
Marvel menggelengkan kepalanya. "Tapi aku masih ingin tetap di sini sampai besok. Aku sudah ada janji dengan wanita incaranku untuk sarapan pagi bersama esok hari." Ucap Marvel.
"Terserah kau saja. Lagi pula aku tidak mengajakmu untuk ikut denganku." Ucap Kevin.
"Ck." Marvel meninju udara karena kesal mendengar ucapan Kevin.
"Sekarang kembalilah ke kamarmu karena aku akan berangkat ke bandara. " Ucap Kevin.
"Kau mengusirku?" Marvel semakin dibuat kesal.
Kevin pun menganggukkan kepalanya tanpa rasa bersalah. "Terimakasih atas bantuanmu selama ini." Ucap Kevin.
"Aku pikir kau sudah melupakan jasaku selama ini." Ucap Marvel sedikit lebay.
Kevin diam tanpa menjawab.
"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Kabari aku jika kau sudah sampai." Ucap Marvel.
"Aku pasti mengabarimu." Jawab Kevin mengakhiri percakapan mereka.
*
Tepat pukul dua belas malam Kevin pun sampai di apartemennya. Raut lelah nampak tercetak jelas di wajah tampannya. Kevin berjalan sedikit lunglai masuk ke dalam kamarnya sambil menyeret koper di sebelah tangannya.
"Akhirnya sampai juga." Kevin menjatuhkan tubuh lelahnya di atas ranjang dan menutup kedua kelopak matanya. "Boy... besok pagi Papa akan menemuimu." Gumam Kevin dengan senyuman tipis di wajahnyas saat mengingat wajah tampan putranya. Rasa lelah dan letih yang tadi sempat ia rasakan sirna begitu saja saat mengingat wajah putranya.
Kevin membuka kedua kelopak matanya lalu menatap ke arah nakas dimana foto putranya nampak terpajang di sana. Ia pun bangkit dari pembaringan lalu mengambil foto Boy. "Apa kau merindukan Daddy seperti Daddy yang sangat merindukanmu?" Tanya Kevin sambil mengusap wajah foto Boy dengan jari jempolnya.
Pandangan Kevin pun beralih pada foto pernikahan Queen dan dirinya yang masih terpajang di kamarnya. "Maafkan aku..." ucapan yang selalu keluar dari mulut Kevin saat melihat foto pernikahannya.
Kevin meletakkan kembali foto Boy di atas nakas lalu kembali membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Hari kemarin cukup melelahkan untuk tubuhnya setelah banyak melakukan kegiatan selama berada di luar negeri dan kini ia ingin mengistirahatkan tubuhnya untuk menyambut hari esok dimana ia akan bertemu dengan putranya Boy.
*
"Boy... apa Boy ingin ikut bersama Mommy bermain di taman?" Tanya Queen dengan nada menggoda pada Boy. Pagi ini ia memang berniat membawa Boy bermain di taman sebelum esok hari ia sudah kembali bekerja di perusahaan membantu Papa Adam karena kini Papa Adam lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah menjaga Mama Lita yang baru saja sembuh dari sakitnya.
"Itut... itut..." Boy melompat-lompat di atas ranjang dengan wajah riangnya. "Boy mau itut!" Ucapnya lagi.
"Kalau mau ikut ayo kemarilah." Queen merentangkan kedua tangannya pada Boy. Boy pun segera berlari ke arah Queen yang berdiri di tepi ranjang lalu masuk ke dalam dekapannya.
"Baiklah, karena Boy mau ikut sekarang kita ganti baju dulu, ya." Ajak Queen.
"Ayo, Mom." Jawab Boy.
Queen tersenyum lalu mencium puncak kepala Boy. Setelahnya ia membawa Boy ke arah lemari dan mengganti pakaian Boy di sana. Setelah selesai bersiap-siap, ia dan Boy pun berjalan keluar dari dalam kamarnya dan menuruni anak tangga sambil menggendong Boy.
"Nona Queen..." sapa Nany saat melihat Queen turun dari anak tangga. "Anda ingin kemana, Nona?" Tanya Nany.
"Saya ingin membawa Boy bermain di taman, Bi." Jawab Queen.
"Apa anda hanya berdua saja, Nona?" Tanya Nany.
"Ya. Kali ini saya pergi berdua saja, Bibi. Saya bisa menjaga Boy sendiri." Jawab Queen tersenyum.
Nany mengangguk paham. "Kalau begitu hati-hati di jalan, Nona." Ucap Nany.
"Baik, Bibi, terimakasih." Ucap Queen lalu beranjak dari hadapan Bibi.
"Nenek nda itut, Mom?" Tanya Boy setelah masuk ke dalam mobil.
"Tidak... Nenek dan Kakek di rumah saja." Jawab Queen.
"Kacian itu Nenek tinggal." Ucap Boy sambil menunjuk ke arah rumah.
Queen tersenyum lalu mengusap kepala Boy. "Lain kali kita ajak Nenek pergi, ya. Sekarang kita pergi berdua dulu." Ucap Queen lembut.
"Ya, Mom." Jawab Boy lalu melambaikan tangannya ke arah rumah seolah ada Nenek dan Kakeknya yang sedang melepas kepergian mereka.
Queen pun mulai menjalankan mobilnya keluar dari perkarangan rumah. Tanpa rasa curiga Queen terus melajukan mobilnya ke arah taman sambil mengajak Boy berbicara tanpa menyadari jika kini sebuah mobil bewarna merah tengah mengikuti mereka dari belakang.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.