
"Mamah." Marvel mengulurkan tangannya pada Mama Belinda saat sudah berada di dekatnya. Windi pun turut melakukan hal yang sama setelah Marvel menyalimi Mama Belinda.
"Windi, Tante." Ucap Windi memperkenalkan dirinya.
Mama Belinda tersenyum mendengarnya. "Ayo duduk dulu, nak." Ucapnya ramah pada Windi.
"Baik, Tante." Jawab Windi lalu berjalan mengikuti Mama Belinda.
"Papah." Marvel pun turut menyalimi Papa Bagas setelah Papa Bagas menghampiri mereka di dekat sofa. Windi pun kembali melakukan hal yang sama seperti yang Marvel lakukan.
"Windi, Om." Ucap Windi sambil menyalimi Papa Bagas.
Papa Bagas menganggukkan kepalanya lalu meminta Windi dan Marvel untuk duduk.
Pandangan Mama Belinda tak lepas pada sosok yang ia yakini sebagai menantunya. Walau saat ini ia dapat melihat penampilan Windi sangat sederhana jauh dengan penampilan dirinya, namun Mama Belinda tak mempermasalahkan itu semua.
"Marvel, apakah Nak Windi adalah wanita yang kau bicarakan waktu itu?" Tanya Mama Belinda.
Marvel mengangguk mengiyakan. "Ya. Windi adalah wanita yang Marvel ceritakan menjadi calon istri Marvel, Ma." Jawab Marvel.
Mama Belinda tersenyum mendengarnya. "Mama senang karena akhirnya kau datang membawa calon menantu Mama ke rumah ini." Jawab Mama Belinda seraya tersenyum lebar. Senyuman Mama Belinda itu pun terlihat sangat tulus di mata Windi.
"Bagaimana sebelum melanjutkan pembicaraan ini kita menikmati makan malam lebih dulu." Ajak Papa Bagas karena waktu sudah menunjukkan jam makan malam sudah tiba.
"Baiklah." Jawab Marvel. Windi dan Mama Belinda pun mengangguk mengiyakan.
Marvel, Windi, Mama Belinda dan Papa Bagas pun bangkit dari duduk masing-masing lalu berjalan ke arah meja makan.
"Nak Windi, ini Tante sudah memasak masakan spesial untukmu. Tante harap kau suka, ya." Ucap Mama Belinda setelah berada di meja makan.
"Terima kasih, Tante." Jawab Windi.
"Sama-sama." Jawab Mama Belinda ramah.
Setelah semua orang duduk di meja makan, Papa Bagas mengajak mereka untuk memulai makan malam bersama mereka. Selama makan malam berlangsung mereka lalui dalam keheningan hingga mereka selesai menghabiskan makanan masing-masing.
Tak berselang lama, Papa Bagas pun kembali mengajak Marvel dan Windi untuk kembali ke ruang tamu untuk melanjutkan pembicaraan mereka yang sempat tertunda.
"Mama, Papa, seperti yang Mama dan Papa ketahui, wanita yang ada di sebelah Marvel saat ini adalah Windi yang berstatus sebagai calon istri Marvel." Ucap Marvel membuka percakapan di antara mereka. Mendengar ucapan Marvel membuat Windi menatap Mama Belinda dan Papa Bagas secara bergantian
Mama Belinda menganggukkan kepalanya seraya tersenyum. Sementara Papa Bagas kini menatap Windi dengan intens.
"Oh ya, Windi, kalau boleh Om tahu apa pekerjaanmu saat ini?" Tanya Papa Bagas.
Windi tertegun mendengarkan pertanyaan dari Papa Bagas. Tapi tak sedikit pun ia memperlihatkan wajah gugupnya pada Papa Bagas.
"Saya hanyalah seorang karyawan biasa yang bekerja di supermarket, Om." Jawab Windi apa adanya.
Papa Bagas dan Mama Belinda saling pandang setelah mendengarkan jawaban dari Windi. Suasana di dalam ruang tamu pun berubah hening saat Papa Bagas tak kunjung merespon ucapan Windi. Sedangkan Marvel nampak menatap datar pada Papanya yang telah memberi pertanyaan sensitif pada Windi.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.