Queenara

Queenara
Permintaan untuk menikah



Boy mengangguk saja lalu menjatuhkan wajahnya di pundak Marvel.


"Dimana adik Ziko Om Dio?" Tanya Zeline pada Dio.


"Adik Ziko masih berada di sana bersama Nany, Sayang." Jawab Dio lalu menunjuk ke arah dimana Dio berada.


"Kalau begitu Zel ke tempat adik Ziko dulu." Ucap Zeline lalu berlari ke arah yang Dio tunjuk. Ia ingat pada pesan Mama Naina dan Papa Daniel agar menjaga adiknya dengan baik dan sekarang Zel ingin memastikan jika Ziko dalam keadaan baik-baik saja.


"Ayo cepat susul Zel. Jangan sampai dia ikut hilang." Titah Marvel pada Dio.


Dio mengangguk mengiyakan lalu melangkah menyusul Zeline.


*


"Windi, ada apa? Kenapa kau terlihat termenung?" Tanya Alisa pada Windi saat jam istirahat.


Windi menoleh pada Alisa yang sedang duduk di sebelah tubuhnya. "Aku tidak apa-apa, Alisa." Jawab Windi mencoba tersenyum.


"Jangan berbohong, aku tahu kau sedang tidak baik-baik saja." Ucap Alisa.


Windi menghela nafas berat. "Aku sedang memikirkan keadaan Ayahku saat ini." Jawab Windi.


"Memangnya ada apa dengan Ayahmu? Bukankah keadaan Ayahmu sudah semakin membaik?" Tanya Alisa bingung.


Windi menggeleng lemah. "Tidak baik seperti biasanya. Keadaan Ayah sangat lemah setelah sadar dari komanya." Lirih Windi.


Tangan Alisa terulur mengelus lengan Windi. "Ayahmu pasti akan baik-baik saja." Ucap Alisa meyakinkan Windi.


Windi hanya diam dengan kepala tertunduk.


"Ayah meminta satu permintaan kepadaku." Ucap Windi kemudian.


"Permintaan apa itu?" Tanya Alisa.


"Windi..." Alisa meraih tubuh Windi ke dalam pelukannya. Sebagai sesama wanita, Alisa cukup memahami keadaan Windi saat ini. Terlebih ia juga adalah anak yang pernah kehilangan orang tuanya.


"Aku harus bagaimana, Al? Aku tidak kuat mendengar Ayah berbicara seperti itu. Dan untuk mengabulkannya aku belum bisa. Aku tidak suka Ayah berbicara seperti itu karena aku yakin jika Ayah pasti akan baik-baik saja." Lirih Windi.


Alisa menghela nafas sesaat. "Teruslah berdoa agar semuanya akan baik-baik saja." Ucap Alisa.


Windi menganggukkan kepalanya.


"Dan untuk seorang pendamping, kau bisa mengusahakannya sejak saat ini. Mungkin saja setelah melihatmu menikah membuat keadaan ayahmu semakin membaik." Saran Alisa.


Windi hanya diam tak menjawab ucapan Alisa. Karena untuk hal yang satu ini ia belum bisa mewujudkannya terlebih sampai saat ini belum ada satu pun pria yang berhasil memenangkan hatinya walau sudah begitu banyak pria yang mencoba mendekatinya.


Percakapan Windi dan Alisan siang itu pun berakhir karena sudah waktunya mereka untuk kembali bekerja. Sebelum kembali pada kegiatan mereka masing-masing, Alisa kembali menenangkan Windi dengan mengusap lembut lengan Windi.


"Terima kasih, Alisa." Ucap Windi yang dibalas Windi dengan senyuman di wajah cantiknya.


*


Sore itu Marvel terlihat kembali mengikuti Windi yang baru pulang bekerja setelah mengembalikan kembali Boy dan Ziko pada kedua orang tuanya. Sedangkan Zeline, gadis kecil itu bersikeras untuk tetap ikut bersamanya dan meminta dikembalikan pada Naina dan Daniel saat malam tiba. Jadilah saat ini Marvel mengikuti pergerakan Windi dengan membawa Zeline bersamanya.


"Princess, kau ingat bukan jika harus menutup mata dan mulutmu saat melihat sesuatu yang asing dipenglihatanmu?" Ucap Marvel mengingatkan Zeline. Karena ia tidak ingin aksi mata-matanya sore itu terusik karena mendengar suara cempreng Zeline.


****


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.