
"Windi... akhirnya kau menemukan seorang pria yang baik dan bertanggung jawab yang sudah berhasil menjadikanmu menjadi istrinya. Windi... aku bahagia karena kau akhirnya menikah dan sudah berhasil mewujudkan keinginan sederhana dari ayahmu. Windi... sahabat baikku, berbahagialah dengan pernikahanmu. Aku harap setelah ini tidak ada lagi badai yang datang menghampirimu." Ucap Alisa dalam hati sambil menatap wajah Windi.
Acara akad nikah pagi itu pun selesai dengan di akhiri foto bersama antara Windi dan Marvel bersama sahabat dan keluarga mereka. Suasana haru yang tadi sempat menyelimuti mereka akhirnya berganti dengan senyum dan tawa saat mendengar gombalan para sahabat Marvel pada Marvel dan Windi.
Ayah Amri yang sudah selesai berfoto dan kini sudah duduk di kursi roda dengan ditemani seorang perawat nampak meneteskan air mata bahagia karena melihat putrinya sudah menikah. "Windi... berbahagialah nak dengan pernikahanmu. Doa ayah akan selalu menyertaimu di setiap langkahmu." Gumam Amri.
Perawat yang sedang mendampingi Amri tak dapat membendung air matanya saat mendengar ucapan yang terdengar begitu tulus dari mulut Amri. "Tuan, sudah saatnya kita kembali ke rumah sakit." Ucapnya kemudian setelah mendapatkan kode dari dokter yang menangani Amri untuk membawa Amri kembali ke rumah sakit.
Amri menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Tolong antarkan saya untuk berpamitan pada anak dan besan saya lebih dulu." Pinta Amri.
Perawat menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Belum sempat ia mendorong kursi roda Amri setelah membuka kunci kursi roda, Windi, Marvel beserta kedua orang tua Marvel sudah datang menghampirinya.
"Anda sudah ingin kembali ke rumah sakit?" Tanya Bagas.
Amri menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Ya. Sudah saatnya saya kembali." Jawabnya.
"Ayah..." Windi berjongkok di hadapan ayahnya. "Ayah... Windi harap setelah ini Ayah segera sembuh. Ayah jangan khawatir, setelah acara ini selesai Windi akan segera datang ke rumah sakit untuk menemani Ayah." Ucap Windi.
Amri menggelengkan kepalanya. "Tetaplah di sini, Nak. Ayah akan baik-baik saja bersama dokter dan perawat di sana." Ucap Amri yang tidak ingin Windi terlalu memprioritaskan dirinya di hari bahagianya.
"Kami akan datang ke rumah sakit setelah acara ini selesai, Amri." Timpal Papa Bagas.
Amri menoleh pada Papa Bagas. "Tidak perlu repot seperti itu. Kalian bisa terus melanjutkan acara dan kumpul keluarga tanpa memikirkan aku." Ucap Ayah Amri yang tidak ingin karena dirinya acara di rumah besannya jadi berjalan terburu-buru.
Amri tersenyum mendengarkan ucapan Marvel. Ia tak lagi berniat menyangkal ucapan Marvel dan membiarkan anak dan menantu serta besannya datang mengunjunginya nanti.
Marvel dan Windi pun akhirnya mengantarkan Ayah Amri masuk kembali ke dalam ambulan rumah sakit. Dara yang tadi turut berada dalam ambulan pun turut berpamitan pada Marvel, Windi dan keluarganya untuk kembali ke rumah sakit.
"Sudahlah, jangan bersedih lagi. Besok kita akan membawa ayahmu berobat ke negara S untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik." Tutur Marvel lembut pada Windi.
"Besok?" Windi terlihat terkejut mendengarnya. Marvel pun mengangguk mengiyakannya. "Semakin cepat maka semakin baik. Kau tidak ingin bukan jika ayahmu terlalu lama dirawat di rumah sakit?" Tanya Marvel.
Windi menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Maka dari itu mulai besok kita akan berusaha memberikan perawatan yang lebih baik untuk ayah kita." Ucap Marvel lembut.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.