Queenara

Queenara
Kenapa kau ada di sini?



"Itu Tante pergi, Om!" Celetuk Zeline sambil menunjuk ke arah Windi.


"Diam dulu, Zel." Ucap Marvel sambil memperhatikan kemanakah Windi akan pergi.


Windi yang tidak menyadari jika kini pergerakannya tengah diperhatikan oleh seseorang hanya fokus pada jalanan hingga akhirnya ia kembali berada di halte bus tempat tadi ia diturunkan.


"Halte? Apa dia ingin naik bus lagi?" Tanya Marvel.


Cukup lama Marvel memperhatikan Windi yang duduk termenung di halte hingga akhirnya Windi bangkit dari duduknya saat sebuah bus berhenti tepat di depannya. Windi terlihat berjalan lalu masuk ke dalam bus.


"Dia mau pergi kemana?" Tanya Marvel lalu kembali melanjukan mobilnya mengikuti bus.


Mobil milik Marvel terus melaju hingga akhirnya berhenti di depan rumah sakit tempat Ayah Windi dirawat. Windi terlihat turun dari dalam bus dan menenteng tasnya masuk ke dalam perkarangan rumah sakit.


"Untuk apa dia membawa tas besar masuk ke dalam rumah sakit?" Marvel dibuat bertanya-tanya. Marvel pun memilih segera masuk ke dalam perkarangan rumah sakit dan memarkirkan mobilnya di besement. Setelahnya ia keluar dari dalam mobil dan membantu Zel turun dari dalam mobil.


"Kenapa kita ke rumah sakit ini, Om? Apa kita ingin menemui Anty Dara?" tanya Zeline.


"Tentu saja tidak. kita ke sini untuk mengikuti Tante tadi. Sekarang ayo ikut Om masuk. Dan ingat agar tidak berlari kemana-mana." Pesan Marvel.


Zeline mengangguk saja dan mengikuti langkah Marvel. Marvel pun membawa Zeline menuju lift untuk naik ke lantai dimana ruangan rawat ayah Windi berada. Setelah sampai di lantai ruangan perawatan Ayah Windi, Marvel dengan hati-hati menuntun Zeline menuju ruangan perawatan Ayah Windi.


"Om Marvel, kita mau kemana ini? Tante cantik kan tidak terlihat lagi." Ucap Zeline pelan.


"Diamlah, Princess. Kau mengganggu konsentrasi Om." Jawab Marvel.


Zeline mengunci rapat mulutnya. Ia pun memilih diam dan mengikuti langkah Marvel hingga sampai di depan ruangan perawatan. Marvel tak membuang waktu lama untuk melihat ke dalam ruangan perawatan. Dilihatnya di sana Windi tengah meletakkan tasnya lalu berjalan ke arah ranjang ayahnya.


"Jadi dia membawa tas itu untuk dibawa ke sini. Tapi untuk apa dia membawa tas sebesar itu?" Marvel tak henti dibuat bertanya-tanya.


"Om Marvel..." Zeline mendongak menatap wajah Marvel. Ia bahkan menarik celana Marvel agar Marvel menatap kepadanya.


"Lihat ke arah kanan." Ucap Zeline pelan.


Marvel menurutinya. Dan sesaat kemudian ia dibuat terkejut melihat keberadaan Dara di sana.


"Kak Dara..." Marvel tersenyum kaku lalu memundurkan tubuhnya.


Zeline pun turut memundurkan tubuhnya mengikuti Marvel.


Dara berjalan mendekat pada Marvel dan Zeline.


"Sedang apa kau di sini? Dan... kenapa kau membawa Zeline?" Tanya Dara dengan tatapan menyelidik.


"Anty Dara..." Menyadari suasa cukup tegang di sekitarnya, Zeline segera memeluk kaki Dara.


"Zeline sayang...." Dara mengelus lembut rambut keponakannya.


"Anty kerja?" Tanya Zeline dengan mata berkedip-kedip.


"Emh, ya. Anty bekerja hari ini." Jawab Dara.


Zeline mengangguk-angguk saja namun tak melepaskan pelukan tangannya di kaki Dara. "Ke sini dulu, Sayang." Dara membawa tubuh Zeline ke samping tubuhnya. Pandangan Dara pun beralih pada Marvel. "Marvel, kau belum menjawab pertanyaan Kakak. Kenapa kau ada di sini dan kenapa kau membawa Zel bersamamu?" Tekan Dara.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.