
Marvel melayangkan tatapan tajamnya pada Dio. "Lalu apa bedanya denganmu? Terkadang kita perlu sadar diri sebelum mengatai orang lain." Cetus Marvel lalu menepuk lengan Dio. Setelahnya Marvel pun berjalan cepat ke arah mobilnya sebelum mendapatkan sikutan balasan dari Dio.
"Dia sungguh menyebalkan!" Sungut Dio lalu turut berjalan ke arah mobilnya.
Sementara Kevin di dalam mobilnya nampak mencengkram erat kemudinya dengan tatapan yang semakin dingin. "Boy..." lirih Kevin saat mengingat wajah buah hatinya. "Maafkan Daddy yang tidak ada di samping Mommymu saat berjuang melahirkanmu." Cengkraman tangan Kevin pun mulai melemah.
Antara rasa senang dan sedih kini ia rasakan setelah melihat wajah anaknya Boy untuk pertama kalinya. "Maafkan Daddy yang terlalu lemah menemukan kalian selama ini." Ucap Kevin kemudian.
*
"Queen." Tepukan lembut di bahunya membangunkan Queen dari tidurnya.
Papa Adam menaruh jari telunjuknya di bibir lalu mengusap kepala Queen.
"Papah..." ucap Queen pelan. Queen pun mengucek kedua matanya lalu menatap pada Mama Lita yang masih nampak lelap dalam tidurnya.
"Pulanglah. Biar Papa yang menjaga Mama malam ini." Ucap Papa Adam.
Queen pun memilih bangkit dari duduknya dan membawa Papa Adam ke sudut ruangan. "Kenapa Papa ada di sini? Apa acaranya sudah selesai?" Tanya Queen.
"Sudah. Papa di sini karena ingin menjaga Mamamu. Sekarang pulanglah. Boy sudah menunggumu di rumah." Tutur Papa Adam.
"Tapi..." Queen meragu. Di satu sisi ia masih ingin menjaga Mama Lita. Namun di sisi lain ia merasa tak tega meninggalkan Boy lagi.
"Biar Papa yang menjaga Mama malam ini. Pulanglah, kasihan Boy." Ucap Papa Adam.
Queen menghela nafasnya lalu mengangguk. "Baiklah, Queen akan pulang." Putusnya.
Papa Adam tersenyum dan kembali mengusap rambut Queen. "Sopir sudah menunggumu di luar." Ucap Papa Adam.
"Terimakasih, Papa. Kalau begitu Queen pulang dulu." Ucap Queen.
Papa Adam mengangguk. "Jangan lupa ponselmu." Ucap Papa Adam sambil mengarahkan pandangan pada ponsel Queen yang berada di atas meja.
Queen mengangguk lalu berjalan ke arah meja untuk mengambil ponselnya. "Tolong sampaikan pada Mama kalau Queen pulang dulu dan Queen akan kembali lagi besok." Ucap Queen.
"Jangan memaksakan untuk kembali lagi besok. Temanilah Boy di rumah. Dia masih merasa asing di tempat yang baru." Ucap Papa Adam.
"Baik, Pah." Jawab Queen menurut. Setelahnya Queen pun menyalimi Papa Adam dan berpamitan untuk pulang.
*
Di ambang pintu seorang pelayan nampak menyambut kedatangan Queen dengan sedikit membungkukkan badannya.
"Nona Queen..." ucap pelayan dengan tersenyum.
"Bibi..." senyuman di wajah Queen terbit menatap pelayan sekaligus pegasuhnya dulu yang masih bekerja sampai saat ini di rumah kedua orang tuanya. "Queen sangat merindukan, Bibi." Queen memeluk pelayannya barang sejanak.
"Saya juga sangat merindukan Nona." Suara pelayannya terdengar parau.
"Kenapa Bibi belum tidur?" Tanya Queen.
"Saya akan tidur sebentar lagi, Nona." Jawabnya. "Mari silahkan masuk, Nona." Ajaknya.
Queen mengangguk. "Apa Boy sudah tidur?" Tanya Queen.
"Sudah, Nona." Jawabnya.
"Baiklah kalau begitu Queen pamit ke kamar dulu." Ucap Queen.
"Baik, Nona."
Queen pun segera melangkah menaiki anak tangga menuju kamarnya berada. Setelah masuk ke dalam kamarnya Queen dibuat tertegun melihat tidak adanya perubahan di dalam kamarnya. Barang-barang di dalam kamarnya masih tertata rapi seperti terakhir ia tinggalkan.
Pandangan Queen pun tertuju pada sosok mungil yang kini sedang tertidur dengan mulut terbuka. "Boy..." lirih Queen lalu berjalan ke arah ranjang. Queen menjatuhkan bokongnya di pinggir ranjang dan menatap Boy dengan tatapan bersalah. "Maafkan Mom karena mengabaikanmu sejak kemarin. Semoga kau mengerti jika Mommy ingin menjaga Nenek yang sedang sakit saat ini." Ucap Queen. "Apa anak Mom sudah merasa senang karena Kakek telah memperkenalkanmu pada orang-orang? Semua orang-orang terdekat Kakek kini tahu jika Boy adalah cucunya. Dan Boy saat ini sudah merasakan kasih sayang dari Kakek dan Nenek." Ucap Queen kemudian.
Setelah merasa cukup menatap Boy, Queen pun beranjak ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya lebih dulu sebelum bergabung tidur bersama Boy.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.