
"Kenapa Om mengejar Zel dan adik? Zel kan ingin berlari bersama adik!" Protes Zeline sambil berkacak pinggang saat Marvel berhasil menghentikan langkahnya dan Ziko.
"Om napa kejal-kejal Adik dan Tak Jel?" Ziko pun turut mengikuti ucapan Zeline yang membuat Marvel gemas melihatnya.
"Itu karena Om tidak ingin kau hilang dan Om akan dimarahi habis-habisan oleh Papamu." Ucap Marvel lalu tanpa aba-aba mengangkat tubuh Zeline. Dio pun turut mengangkat tubuh Ziko yang membuat Ziko dan Zeline berteriak bersamaan.
Kevin yang berada di belakang Marvel dan Dio pun hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat sikap kedua sahabatnya pada Zeline dan Ziko. Di dalam hatinya yang terdalam ia juga ingin merasakan mengajak putranya bermain bersama seperti ia yang sering mengajak Zel dan Ziko bermain bersama.
Marvel dan Dio pun kembali melepaskan tubuh Zeline dan Ziko dan membiarkan mereka bermain permainan yang ada di dalam area bermain. Di tengah keramain anak-anak yang sedang bermain, pandangan Marvel pun tertuju pada balita mungil yang baru saja masuk ke dalam area bermain sambil berlari.
"Kev lihatlah! Bukankah itu Boy?" Tunjuk Marvel pada Boy yang sedang berlari diikuti Papa Adam di belakangnya.
"Ehe..." Boy terus berlari ke arah anak-anak yang sedang bermain tanpa memperdulikan orang-orang dewasa yang berada di sekitarnya. Ia bahkan tidak melihat keberadaan Kevin yang kini berada tak jauh darinya.
Kevin pun memusatkan pandangannya pada Boy yang tengah berlari diikuti Papa Adam dan Mama Lita di belakangnya. "Boy..." gumamnya lalu segera bangkit dari duduknya. Tanpa mengatakan sepatah kata pun pada Marvel dan Dio, Kevin segera berjalan ke arah Boy tanpa perduli jika Papa Adam bisa saja akan bersikap buru padanya.
"Anak itu main pergi begitu saja." Lidah Marvel berdecak melihat sikap Kevin. Ia pun memilih tetap berada di posisinya menunggu apa yang terjadi selanjutnya pada Kevin.
"Semoga Om Adam tidak bersikap buruk padanya." Ucap Dio menatap punggung Kevin yang berjalan dengan intens.
Marvel menganggukkan kepalanya walau Dio tak melihat pergerakannya. Dari tempat duduknya, Marvel dan Dio dapat melihat dan mendengar Kevin yang tengah berjalan mendekati Boy sambil memanggil nama Boy.
"Boy..." suara Kevin yang terdengar jelas di telinganya menghentikan niat Boy yang ingin mengambil bola di tempat bermain.
Boy memutar kepalanya ke belakang lalu berteriak memanggil nama Kevin. "Daddy... Daddy Boy!" Boy berlari dengan kencang ke arah Kevin hingga membuatnya hampir terjatuh jika Kevin tidak sigap menangkapnya.
"Boy!" Papa Adam segera melangkah dengan lebar ke arah Boy dan Kevin diikuti Mama Lita di belakangnya.
"Daddy... Daddy main sini duga?" Tanya Boy sambil melompat-lompat di hadapan Kevin. Ia bahkan tidak memperdulikan jika tubuhnya baru saja hampir terjatuh ke atas lantai. Yang ia rasakan saat ini hanyalah rasa bahagia karena dapat bertemu dengan Kevin.
Kevin tersenyum lalu mengangkat Boy untuk menggendongnya. "Daddy senang bisa bertemu denganmu, Boy." Ucap Kevin. Pandangannya pun beralih pada Papa Adam yang tengah menatapnya dengan berang.
"Papah..." bukannya menjawab perintah Papa Adam, Kevin justru mengulurkan tangannya pada Papa Adam untuk berjabat tangan.
Papa Adam menatap tajam pada Kevin tanpa berniat mengangkat tangannya dan mengulurkannya pada Kevin sebagai balasan.
Tangan Kevin masih terangkat di udara menunggu Papa Adam menyambut tangannya. Ia mencoba tetap tersenyum pada Papa Adam walau hatinya yakin jika Papa Adam saat ini menaruh rasa tidak suka kepadanya.
Papa Adam yang menyadari jika kini dirinya tengah menjadi pusat perhatian orang-orang di sekitarnya pun terpaksa menyambut uluran tangan Kevin untuk berjabat tangan. "Sekali lagi saya ucapkan turunkan cucu saya." Titah Papa Adam dengan nada tertahan.
Kevin tak mengindahkan ucapan Papa Adam yang terdengar tidak enak di telinganya. "Maaf, Pah, tapi Kevin masih ingin menggodong Boy." Balas Kevin dengan tersenyum tipis.
"Kau..." Papa Adam menggeram. Rasa kesal dan amarahnya yang sudah naik ke ubun-ubun terpaksa ia padamkan saat melihat tatapan polos Boy padanya.
"Kakek... Daddy Boy!" Ucap Boy seolah memperkenalkan Daddynya pada Papa Adam dan Mama Lita.
"Benar... Daddy Kevin adalah Daddy Boy..." jawab Mama Lita dengan tersenyum senang. Mama Lita sungguh tidak percaya jika cucunya bisa sedekat ini pada Kevin mengingat pertemuan mereka yang masih terbilang singkat.
"Mama..." Kevin mengulurkan tangannya pada Mama Lita yang dengan cepat disambut oleh Mama Lita.
"Kevin... sudah lama Mama tidak bertemu denganmu." Ucap Mama Lita dengan tersenyum. Tiada sedikit pun amarah yang terpendam dari dalam diri Mama Lita melihat mantan menantunya itu.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.