
Marvel mencoba tetap tenang walau saat ini Windi berada tepat di depannya. "Sepertinya kami salah ruangan." Jawabnya pada perawat. Untung saja kaca mata hitamnya masih terpasang hingga Windi tak dapat melihat dengan jelas wajahnya saat ini.
Marvel dan Dio pun beranjak dari depan ruangan dan memberi jalan pada perawat dan Windi masuk ke dalam ruangan.
"Nona Windi, ayo." Ajak perawat pada Windi yang masih diam saja sambil menatap Marvel dan Dio intens.
"Agh, ya." Jawab Windi lalu mengikuti perawat masuk ke dalam ruangan. Siapa mereka? Bukankah mereka adalah dua orang yang tadi? Dan kenapa mereka ada di sini? Tanya Windi dalam hati.
Marvel segera menarik tangan Dio menjauh dari depan ruangan setelah pintu ruangan tertutup dari dalam. "Sudahlah, sebaiknya kita pergi dari sini. Untuk hasil pemeriksaannya kau bisa membayar orang untuk menyelidikinya." Ucap Marvel.
Dio mengangguk saja. Ia juga tidak ingin mengambil risiko jika pergerakan mereka semakin diketahui oleh Windi dan Windi merasa tidak nyaman dengan keberadaan mereka di sana.
*
Setelah hari itu, Marvel dan Dio terus bergerak mengikuti aktivitas Windi hingga mereka akhirnya tahu apa saja kegiatan Windi setiap harinya. Mulai dari berangkat ke rumah sakit untuk menjaga Ayahnya, lalu bekerja di supermarket dan setelah pulang bekerja Windi kembali ke rumah sakit. Windi hanya pulang ke rumah kontrakannya di saat pagi hari untuk sekedar membersihkan tubuhnya atau membersihkan rumahnya lalu kembali ke kegiatan awal menjaga ayahnya di rumah sakit.
Tidak ada kata lelah yang keluar dari dalam mulut Windi menjalani aktivitasnya setiap harinya yang terasa berat. Wanita itu terlihat penuh semangat dan percaya diri jika kondisi ayahnya akan kembali membaik seperti sedia kala walau ia tahu itu semua tidak mungkin setelah kecelakaan yang menimpa ayahnya beberapa bulan lalu.
Seperti yang sudah sering terjadi sebelumnya, hari ini Marvel dan Dio kembali mendapat tugas untuk menjaga anak-anak sahabatnya. Jika biasanya mereka hanya ditugaskan menjaga Zeline dan Ziko, kini tugas mereka bertambah dengan turut menjaga Boy karena Kevin dan Queen juga mengikuti jejak Daniel untuk menikmati waktu berdua tanpa ada anak di antara mereka. Karena tahu Kevin dan Dio tidak mungkin menjaga ketiga anak hanya berdua, Kevin pun meminta Nany yang menjaga Boy di rumahnya untuk ikut bersama Dio dan Marvel.
"Main mana ni, Tak?" Suara cadel Ziko terdengar saat mobil milik Marvel berhenti di lampu merah.
"Nanti saja kita pikirkan. Sekarang kita akan ke supermarket dulu untuk membeli cemilan dan minuman di sana." Ucap Marvel.
"Supermarket mana, Om?" Tanya Zeline lagi.
"Nanti kau juga tahu, princess." Jawab Marvel penuh maksud.
Dio yang mendengarkan ucapan Marvel dari kursi belakang pun tersenyum sinis menyadari arah dan tujuan Marvel mengajak mereka ke supermarket lebih dulu.
Mobil kembali melaju dengan kecepatan sedang setelah rambu lalu lintas berubah warna menjadi warna hijau.
"Main, main..." di kursi belakang Boy dan Ziko terdengar bersorak dengan riang setelah mengetahui mereka akan diajak bermain oleh Dio dan Marvel saat ini. Mereka bahkan tak memperdulikan kedua orang tua mereka yang entah dimana rimbanya saat ini.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.