Queenara

Queenara
Kisah akan dimulai



Marvel menghela nafas. "Baiklah, aku menerima tawaran Kakak." Jawab Marvel.


Dara tersenyum mendengarnya. Untuk beberapa waktu ke depan ia bisa menggunakan jasa Marvel untuk menjaga kedua anaknya jika ia sedang bekerja di waktu weekend.


"Tapi ingat, Kak. Jangan sampai informasi ini diketahui oleh Tante Hasna." Pinta Marvel.


"Baiklah, Kakak akan menjaganya." Jawab Dara.


Marvel menganggukkan kepalanya. "Kalau begitu aku pamit dulu membawa Zeline untuk pulang." Pamit Marvel.


Dara mengangguk mengiyakan. Marvel pun segera mengajak Zeline untuk pulang bersamanya. Selain mau mengantarkan Zeline kembali ke rumahnya, Marvel juga memiliki misi lain yaitu mencari tahu alasan Windi membawa tas besar ke rumah sakit.


Setelah masuk ke dalam mobil, Zeline menatap Marvel dengan tatapan protes. "Kenapa Om ingin mengantarkan Zel pulang. Bukankah Zel meminta Om mengantarkan Zel pulang saat malam." Celetuknya dengan bibir mengerucut tajam.


"Apa Zel tidak melihat langit sudah mulai gelap pertanda malam akan tiba?" Tanya Marvel.


Zel menggelengkan kepalanya. "Langit belum gelap, Om." Protesnya.


Marvel menghela nafas panjang. "Maaf, tapi Om akan tetap mengantarkan Zel pulang. Ada hal lain yang harus Om kerjakan setelah ini." Ucap Marvel.


Wajah Zeline berubah masam mendengarnya. Namun Zeline memilih diam saja dan menurut saat Marvel melajukan mobilnya menuju rumah kedua orang tuanya.


Tiga puluh menit berlalu, mobil milik Marvel pun telah sampai di depan kediaman Daniel dan Naina. Marvel membantu Zeline turun dari dalam mobilnya lalu segera mengantarkannya masuk ke dalam rumah. Tidak ada kata basa-basi yang Marvel ucapkan setelah masuk ke dalam rumah karena ia segera berpamitan untuk pulang setelah menyerahkan Zeline pada Daniel.


Dan kini, Marvel sudah kembali berada dalam mobilnya menuju pulang ke apartemennya. Ya, Marvel memilih pergi ke apartemennya lebih dulu sebelum pulang ke kediaman kedua orang tuanya. Tidak membutuhkan waktu cukup lama bagi Marvel sampai di apartemennya. Setelah masuk ke dalam apartemennya, Marvel segera melakukan panggilan telefon dengan orang kepercayaannya yang tadi ia perintahkan untuk mencari tahu kenapa Windi tidak menggunakan motornya untuk berangkat ke rumah sakit.


Notifikasi pesan masuk dari orang kepercayaannya membuat Marvel segera membuka aplikasi pesannya. Baru saja ia membaca pesan yang dikirimkan orang kepercayaannya, Marvel sudah dibuat terkejut mengetahui jika alasan Windi tidak lagi menggunakan motornya karena Windi telah menjual motornya beberapa hari yang lalu.


"Kenapa dia menjual motornya?" Pertanyaan itu mulai berkeliaran dalam benak Marvel. Entah mengapa Marvel merasa sangat penasaran dengan alasan Windi menjual motornya itu.


Karena rasa penasarannnya yang sangat tinggi, malam itu Marvel menunda waktu pulang ke rumah orang tuanya dan memilih kembali menyambangi rumah sakit tempat ayah Windi dirawat.


"Ah, kebetulah sekali." Ucap Marvel merasa riang saat baru saja keluar dari dalam mobilnya sudah melihat Windi berjalan keluar dari dalam rumah sakit. Dengan meyakinkan diri dan penuh percaya diri, Marvel mengikuti langkah Windi. Entah kemana wanita itu pergi, yang jelas Marvel terus mengikutinya hingga Windi masuk ke dalam sebuah minimarket yang berada tidak jauh dari rumah sakit.


Marvel pun memilih menunggu Windi keluar dari dalam minimarket. Setelah melihat Windi keluar dari dalam minimarket, Marvel pun memberanikan dirinya untuk menghampiri Windi.


"Agh, maaf." Ucap Windi saat hampir saja menabrak tubuh Marvel.


"Hai, Nona, akhirnya kita bertemu lagi." Ucap Marvel sambil menatap wajah Windi.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!đź–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.