
Marvel terlihat pulang bekerja lebih awal sore itu. Ia terlihat begitu bersemangat untuk pulang dan bersiap-siap untuk menjemput Windi ke rumah sakit dan membawanya datang ke rumahnya. Karena jarak apartemennya lebih dekat dari rumah sakit dibandingkan rumah kedua orang tuanya, Marvel memilih pulang ke apartemen untuk membersihkan tubuhnya dan bersiap-siap di sana.
"Huft, rasanya cukup menegangkan." Ucap Marvel setelah masuk ke dalam apartemennya. Kaki jenjangnya pun melangkah ke arah kamarnya berada untuk membersihkan tubuhnya. Marvel terlihat tidak ingin membuang waktu dengan berlama-lama berada di apartemen. Ia rasanya sudah tidak sabar menjemput Windi dan membawa datang ke rumah kedua orang tuanya.
Setengah jam berlalu, Marvel terlihat sudah rapi dengan setelan kemeja bewarna navy dan celana kain bewarna senada. "Aku memang sudah tampan dari lahir." Pujinya pada dirinya sendiri saat melihat tampilan wajahnya di depan cermin.
Setelah merasa cukup dengan penampilannya, Marvel pun segera keluar dari dalam kamarnya. Tak lupa ia mengirimkan pesan pada Windi jika ia akan datang ke rumah sakit untuk menjemput Windi.
"Ayo kita mulai perjuangan selanjutnya." Ucap Marvel dengan penuh percaya diri lalu keluar dari dalam apartemennya.
*
"Marvel, kau sudah datang?" Tanya Windi pada Marvel yang baru saja masuk ke dalam ruangan inap ayahnyaz
"Ya. Apa kau sudah menungu lama?" Tanya Marvel.
Windi menggelengkan kepalanya. "Tidak. Aku juga baru selesai bersiap-siap." Jawabnya.
Marvel menganggukkan kepalanya lalu berjalan ke arah ranjang ayah Windi berada.
"Ayah, saya pamit untuk membawa Windi. Saya berjanji tidak akan memulangkannya terlalu lama." Ucap Marvel pada Amri.
Amri tersenyum mendengarnya. "Pergilah dan hati-hati di jalan." Jawab Amri.
"Baik, Ayah." Jawab Marvel seraya tersenyum.
Windi pun turut mendekat pada ranjang ayahnya dan meminta izin untuk berangkat ke kediaman kedua orang tua Marvel. Setelah mendapatkan izin dari Amri, Marvel dan Windi pun keluar dari dalam ruangan inap Amri.
"Marvel, apa kau yakin ingin membawaku ke hadapan kedua orang tuamu?" Tanya Windi setelah berada di luar ruangan inap .
"Tentu saja. Tidak ada alasan yang membuat aku tidak yakin. Lagi pula bukankah kau yang menginginkan berkenalan dengan kedua orang tuaku? Jadi kau jangan ragu seperti itu. Kedua orang tuaku hanya manusia biasa dan tidak akan memakan orang." Jawab Marvel.
Marvel tersenyum saja sambil melangkah ke arah pintu lift berada. Windi pun mengikuti langkah Marvel dengan berjalan beriringan.
Deg
Sesampainya di besement rumah sakit, Windi dibuat tertegun melihat mobil yang Marvel bawa untuk menjemputnya.
"Ini mobil milikmu?" Tanya Windi menatap mobil sport bewarna merah di depannya saat ini.
"Tidak. Ini hanya titipan." Jawab Marvel santai.
Windi tak percaya begitu saja. Lagi pula ia bukan wanita bodoh yang tidak tahu siapa Marvel setelah masuk ke dalam perusahaan milik Marvel.
"Ayo masuklah." Ucap Marvel setelah membukakan pintu untuk Windi.
"Terima kasih." Jawab Windi lalu masuk ke dalam mobil. Marvel pun segera menutup pintu mobil dan memutari mobil untuk masuk ke dalam mobilnya. Setelah masuk ke dalam mobil dilihatnya Windi yang sedikit kesulitan memakai sabuk pengamannya.
"Maaf, biar aku bantu." Ucapnya lalu mendekat pada tubuh Windi.
Deg
Jantung Windi dibuat berdebar saat melihat wajah tampan Marvel terlihat begitu dekat dengan wajahnya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.