
"Tapi—" ucapan Kevin terputus saat Queen meletakkan jari telunjuknya di bibirnya.
"Percayalah kami akan baik-baik saja." Ucap Queen meyakinkan Kevin.
Kevin menghembuskan nafas bebas di udara dan mengangguk sebagai jawaban. Setelah berpamitan pada Kevin, Queen pun segera melajukan mobilnya untuk pulang ke rumah kedua orang tuanya. Bukannya tidak ingin Kevin menemaninya, hanya saja Queen ingin Kevin beristirahat setelah melihat raut lelah di wajah Kevin. Dan seolah mengerti dengan keadaan, Boy pun tidak merengek karena harus berjauhan kembali dengan Kevin. Balita itu justru melambaikan tangannya pada Kevin yang membuat Kevin dan Queen tersenyum karenanya. Setelahnya mobil Queen pun mulai melaju meninggalkan perkarangan rumah dengan diiringi lambaian tangan Kevin.
Di tengah perjalanan, Queen tiba-tiba saja mengurangi laju kecepatan mobilnya saat melihat dua sosok yang sangat dikenalinya tengah duduk di sebuah taman yang berada tidak jauh dari jalan raya.
"Kak Mirza? Riri?" Gumamnya dengan tatapan tak percaya.
Queen menambah kecepatan mobilnya setelah bayangan Riri dan Mirza lenyap dari pandangannya.
"Sedang apa mereka di tempat itu?" Gumam Queen bertanya-tanya. "Mereka terlihat begitu dekat. Apa ada sesuatu di antara mereka?" Queen tersenyum membayangkan jika dugaannya benar.
"Mommy napa?" Boy yang sejak tadi memperhatikan wajah Queen dibuat bingung melihat Queen yang tersenyum sendiri tanpa mengajaknya.
"Agh, Mommy tidak apa-apa." Queen tersenyum kaku menatap putranya.
Boy menatap Queen dengan kening mengkerut seolah tak percaya dengan apa yang Queen katakan. Queen pun hanya bisa tersenyum lucu menatap wajah lucu putranya. Ia pun kembali fokus pada jalanan di depannya hingga mobil yang ia kendarai sampai di depan rumahnya.
"Dia tidur?" Queen mengelus gemas kepala Boy. Ia memilih menatap wajah tampan putranya cukup lama sebelum keluar dari dalam mobil. Setiap menatap wajah Boy, Queen selalu dibuat bersyukur karena telah dikaruniai putra yang sangat tampan dan lucu. Putra kecilnya yang hadir membuat hidupnya lebih bewarna.
"Boy... apa Boy saat ini sudah bahagia karena sebentar lagi Mommy dan Daddy akan kembali bersama?" Lirih Queen. Setelah cukup lama menatap wajah tampan Boy, Queen pun keluar dari dalam mobilnya. Ia membuka pintu mobil dan mengambil tubuh Boy dengan hati-hati agar tidak mengganggu tidur Boy. Setelahnya Queen melangkah masuk ke dalam rumah.
"Queen..." suara lembut Mama Lita menghentikan langkah Queen yang hendak menuju tangga.
"Mamah." Queen tersenyum pada Mama Lita.
Mama Lita berjalan mendekat pada Queen. "Kau sudah pulang, Nak?" Ucap Mama Lita.
Queen menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Pandangan Mama Lita pun tertuju pada Boy yang tertidur di gendongan Queen.
"Bagaimana pertemuanmu dengan Kevin tadi?" Tanya Mama Lita.
Mama Lita ikut tersenyum mendengarnya. "Mama juga senang mendengarnya." Mama Lita mengusap lengan Queen. "Kita lanjutkan pembicaraannya besok. Sekarang pergilah ke kamar dan bersihkan tubuhmu." Ucap Mama Lita.
"Baiklah, kalau begitu Queen pamit ke kamar dulu, Ma." Ucap Queen.
"Iya, Nak." Jawab Mama Lita. Queen pun kembali melanjutkan langkahnya menuju kamarnya diringi dengan senyuman manis Mama Lita. "Mama bersyukur karena akhirnya kau bisa menemukan cinta sejatimu yang mencintaimu setulus hati." Gumam Mama Lita. Pandangannya pun beralih pada pintu ruangan perpustakaan yang terdengar terbuka.
"Queen sudah pulang?" Tanya Papa Adam yang baru saja keluar dari dalam ruangan perpustakaan.
Mama Lita menganggukkan kepalanya. "Queen sudah naik ke kamarnya." Jawab Mama Lita.
Papa Adam mengalihkan pandangannya ke lantai dua rumahnya dimana Queen terlihat berjalan sambil menggendong Boy di sana. "Apa dia terlihat bahagia?" Tanya Papa Adam.
"Sangat. Queen terlihat sangat bahagia." Jawab Mama Lita yang dibalas senyuman tipis di wajah Papa Adam.
"Ayo kita ke kamar. Sudah saatnya istirahat." Ajak Papa Adam yang diangguki Mama Lita sebagai jawaban. Mama Lita dan Papa Adam pun berjalan beriringan menuju kamar mereka.
Sedangkan Queen yang baru saja sampai di dalam kamarnya nampak telah meletakkan tubuh Boy di atas ranjang.
"Emh... Daddy..." Ucap Boy parau dengan mata tertutup.
"Anak Mommy... kenapa kau tidak pernah melewatkan menyebutkan nama Daddymu di dalam tidurmu? Apa kau sangat menyayangi Daddy melebihi sayangmu pada Mommy?" Gumam Queen lalu tersenyum
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.