
"Apa wanita hamil memang mudah lelah seperti itu?" Tanya Windi yang turut merasa prihatin melihat keadaan Queen saat ini.
Naina menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Kebanyakan wanita hamil mengalami hal sama seperti yang Queen rasakan saat ini. Tapi tidak jarang juga yang merasakannya justru suaminya." Ucap Naina.
"Namun dibalik itu semua, rasa sakit yang dirasakan saat hamil adalah bagian dari kenikmatan perjuangan menjadi seorang ibu." Ucap Mama Belinda.
"Tante Belinda benar." Timpal Naina.
Mama Belinda tersenyum. "Windi... jika Tuhan memberikanmu dan Marvel kepercayaan untuk menjadi orang tua dalam waktu dekat ini, kau mungkin juga akan merasakan apa yang Queen rasakan saat ini." Ucap Mama Belinda lembut.
Deg
Jantung Windi dibuat berdetak lebih cepat mendengarkan ucapan Mama Belinda. Menjadi orang tua? Apakah hal itu akan ia rasakan? Tapi bagaimana ia bisa menjadi orang tua sedangkan pernikahan di antara dirinya dan Marvel terjadi tanpa ada cinta di dalamnya. Mungkinkah Marvel mau meminta haknya padanya di saat pria itu belum mencintainya? Entahlah, Windi merasa bingung memikirkannya.
"Mama, apa Mama akan memiliki adik bayi lagi?" Zeline yang sejak tadi hanya diam mendengarkan percakapan orang dewasa di depannya pun akhirnya angkat suara dengan tatapan tertuju pada perut Naina saat ini.
Naina yang melihat kegelisahan di wajah putrinya saat bertanya pun tersenyum mendengarnya. "Tidak... untuk saat ini Mama tidak memiliki adik bayi lagi, Sayang." Jawabnya.
"Zel tidak mau adik lagi, Mama. Adik Ziko saja dan adik Boy sudah cukup." Ucap Zeline mengungkapkan keinginannya. Walau sampai saat ini Zeline tidak pernah merasakan perbedaan kasih sayang Naina dan Daniel padanya dan pada Ziko, namun tetap saja Zeline tidak berminat untuk memiliki adik lagi karena film yang sering ditontonya bersama Amara cukup mengganggu fikiran gadis kecil itu sampai saat ini.
Naina mengangguk mengiyakan ucapan putrinya. Walau Zeline tidak pernah mengatakan alasannya lagi yang tidak ingin memiliki seorang adik lagi, namun Naina cukup paham dengan maksud tidak ingin putri kecil ya itu.
Tak berselang lama, suara pintu kamar kembali diketuk dari luar. Seorang wanita yang berstatus sebagai sepupu Marvel datang menanggil Windi dan yang lainnya untuk turun karena Ayah Amri sudah datang dan sedang menunggu kedatangan mereka di lantai bawah.
"Apa kau sudah siap, Windi?" Tanya Naina pada Windi setelah Mama Belinda berpamitan lebih dulu untuk turun.
Windi menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Naina dan Queen yang sudah bangkit dari pembaringannya pun membantu Windi untuk bangkit dari ranjang lalu menuntun Windi keluar dari dalam kamar.
Suara langkah kaki yang terdengar melangkah menuruni anak tangga mengalihkan perhatian Marvel yang sedang bercengkrama dengan calonmertuanya.
Deg
Jantung Marvel dibuat berdebar-debar melihat betapa cantiknya calon istrinya yang kini sudah turun dari tangga dan sedang berjalan ke arahnya.
"Putriku..." Ayah Amri dibuat berkaca-kaca melihat putrinya yang nampak cantik dengan balutan kebaya bewarna putih dan riasan wajah yang terlihat natural.
"Ayah..." Pandangan Windi langsung tertuju pada sosok ayahnya yang tengah menatap padanya. Windi pun turut dibuat berkaca-kaca melihat tatapan ayahnya saat ini.
Queen dan Naina pun menuntun Windi untuk duduk di kursi yang bersebelahan dengan Marvel. Setelahnya mereka pun beranjak menuju suami mereka masing-masing.
"Kau terlihat sangat cantik hari ini." Puji Marvel pada Windi yang telah duduk di sebelahnya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.