Queenara

Queenara
Wanita untuk Marvel



Marvel memilih diam lalu berjalan keluar dari kamar Dio.


"Tunggu dulu!" Ucap Dio menghentikan langkah Marvel.


"Ada apa lagi?" Tanya Marvel.


"Bawa barang-barang belanjaanmu!" Titah Dio.


"Itu milikmu." Ucap Marvel lalu kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan kamar Dio.


"Hei!" Dio berteriak agar Marvel menghentikan langkahnya. Namun bukannya berhenti, Marvel justru semakin berjalan cepat meninggalkan apartemen Dio.


"Dia itu benar-benar..." Dio menggelengkan kepalanya melihat sikap sahabatnya itu. Pandangannya pun beralih pada snack yang masih berserakan di atas ranjang. "Apa dia menyuruhku menghabiskan itu semua?" Tanya Dio lalu mendecakkan lidahnya.


Sedangkan di luar apartemennya, Marvel terlihat tertawa-tawa membayangkan ekspresi Dio saat ini yang merasa kesal kepadanya. "Kapan lagi aku bisa membuatnya kesal." Ucapnya lalu menggelengkan kepalanya. Marvel pun mempercepat langkahnya saat ponselnya kembali berdering tanda panggilan masuk dari Mama Belinda.


*


"Akhirnya kau pulang juga." Mama Belinda tersenyum senang melihat putranya yang sudah kembali ke rumahnya.


Marvel tersenyum pada Mama Belinda lalu mencium pipi Mama Belinda.


"Sebaiknya kau membersihkan tubuh lebih dulu dan beristirahat sejenak. Sebentar lagi Mama akan memanggilmu untuk makan malam bersama." Titah Mama Belinda.


Marvel menganggukkan kepalanya. "Baik, Ma. Kalau begitu Marvel naik ke atas dulu." Ucap Marvel.


Mama Belinda mengangguk sebagai jawaban. Marvel pun berjalan meninggalkan Mama Belinda yang tengah tersenyum melepas kepergiannya. "Akhirnya dia mau menjadi anak yang penurut juga." Ucap Mama Belinda.


"Ehem." Deheman Papa Bagas mengalihkan tatapan Mama Belinda ke sumber suara. "Dia sudah pulang?" Tanya Papa Bagas.


"Ya. Lihatlah, Marvel sedang menaiki tangga menuju kamarnya." Jawab Mama Belinda sambil mengarahkan pandangan ke arah anak tangga.


Papa Bagas pun mengikuti arah pandangan Mama Belinda. "Baiklah, kalau begitu ayo kita ke kamar dulu sambil menunggu jam makan malam tiba." Ajak Papa Bagas.


*


Saat ini Marvel, Mama Belinda dan Papa Bagas tengah duduk di kursi meja makan sambil menikmati hidangan makan malam yang tersedia di atas meja. Setelah dua puluh menit berlalu, akhirnya makan malam mereka pun selesai. Papa Bagas mengelap bibirnya dengan tisu begitu pun dengan Mama Belinda. Sedangkan Marvel, pria itu terlihat tengah memainkan ponselnya karena ia telah selesai makan lebih dulu dari kedua orang tuanya.


"Marvel..." suara lembut Mama Belinda membuat Marvel menghentikan kegiatannya.


"Ya, Ma?" Ucap Marvel.


"Setelah ini ayo ikut Mama ke ruang keluarga. Ada yang ingin Mama bicarakan kepadamu." Ucap Mama Belinda.


Marvel terdiam beberapa saat. Entah mengapa ia merasa ada hal penting yang ingin dibicarakan Mama Belinda padanya. "Baiklah, Ma." Jawab Marvel.


Mama Belinda tersenyum mendengarnya. Setelah sepuluh menit berlalu duduk di meja makan, Mama Belinda dan Papa Bagas pun beranjak dari meja makan menuju ruangan keluarga. Sedangkan Marvel masih sibuk dengan ponsel di tangannya.


Tak berselang lama, Marvel pun bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah ruang keluarga dimana Mama Belinda dan Papa Bagas berada. Marvel duduk di hadapan Mama Belinda dan Papa Bagas yang terlihat tengah menatap penuh arti padanya.


"Apa yang ingin Mama katakan?" Tanya Marvel tanpa basa-basi.


"Marvel, besok pagi Mama berencana akan mengenalkanmu pada anak rekan bisnis Mama waktu muda dulu." Ucap Mama Belinda.


"Apa? Untuk apa Mama memperkenalkannya padaku?" Tanya Marvel.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.