menyembul. Sedangkan Dio kini nampak meneguk salivanya susah payah melihat penampilan rambut Queen yang acak-acakan dan bahunya yang terlihat terbuka tidak mengenakan apa-apa.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.