Queenara

Queenara
Kedatangan Tuan Bagas dan Nyonya Belinda



Tidak sesuai dengan ucapan Dio kemarin malam, pagi ini Marvel tidak mengikuti perkataan Dio yang mengajaknya untuk mengikuti aktivitas Windi. Ia lebih memilih menetap di perusahaan karena kedua orang tuanya akan datang.


Dan benar saja, tepat pukul sembilan pagi, sepasang suami istri paruh baya yang masih terlihat muda nampak memasuki perusahaan. Seorang pria yang tak lain adalah asisten pribadi Kevin nampak menyambut kedatangan kedua orang tua Marvel.


"Selamat datang di perusahaan, Tuan Bagas, Nyonya Belinda." Sapa Jhoni pada kedua orang tua Marvel.


Tuan Bagas dan Nyonya Belinda tersenyum membalas sapaan Jhoni pada mereka.


"Dimana Marvel, apa dia ada di dalam ruangan kerjanya?" Tanya Tuan Bagas.


Jhoni mengangguk. "Tuan Marvel sedang berada di ruangannya, Tuan." Jawab Jhoni.


"Tumben sekali. Biasanya dia sedang berpetualang pagi ini sebelum datang ke perusahaan." Cibir Tuan Bagas yang sangat mengetahui sikap putra sematawayangnya itu.


Jhoni tersenyum tipis membalas ucapan Tuan Bagas. "Mar ikut saya, Tuan, Nyona." Ajak Jhoni.


Tuan Bagas dan Nyonya melinda mengangguk lalu mengikuti langkah Jhoni menuju pintu lift khusus petinggi perusahaan. Jhoni mempersilahkan Tuan Bagas dan Nyonya Belinda masuk lebih dulu lalu ikut masuk ke dalam lift.


"Bagaimana, apa sudah ada perkembangan untuk tender itu?" Tanya Tuan Bagas saat pintu lift sudah tertutup.


"Tuan Marvel masih mengusahakannya untuk itu, Tuan." Jawab Jhoni.


Tuan Bagas tersenyum miring. Ia tahu saat ini putranya sedang kalang kabut memikirkan cara agar mendapatkan tender besar dari perusahaan M tersebut.


"Tidak banyak waktu untuk dia mengusahakannya." Komentar Tuan Bagas.


Jhoni mengangguk membenarkan. Tak lama pintu lift pun terbuka. Jhoni kembali mempersilahkan Tuan Bagas dan Nyonya Belinda untuk keluar dari dalam lift. Ia menuntun Tuan Bagas dan Nyonya Belinda menuju ruangan yang bertuliskan presiden direktur di sana.


Tok


Tok


Tok


Jhoni mengetuk pintu lebih dulu sebelum masuk ke dalam ruangan.


"Masuk." Titah Marvel dari dalam.


Ceklek


Suara pintu yang terdengar terbuka tak membuat Marvel menghentikan kegiatannya mengetikkan sesuatu di layar komputernya.


"Kau terlihat rajin sekali anakku." Suara Tuan Bagas yang terdengar menyindir menghentikan kegiatan Marvel.


"Aku memang sudah rajin sejak dulu, Papah." Jawabnya santai lalu bangkit dari duduknya.


"Anak Mamah..." Nyonya Belinda seketika berlari ke arah Marvel yang tengah berjalan ke arah mereka.


"Mamah..." Marvel mendekap erat tubuh wanita yang telah melahirkannya setelah berada dekat dengannya.


"Mama sangat merindukanmu." Ucap Nyonya Belinda.


"Begitu pun denganku." jawab Marvel.


"Lepaskan istriku!" Titah Tuan Bagas.


Marvel mendengus lalu melepaskan dekapannya di tubuh Mamanya. "Mamah, ayo duduk dulu." Ajak Marvel.


"Kau tidak mengajak Papa untuk duduk?" Tanya Papa Bagas.


"Tentu saja. Ayo duduk, Pah." Jawab Marvel malas.


Papa Bagas menggelengkan kepalanya lalu berjalan ke arah sofa.


"Kalau begitu saya pamit keluar dulu, Tuan." Ucap Jhoni.


"Kau ingin kemana, Jhoni?" Tanya Mama Belinda.


"Saya ingin meminta OB untuk membuat minum dulu, Nyonya." Jawab Jhoni.


"Emh, baiklah." Jawab Mama Belinda ramah.


Jhoni mengangguk lalu keluar dari dalam ruangan. Tinggallah Mama Belinda, Papa Bagas yang ada di dalam ruangan. Marvel menatap awas pada Papanya yang kini menatapnya dengan instens.


"Jadi, bagaimana?" Tanya Papa Bagas penuh maksud pada Marvel.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.