
"Baiklah kalau begitu. Semoga saja dengan cara ini Marvel dapat menemukan wanita terbaik untuk hidupnya." Harap Kevin.
"Somaga saja." Balas Dio. "Oh ya, untuk apa Queen datang ke perusahaanmu siang-siang begini?" Tanya Dio dengan tersenyum miring.
"Tentu saja untuk bercinta denganku." Jawab Kevin santai.
Glek
Dio meneguk salivanya susah payah mendengar jawaban frontal Kevin. "Jadi dia jauh-jauh datang ke sini hanya untuk bercinta denganmu?" Tanya Dio tak percaya. Padahal sejak tadi otak kecilnya sudah mencoba berpikir positif jika apa yang baru saja dilakukan Queen dan Kevin hanya sebuah selingan karena Queen datang untuk urusan pekerjaan mengingat sekarang masih waktu jam bekerja. Namun ternyata apa yang dipikirkannya salah besar.
"Ya. Memangnya ada yang salah?" Tanya Kevin.
"Emh, tidak. Aku yang salah karena datang ke sini tanpa memberitahumu lebih dulu." Jawab Marvel tersenyum kaku. "Kalau begitu aku pamit pergi dulu karena tujuanku datang ke perusahaan ini sudah sedikit tercapai." Ucap Dio kemudian bangkit dari duduknya. Sungguh saat ini ia ingin menenggalamkan tubuhnya ke dalam sumur merasa malu melihat sikap Kevin yang tidak tahu malu mengatakan yang sejujurnya padanya.
"Ya, pergilah." Balas Kevin.
Dio mengangguk lalu segera melangkah keluar dari dalam ruangan kerja Kevin. "Apa semua pasangan suami istri bersikap tidak tahu malu seperti itu jika sudah menikah?" Tanya Dio lalu menggelengkan kepalanya. Setelah keluar dari dalam ruangan Kevin, Dio kembali memasang wajah coolnya saat melihat sekretaris Kevin menatap padanya.
"Emh, Tuan Dio, apa anda baik-baik saja selama berada dalam ruangan kerja Tuan Kevin?" Tanyanya dengan tersenyum kaku.
Dio dapat dengan cepat menangkap maksud ucapannya. Ia pun turut tersenyum kaku menjawab pertanyaannya. "Apa kau lupa memberitahukan padaku jika ada Queen di dalam sana?" Tebaknya.
Wanita itu pun mengangguk hingga membuat Dio menghela nafas panjang karenanya.
Sementara di dalam ruangan kerja Kevin, Queen nampak keluar dari dalam ruangan kamar pribadi Kevin. "Dimana Dio? Bukankah tadi dia ada di sini?" Tanya Queen.
"Dia sudah pergi." Jawab Kevin.
"Agh, syukurlah." Lirih Queen merasa lega karena ia tak harus merasa malu saat bertemu dengan Dio.
"Kau bilang apa, Sayang?" Tanya Kevin karena tidak begitu mendengarkan ucapan Queen.
"Tidak ada." Jawab Queen tersenyum kaku.
*
"Maju sedikit lagi." Jawab Dio.
Marvel menurunkan laju kecepatan mobilnya. "Apa yang itu?" Tanyanya menunjuk supermarket yang ada di depan mata mereka.
"Ya, yang itu." Jawab Dio.
Marvel membelokkan mobilnya masuk ke dalam area parkir supermarket. Setelah memarkirkan mobilnya, ia segera turun dari dalam mobilnya.
"Semoga saja wanita itu bekerja malam ini." Ucap Dio.
"Apa kau belum memastikan jam kerja wanita itu?" Tanya Marvel.
Dio menggeleng. "Aku lupa." Lirihnya.
Marvel menghela nafas panjang.
"Tapi percayalah jika dia pastiĀ bekerja." Ucap Dio yakin sambil mempercepat langkahnya masuk ke dalam supermarket. Setelah berada di dalam supermarket, pandangan Marvel pun tertuju pada sosok wanita berwajah sendu yang sedang duduk di belakang meja kasir.
"Nah, itu dia." Tunjuk Dio pada wanita yang kini ditatap Marvel.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!š¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.