Queenara

Queenara
Semakin dekat



"Windi." Amri tersenyum melihat Windi yang baru saja masuk ke dalam kamar inapnya.


"Ayah..." Windi membalas senyuman Amri sambil melangkah ke arah ranjang.


"Kau sudah kembali, Nak? Kenapa cepat sekali?" Tanya Amri.


"Karena urusan Windi sudah selesai, Ayah. Lagi pula Windi tidak bisa meninggalkan Ayah sendiri terlalu lama." Jawab Windi.


Ayah Amri tersenyum mendengar ucapan putrinya.


Ceklek


Suara pintu yang kembali terbuka mengalihkan perhatian Amri ke sumber suara. Wajahnya yang tersenyum kini terlihat semakin lebar saat melihat sosok yang baru saja masuk ke dalam kamar inapnya.


"Marvel?" Ucap Ayah Amri menyebut nama pria yang baru saja masuk ke dalam ruangan.


"Ayah." Marvel membalas senyuman Amri dengan senyuman lebar di wajah tampannya. Kakinya pun melangkah mendekat pada ranjang Amri.


Ayah? Ucap Windi dalam hati merasa terkejut mendengar nama panggilan Marvel untuk ayahnya.


"Windi, kenapa kau tidak bilang ingin membawa Marvel datang ke sini?" Tanya Amri pada putrinya.


"Emh, Windi juga tadi tidak tahu jika Marvel akan datang ke sini, Ayah." Jawabnya seadanya. Windi pun beranjak dari posisinya dan memberikan ruang pada Marvel agar duduk di sebelah ranjang ayahnya.


"Ayo duduklah." Ucap Windi pada Marvel.


Marvel mengangguk lalu menjatuhkan bokongnya di kursi. Windi pun segera melangkah ke sisi ranjang yang kosong.


"Apa kau tidak bekerja pagi ini, Nak?" Tanya Amri pada Marvel.


"Bekerja, Ayah. Tapi tadi saya sudah meminta izin pada atasan untuk menjenguk Ayah sebentar." Jawab Marvel.


"Ayah senang karena akhirnya Windi mau secara langsung membawamu menemui Ayah." Ucap Amri tersenyum.


"Ya. Semoga ini adalah awal yang baik untuk hubungan kami, Ayah." Jawab Marvel.


"Ayah juga mengharapkan hal yang seperti itu." Ucap Amri lalu menatap pada putrinya. Windi yang merasa ditatap oleh ayahnya pun hanya bisa tersenyum tipis membalas senyuman ayahnya.


"Bagaimana keadaan Ayah saat ini, apa sudah semakin membaik?" Tanya Marvel.


"Ya, seperti yang kau lihat saat ini. Keadaan Ayah masih seperti ini." Jawab Amri seadanya.


Marvel memperhatikan dengan intens wajah Amri. Dapat ia lihat saat ini wajah Amri yang pucat sama seperti kemarin mereka bertemu. Jiwa sosial Marvel pun semakin meronta untuk segera membawa Amri berobat ke luar negeri untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik dari pada saat ini.


Percakapan ringan Amri dan Marvel pun terus berlanjut. Keberadaan Windi di sana pun hanya menjadi sosok figuran karena ia hanya diam sambil menatap interaksi ayah dan pria yang kini berstatus sebagai calon suaminya.


Setelah cukup lama berbicara dengan Ayah Amri, Marvel pun berpamitan pada Ayah Amri karena ia sudah harus kembali ke perusahaan. "Besok, saya akan kembali mengunjungi Ayah." Ucap Marvel sebelum beranjak dari duduknya.


Ayah Amri tersenyum mendengarnya. Marvel pun mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Amri.


"Hati-hati di jalan, Nak." Ucap Amri.


"Baik, Ayah." Jawab Marvel lalu berpamitan keluar dari dalam ruang rawat inap Amri.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.