Queenara

Queenara
Dia mencintaiku?



Marvel menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Setelah kepergianmu waktu itu tiada hari yang Kevin lewatkan untuk mencari keberadaanmu. Kevin telah mengerahkan seluruh anak buahnya namun hingga hari ke dua puluh tidak membuahkan hasil sama sekali. Setelah hampir satu bulan mencari, akhirnya Kevin menyadari jika ada orang yang sangat berpengaruh menutupi akses keberadaanmu dan identitasmu." Ucap Marvel yang tertuju pada Mirza. "Dan jika kau bertanya kenapa Kevin tidak kembali berjuang menemukan keberadaanmu itu semua salah karena Kevin selalu berusaha menemukan keberadaanmu walau saat itu keadaan perusahaannya sedang tidak baik-baik saja." Ucap Marvel.


"Apa maksud ucapanmu?" Queen merasa penasaran dengan ucapan Marvel yang penuh maksud.


"Perusahaan Kevin terancam bangkrut setelah kedua orang tua Melody menarik saham mereka dari perusahaan Kevin." Jawab Marvel.


"Apa? Tapi kenapa?" Queen nampak bingung.


"Itu karena Kevin menolak untuk menikahi Melody dan lebih memilih memperjuangkanmu tetap menjadi istrinya." Ucap Marvel yang membuat kedua mata Queen membola sempurna.


Queen terdiam cukup lama setelah mendengarkan penjelasan Marvel yang tidak pernah ia duga sebelumnya.


"Perjodohan di antara Kevin dan Melody terjadi setelah kedua orang tua Melody membantu perusahaan keluarga Kevin yang berada di ambang kehancuran sejak lima belas tahun yang lalu. Karena melihat Melody menaruh perasaan yang cukup besar pada Kevin membuat kedua orang tua Melody meminta pada kedua orang tua Kevin untuk menjodohkan anak-anak mereka. Dan karena rasa berhutang budi pada keluarga Melody, orang tua Kevin pun dengan mudah menyetujui permintaan mereka." Terang Marvel.


Queen menatap Kevin yang kini tengah menatapnya dengan intens. Ia tak menanggapi ucapan Marvel dan lebih memilih menunggu Marvel melanjutkan ucapannya.


"Tidak banyak hal yang bisa aku jelaskan kepadamu dan aku serahkan selanjutnya pada Kevin yang berhak menceritakannya kepadamu. Namun satu hal yang pasti, Kevin sama sekali tidak menaruh perasaan pada Melody selain pada dirimu. Kevin hanyalah pria lemah yang tidak bisa keluar dari rencana yang sudah dibuat oleh keluarganya dan Melody. Apa lagi di akhir pertemuan mereka sebelum Kevin menikahimu orang tua Melody mengancam akan menarik sahamnya jika Kevin tidak menepati janjinya untuk menikahi Melody. Dan pada akhirnya Kevin lebih memilih cintanya walau ia tahu efek dari keputusan yang ia ambil."


"Cintanya? Cinta yang mana yang kau maksud?" Queen tertarik mendengar ucapan Marvel tentang cinta Kevin.


"Cintanya kepada dirimu yang sudah sejak lama ia pendam sebelum kau menjadi kekasih Daniel." Ucap Marvel yang membuat Queen terdiam di tempatnya dengan tatapan tak percaya.


*


"Apa benar selama ini Kevin mencintaiku bahkan sebelum aku bersama Daniel?" Queen masih dibuat tak percaya mendengar ucapan Marvel. "Jadi selama ini perhatian dan ketulusan Kevin bukan hanya untuk anakku tapi juga untuk diriku." Queen pun teringat dengan segala sikap Kevin selama ini kepadanya yang terasa begitu tulus. Ia berpikir sikap Kevin yang begitu baik kepadanya karena ia sedang mengandung anaknya tanpa menyadari jika itu semua juga karena dirinya.


Queen menghembuskan nafas di udara lalu menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi. Ia menutup kedua kelopak matanya menghayati apa yang ia rasakan saat ini dimana rasa bersalah mulai menyeruak di dalam dadanya.


"Kak Mirza?" Queen kembali membuka kedua kelopak matanya saat mengingat ucapan Mirza kepadanya. Queen pun segera meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja lalu melakukan panggilan telefon pada Mirza. Setelah berbicara sejenak dengan Mirza di seberang telefon, Queen pun segera beranjak dari kursi kerjanya dan tak lupa mematikan komputernya.


"Nona ingin kemana?" Riri nampak bingung melihat Queen membawa tas keluar dari dalam ruangan kerjanya.


"Hari ini saya pulang lebih awal, Jeni. Saya ingin ke perusahaan Tuan Mirza karena ada hal yang ingin saya bicarakan dengan Tuan Mirza." Ucap Queen.


Riri mengangguk paham dan mempersilahkan Queen untuk pergi. Queen pun segera pergi meninggalkan perusahaan setelah berpamitan pada Riri. Tak lupa ia menanyakan keadaan Boy pada Nany di rumahnya untuk memastikan Boy baik-baik saja selama ia tinggalkan pergi bekerja.


"Apa hal yang ingin Kak Mirza katakan waktu itu tentang Kevin adalah tentang kebangkrutan perusahaan Kevin?" Gumam Queen mengingat Mirza yang acap kali ingin membahas tentang Kevin kepadanya namun ia tetap bersikeras untuk tidak mau mendengarnya karena tidak ingin lagi mengingat tentang Kevin dan menghapus segala perasaannya pada Kevin.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.