Queenara

Queenara
Ada Daddy, Mom!



Queen pun segera melangkah menaiki anak tangga menuju kamarnya berada. Setelah masuk ke dalam kamarnya Queen dibuat tertegun melihat tidak adanya perubahan di dalam kamarnya. Barang-barang di dalam kamarnya masih tertata rapi seperti terakhir ia tinggalkan.


Pandangan Queen pun tertuju pada sosok mungil yang kini sedang tertidur dengan mulut terbuka. "Boy..." lirih Queen lalu berjalan ke arah ranjang. Queen menjatuhkan bokongnya di pinggir ranjang dan menatap Boy dengan tatapan bersalah. "Maafkan Mom karena mengabaikanmu sejak kemarin. Semoga kau mengerti jika Mommy ingin menjaga Nenek yang sedang sakit saat ini." Ucap Queen. "Apa anak Mom sudah merasa senang karena Kakek telah memperkenalkanmu pada orang-orang? Semua orang-orang terdekat Kakek kini tahu jika Boy adalah cucunya. Dan Boy saat ini sudah merasakan kasih sayang dari Kakek dan Nenek." Ucap Queen kemudian.


Setelah merasa cukup menatap Boy, Queen pun beranjak ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya lebih dulu sebelum bergabung tidur bersama Boy.


*


"Mommy... Mommy..." suara Boy yang terdengar cukup keras disertai tepukan cukup kuat di pipinya oleh tangan mungil Boy membangunkan Queen dari tidur lelapnya.


"Boy..." suara Queen terdengar parau saat kedua kelopak matanya mulai terbuka dan menatap pada Boy.


"Mangun, Mom." Ucap Boy sambil menepuk pipi Queen.


"Eugh..." lenguh Queen lalu bangkit dari duduknya. Jika tidak cepat bangkit maka Boy bisa saja menangis seperti biasanya. Queen menatap jam gantung di di dinding kamarnya. "Anak Mom sudah bangun? Cepat sekali." Ucapnya pada Boy.


"Ehe." Boy tertawa lalu menjatuhkan wajahnya di paha Queen.


Queen tersenyum melihatnya. "Apa Boy ingin bermanja-manja dengan Mommy, hem?" Queen mengangkat Boy lalu mendudukkannya di atas pahanya. "Maaf karena Mommy tidak ada di dekat Boy sejak kemarin. Mom harap Boy mengerti jika Mom sedang menjaga Nenek yang sedang sakit." Ucap Queen memberi pengertian putranya.


Boy mengangguk seolah paham apa yang Queen katakan. "Nenek atit, Mom? Lama sembuh itu, Mom?" Tanya Boy.


"Ya... doakan Nenek agar cepat sembuh, ya." Ucap Queen.


"Nenek pat sembuh, ya." Ucap Boy menirukan ucapan Queen.


Queen mengecup lama kening Boy lalu mengusap rambut Boy. Dengan hati-hati Queen turun dari ranjang sambil menggendong Boy. Ia pun berjalan ke arah jendela dan menyingkap sebagian gorden jendela. "Sudah lama aku tidak melihat indahnya pagi dari kamar ini." Queen tersenyum senang menatap ke arah luar jendela.


Suasana di luar masih nampak gelap karena waktu masih menunjukkan pukul lima pagi. Karena Boy sudah terbangun, Queen pun memutuskan untuk mengajak Boy turun ke lantai bawah untuk melihat aktivitas di dapur rumahnya.


"Nenek..." ucap Boy saat sudah berada di dalam dapur pada para pelayan yang sedang bekerja menyiapkan sarapan pagi.


"Tuan muda kecil, Nona Queen." Sapa para pelayan pada Queen.


Queen mengangguk seraya memberi kode agar pelayan melanjutkan pekerjaan mereka.


"Nenek masak itu. Nda boleh ganggu." Ucap Boy pada Queen.


"Duduk di sini dulu, ya. Sebentar lagi kita mandi." Ucap Queen pada Boy.


Boy tak membalas ucapan Queen justru menatap pada foto keluarga Queen yang terpajangan cukup besar di ruang tamu.


"Daddy!" Ucapnya tiba-tiba sambil menunjuk salah satu foto keluarga Queen.


"Daddy? Tidak ada Daddy di sana, Boy." Ucap Queen.


Boy menggelengkan kepalanya. Matanya pun menatap wajah Queen dengan intens. "Mommy... Boy temu Daddy!" Ucap Boy sedikit tidak jelas.


"Apa? Boy bertemu Daddy?" Tanya Queen memastikan ucapan Boy.


"Iya." Jawab Boy dengan keras. "Temu Daddy..." ucap Boy lagi lalu menunjuk kembali pada foto. "Ma Kakek tu temu Daddy." Celoteh Boy berusaha menjelaskan apa yang ia maksud.


Kening Queen mengkerut dalam. Ia pun kembali mencoba memahami maksud ucapan putranya.


"Mommy... ada Daddy... ada Daddy... Daddy Boy!" Boy menarik-narik ujung baju yang Queen kenakan.


"A-apa tadi malam Boy bertemu Daddy di acara pesta?" Tanya Queen sedikit ragu.


"Ya. Ada Daddy! Dad ndong Boy!" Celotehnya lagi.


"A-apa?" Kedua mata Queen membola sempurna. "Daddy bersama siapa?" Tanya Queen.


"Oom. Banak Oom itu, Mom!" celotehnya lagi sambil menunjuk sekitar seolah menjelaskan keramaian di acara rekan bisnis Papa Adam tadi malam.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.