Queenara

Queenara
Aku merindukanmu



Tok


Tok


Tok


Ketukan pintu yang terdengar dari luar ruangan kerjanya tak membuat Kevin menghentikan kegiatannya mengetikkan sesuatu di layar komputernya.


"Masuk!" Sahutnya.


Ceklek.


Pintu ruangan kerjanya pun terbuka. Kevin masih fokus pada layar komputernya tanpa menyadari siapakah sosok yang baru saja masuk ke dalam ruangan kerjanya.


"Katanya kau sedang tidak sibu, Sayang?" Suara lembut dari seorang wanita yang sangat dicintainya membuat Kevin seketika mengangkat kepalanya.


"Sayang?" Kevin dibuat terkejut melihat keberadaan istrinya. "Kau datang?" Ucapnya lalu bangkit dari duduknya. Kevin segera berjalan ke arah Queen dan membawa Queen ke dalam dekapannya. "Kenapa tidak memberitahuku lebih dulu jika kau akan datang, hem?" Ucap Kevin lalu memberikan ciuman bertubi-tubi di puncak kepala Queen.


"Karena aku ingin memberikan kejutan untukmu." Jawab Queen.


Kevin tersenyum lebar mendengarnya. Kini ia memang merasa terkejut melihat kedatangan istrinya itu secara tiba-tiba.


"Apa tadi kau menelfonku dan menanyakan kegiatanku karena kau ingin datang ke sini, hem?" Tanya Kevin setelah melepas dekapannya.


Queen mengangguk seraya tersenyum. "Seperti yang kau pikirkan." Ucapnya.


"Kevin tersenyum. "Ayo duduk dulu." Ajak Kevin.


Queen mengangguk dan mengikuti Kevin duduk di atas sofa.


"Apa benar saat ini kau sedang tidak sibuk, Sayang?" Tanya Queen.


"Tidak. Hanya ada sedikit pekerjaan yang aku kerjakan." Jawab Kevin.


Queen tersenyum mendengarnya.


"Sekarang katakan, angin apa yang membawamu datang ke sini? Dan... apa saat ini kau tidak ada pekerjaan di perusahaan?" Tanya Kevin.


"Aku datang karena aku merindukanmu." Ucap Queen sambil tersenyum malu.


Jantung Kevin dibuat berdebar melihat senyuman di wajah cantik istrinya itu. Terlebih ia seperti melihat ada maksud lain dari ucapan istrinya itu.


"Benarkah begitu?" Tanya Kevin lembut.


Kevin menatap ke arah pintu ruangan kerjanya. "Tunggu sebentar." Ucapnya lalu bangkit dari duduknya. Kevin berjalan ke arah pintu lalu keluar dari dalam ruangan kerjanya. Setelah berada di luar ruangan, Kevin terlihat menghampiri sekretarisnya.


"Katakan pada siapa saja yang ingin menemuiku jika saat ini aku sedang sibuk dan tidak bisa diganggu." Titah Kevin.


Dua orang sekretaris Kevin mengangguk. Setelah memberikan perintah pada kedua sekretarisnya, Kevin pun kembali masuk ke dalam ruangan kerjanya dan tak lupa mengunci pintu ruangan kerjanya. Saat membalikkan tubuhnya, Kevin dibuat terkejut melihat Queen sudah berada di belakang tubuhnya.


"Sayang..." lirih Queen lalu mendekap erat tubuh Kevin.


Kevin dibuat tertegun melihatnya. Ia tidak melewatkan kesempatan dengan membalas pelukan istrinya itu.


"Ada apa ini, Sayang?" Tanya Kevin mencoba memancing keinginan istrinya.


"Aku merindukanmu." Jawab Queen.


"Hanya rindu?" Tanya Kevin.


"Tidak." Balas Queen seraya menggeleng.


"Lalu?" Tanyanya.


"Lebih dari itu. Aku juga merindukan sentuhanmu." Jawab Queen berusaha menutupi rasa malu dan panas di wajahnya saat ini.


Kevin tersenyum lebar mendengarnya. Ia mengangkat wajah cantik Queen hingga kini ia dapat melihat wajah malu-malu istrinya itu.


"Benarkah begitu?" Kevin mendekatkan wajahnya.


Queen mengangguk lalu memejamkan kedua kelopak matanya saat wajah Kevin semakin dekat dengan wajahnya.


Cup


Sebuah kecupan lembut dari bibir Kevin pun mendarat di bibir mungil Queen. Tubuh Queen dibuat menegang mendapatkan ciuman dari suaminya itu.


Kevin tersenyum melihat reaksi istrinya itu. Ia dapat merasakan ketegangan ditubuh Queen saat ini karena mendapatkan sentuhan darinya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.