
"Kevin..." bibir Queen bergetar seolah sulit untuk berbicara setelah mendengarkan penjelasan Kevin yang terdengar tulus di telinganya.
"Maafkan aku karena telah menyia-nyiakan hidup bersamamu. Namun satu yang harus kau ingat jika tidak satu pun hari yang aku lewatkan dengan tidak memikirkanmu." Ucap Kevin.
Queen tak dapat menahan rasa haru yang menyeruak di dalam dadanya. Ia pun tanpa sungkan memeluk erat tubuh Kevin dan menumpahkan segala kesedihannya di dada bidang Kevin. Kevin pun tak menyia-nyiakan kesempatan dengan membalas pelukan Queen tak kalah erat dan tanpa sadar meneteskan air matanya.
"Hua..." Boy pun turut menangis melihat kedua orang tuanya yang menangis. Tangisan balita itu pun terdengar semakin kencang saat Queen dan Kevin masih tetap berpelukan tanpa memperdulikan dirinya yang juga sedang menangis seorang diri.
Menyadari jika putra mereka semakin menangis dengan kencang, Queen dan Kevin pun segera melepaskan pelukan satu sama lain. "Boy." Ucap mereka berbarengan lalu segera beranjak ke arah Boy.
"Hua..." Boy menggelengkan kepalanya saat Queen dan Kevin berbarengan memeluk tubuhnya.
Kevin dan Queen saling pandang lalu tersenyum berbarengan. Kevin pun mengambil alih tubuh Boy lalu mengecup sayang kening putranya. "Jangan menangis, Boy." Ucap Kevin sambil mengusap-usap rambut Boy.
"Daddy nanis." Ucap Boy disela tangisannya.
"Tidak, Daddy tidak menangis, Sayang." Kevin segera mengusap pipinya yang basah dengan jemarinya agar Boy tidak dapat melihat air matanya.
"Nanis tadi." Ucap Boy seolah tak percaya dengan apa yang Kevin katakan.
Kevin melerai pelukannya lalu menatap Boy dengan tersenyum. "Lihatlah, Daddy tidak menangis lagi bukan?" Tanya Kevin sambil memperlihatkan pada Boy wajahnya yang sudah tidak basah oleh air mata.
Boy pun mulai diam dan menatap wajah Kevin dengan wajah polosnya. "Tadi nanis." Ucapnya lagi lalu mengulurkan tangan mungilnya ke wajah Kevin.
Kevin tersenyum mendengarnya. Ia menempelkan tangannya di atas tangan mungil Boy.
"Nda bole nanis." Ucap Boy sedikit terisak.
Kevin menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Daddy menangis karena bahagia, Boy." Ucap Kevin lalu menatap pada Queen.
Queen membalas tatapan Kevin dengan senyuman manis di wajah cantiknya. Setelah menenangkan putra mereka yang sedang menangis, Queen dan Kevin pun kembali duduk ke posisi semula dengan membawa Boy duduk di tengah-tengah mereka.
"Aku senang karena akhirnya kita bisa berkumpul lagi seperti saat ini." Ucap Kevin lembut pada Queen.
Queen tersenyum. Tangannya dengan ragu mengusap lengan Kevin. "Begitu pula denganku." Jawab Queen.
"Boy... apa Boy bahagia karena Daddy dan Mommy sudah ada di sisi Boy?" Tanya Kevin pada Boy.
"Mulai saat ini aku akan berusaha sekuat dan semampuku untuk membahagiakanmu dan Boy. Aku akan memanfaaatkan kesempatan yang telah Tuhan berikan kepadaku dengan tidak pernah menyia-nyiakan dirimu lagi." Ucap Kevin dengan tulus pada Queen.
Queen tertunduk dengan wajah yang sudah bersemu merah. Rasa cintanya yang berusaha ia kubur untuk Kevin akhirnya kembali memuncak dengan selesainya kesalahpahaman di antara mereka. Queen tidak bisa menyangkal jika saat ini ia masih mencintai ayah dari anaknya itu terlebih rasa cintanya semakin besar setelah mendengarnya penjelasan dari Kevin tentang perjuangannya untuk dirinya.
"Kev... sekali lagi maafkan aku." Ucap Queen yang masih merasa bersalah pada Kevin.
Kevin tersenyum lalu mengusap lengan Queen. "Sudahlah... jangan lagi memikirkannya." Ucap Kevin.
Queen mengangguk mengiyakan.
"Queen... besok aku akan datang ke rumah kedua orang tuamu." Ucap Kevin.
Queen memiringkan tubuhnya menghadap pada Kevin. "Kau akan datang ke rumahku? Untuk apa?" Queen nampak ragu dengan niat Kevin datang ke rumahnya terlebih mengingat sikap Papanya yang masih keras menolak kehadiran Kevin di hidupnya.
"Aku akan memintamu kembali menjadi istriku kepada kedua orang tuamu." Jawab Kevin.
Deg
Jantung Queen berdebar mendengarkan ucapan Kevin. "Ma-maksudmu?" Tanya Queen.
"Aku akan melamarmu kembali menjadi istriku, Queen... aku tidak ingin lagi menunda waktu menjadikanmu menjadi istriku seutuhnya tanpa ada perjanjian apa pun di antara kita. Aku ingin segera memberikan keluarga yang lengkap pada Boy." Jelas Kevin.
Queen dibuat terdiam namun pandangannya menatap Kevin lekat.
"Queenara... bersediakah kau kembali menjadi istriku?" Tanya Kevin dengan tatapan penuh harap.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.