Queenara

Queenara
Calon istri Marvel?



Setelah cukup lama berbincang di kediaman Daniel dan Naina, akhirnya siang itu Dio, Kevin, Queen dan Marvel pun berpamitan pulang ke kediaman mereka masing-masing. Marvel dan Dio nampak sudah berada dalam mobil yang sama dengan Dio sebagai pengemudi mobilnya sendiri.


Dio menatap ke arah samping dimana wajah Marvel nampak terlihat kusut memikirkan nasib hidupnya saat ini. "Kau masih memikirkan tender itu?" Tanya Dio.


"Tentu saja." Jawab Marvel tanpa menatap Dio.


Dio menarik sebelah sudut bibirnya ke samping. "Jika kau masih memikirkannya, maka lebih baik kau segera mencari wanita yang bersedia untuk kau nikahi." Saran Dio.


Marvel mendengus mendengarnya. "Kau kira itu perkara yang mudah? Aku harus mencari wanita yang mau untuk aku nikahi." Sembur Marvel.


"Bukannya itu memang mudah? Kau memiliki kekayaan dan wanita mana yang tidak mau denganmu?" Kelakar Dio.


Puk


Marvel menepuk cukup keras lengan Dio hingga membuat Dio meringis karenanya. "Kau pikir aku mau dengan sembarang wanita? Lagi pula pernikahan itu bukanlah hal yang mudah. Kau lihat sendiri bagaimana nasib pernikahan Daniel dan Kevin selama ini." Ucap Marvel.


"Tapi kau dapat melihat juga jika saat ini mereka sudah berbahagia. Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian." Ucap Dio.


"Kau ingin berpantun?" Ketus Marvel.


Dio mengangguk lalu melanjutkan ucapannya. "Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian."


"Ck." Lidah Marvel berdecak.


"Semua pilihan ada di tanganmu. Jika kau mau memenangi tender itu, kau harus segera menikah dan mematahkan niatmu yang ingin melajang seumur hidup." Ucap Dio.


Marvel menggelengkan kepalanya saat membayangkan hidupnya yang bebas dan tentram akan terusik dengan status baru dalam hidupnya jika apa yang dikatakan Dio terjadi.


"Menikah?" Marvel tersenyum sinis. Entah apa yang ada dalam pemikirannya saat ini. Yang jelas Marvel merasa benar-benar belum siap dengan yang dinamakan sebuah pernikahan.


"Kau ingin singgah?" Tanya Marvel.


Dio menggeleng. "Aku ingin berdiam diri di apartemenku saat ini." Ucap Dio.


"Alasan saja. Bilang saja kau ingin seharian ini menelefon kekasihmu." Cibir Marvel.


"Tentu saja. Memangnya aku seperti dirimu. Sendiri dan hampa." Cibir Dio kembali.


Marvel dibuat mendengus mendengarnya. Ia kemudian keluar dari mobil dan menutup pintu mobil cukup keras.


Dio dibuat tertawa-tawa melihat sikap sahabat baiknya itu. "Jika sudah waktunya kau untuk menikah, maka menikahlah. Sendiri belum tentu membuat hidupmu lebih baik. Contohnya saja Daniel dan Kevin. Setelah menikah, hidup mereka terlihat semakin lebih baik dari pada saat sendiri dulu. Kevin yang datar mulai berubah hangat dan Daniel yang pecicilan mulai berubah kalem." Ucap Dio seorang diri.


Setelah cukup berbicara seorang diri, Dio pun melajukan mobilnya meninggalkan gedung apartemen Marvel menuju gedung apartemen tempat tinggalnya yang berada tidak terlalu jauh dari apartemen Marvel.


Sebelum sampai di apartemen, Dio menyempatkan lebih dulu mampir di sebuah supermarket untuk membeli beberapa keperluannya yang sudah habis di apartemen. Saat ingin masuk ke dalam supermarket, pandangan Dio seketika tertuju pada sosok wanita yang terlihat tengah menangis sambil melihat ponsel di tangannya.


Tak lama, wanita yang nampak memakai seragam karyawan supermarket itu nampak masuk mendahuluinya masuk ke dalam supermarket.


"Cantik." Komentar Dio lalu ikut masuk ke dalam supermarket.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.