Queenara

Queenara
Baik dan perhatian



"Ya, jadwal pernikahan. Kita tidak perlu menunda waktu lama untuk melaksanakan pernikahan kalian bukan?" Tanya Mama Belinda seraya tersenyum.


"Emh, ya." Windi tak dapat berbicara apa-apa selain mengiyakan ucapan Mama Belinda. Apa lagi saat ini ia sudah mendapatkan restu dari kedua orang tua Marvel setelah mereka mengetahui bagaimana keadaannya dan ayahnya.


"Apa kau tidak bisa menukar jadwal shiftmu dengan rekan kerjamu yang lain agar kau bisa ikut mendengar obrolan bersama ayahmu besok?" Tanya Marvel pada Windi.


"Emh, ya. aku akan mengusahakannya." Jawab Windi. Lagi pula ia juga ingin ikut mendengar obrolan kedua orang tua Marvel dengan ayahnya besok.


"Baiklah kalau begitu." Jawab Marvel seraya tersenyum. Hatinya kini merasa senang karena akhirnya kedua orang tuanya sudah merestui Windi sebagai calon istrinya dan Windi tidak dapat berkutik lagi setelah mendapat restu dari kedua orang tuanya.


Perkenalan Windi dan kedua orang tua Marvel pun akhirnya berakhir tepat pukul sembilan malam. Windi pun berpamitan untuk kembali ke rumah sakit begitu pun dengan Marvel yang turut berpamitan mengantarkan Windi kembali ke rumah sakit.


"Sekarang kau sudah percaya bukan jika kedua orang tuaku dapat menerimamu dengan baik?" Tanya Marvel setelah mobil miliknya melaju meninggalkan perkarangan rumah kedua orang tuanya.


Windi menoleh ke arah Marvel. "Aku tidak menyangka jika kedua orang tuamu begitu baik." Jawab Windi.


Marvel tersenyum lebar. "Tentu saja. Sikap mereka sama sepertiku yang sangat baik kepada siapa saja." Jawabnya.


Windi menggeleng melihat sikap Marvel yang terlihat penuh percaya diri. Namun tidak dapat ia pungkiri jika Marvel memang terlihat baik bahkan pada dirinya yang baru saja ia kenal.


*


"Apa? Jadi besok kedua oran tua Marvel akan datang menemui ayahmu untuk membahas rencana pernikahanmu dan Marvel?" Tanya Alisa setelah Windi mengatakan hasil pertemuannya dan keluarga Marvel.


"Wah... kau sungguh beruntung, Win. Kedua orang tua Marvel begitu baik padamu dan tidak seperti yang kau pikirkan." Ucap Alisa yang turut merasa senang mendengar ucapan Windi saat ini.


Windi pun tersenyum mengingat bagaimana sikap kedua orang tua Marvel padanya tadi. Sungguh, ia tidak pernah menyangka jika kedua orang tua Marvel begitu baik padanya bahkan mau menerimanya yang berasal dari keluarga biasa saja tidak sama seperti keluarga mereka.


"Agh, rasanya aku sudah tidak sabar menanti hari pernikahanmu itu tiba." Ucap Alisa lagi.


Windi menghembuskan nafas kasar di udara dan itu dapat didengar jelas oleh Alisa di seberang telefon. "Kau tahu jelas jika di antara kami belum ada cinta, Al. Pernikahan seperti apa yang akan kami jalani tanpa ada cinta di dalamnya." Ucap Windi merasa miris.


"Kau jangan berkata seperti itu. Ingatlah, akan ada pelangi setelah hujan. Cinta itu akan hadir dengan seiring berjalannya waktu. Yang terpenting saat ini kau akan menikah dengan pria baik yang mau menerima kekuranganmu. Dan bukan hanya itu saja, dia juga sudah sangat perhatian dengan ingin memberikan perawatan yang terbaik untuk ayahmu." Ucap Alisa meyakinkan Windi.


Windi hanya diam dan meresapi kata yang diucapkan Alisa. Tidak bisa ia pungkiri jika apa yang diucapkan Alisa benar adanya dan segala kebaikan yang dilakukan Marvel terlihat tulus di matanya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.