Queenara

Queenara
Pertualangan pertama



Pukul enam pagi, Marvel sudah nampak rapi dengan pakaian kerja yang melekat sempurna di tubuh kekarnya. Marvel berjalan mendekat pada cermin dan melihat tampilan tubuhnya di hadapan cermin.


"Tampan." Satu kata penuh percaya diri itu lolos dari mulut Marvel. Marvel memiringkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan untuk memastikan kembali penampilannya memang sudah rapi. Setelah cukup menatap pada cermin, Marvel pun mengambil ponselnya yang tergeletak begitu saja di atas ranjang.


"Kita mulai misi hari ini." Ucapnya penuh percaya diri. Kaki jenjangnya pun melangkah keluar dari dalam kamar dengan penuh percaya diri.


"Marvel?" Suara lembut Mama Belinda menghentikan langkah Marvel.


Marvel menoleh. Menatap pada Mama Belinda yang kini tengah menatap bingung padanya. "Kau ingin kemana?" Tanya Mama Belinda.


"Marvel ingin pergi ke apartemen Dio." Jawab Marvel.


"Ke apartemen Dio? Kenapa pagi sekali?" Tanya Mama Belinda.


"Itu karena ada urusan penting yang ingin Marvel bicarakan dengan Dio." Jawab Marve.


"Benarkah begitu? Tapi kau belum menyentuh sarapan pagimu, Nak." Ucap Mama Belinda.


Marvel berjalan mendekat pada Mama Belinda. "Marvel bisa sarapan di luar bersama Dio, Mah." Jawabnya lembut.


Mama Belinda menghela nafas panjang. "Tapi pagi ini seharusnya menjadi pagi pertama kita sarapan bersama setelah cukup lama tidak, Nak." Mama Belinda memasang wajah sedihnya. Namun sayang caranya itu tidak berhasil karena Marvel mencoba menghilangkan rasa ibanya pada Mamam Belinda.


"Masih ada esok pagi, Mah. Lagi pula Mama bukan ingin kembali ke surabaya besok pagi bukan?" Tanya Marvel.


Mama Belinda menggeleng tanda tidak. Marvel pun tersenyum tipis melihatnya. "Kalau begitu Mama tidak boleh sedih. Besok Marvel berjanji akan menemani Mama sarapan bersama. Untuk saat ini Marvel tidak bisa melakukannya karena ada hal penting yang harus Marvel kerjakan." Ucap Marvel.


Hembusan nafas Mama Belinda terdengar kasar di udara. "Baiklah kalau begitu. Pergilah, dan kabari Mama jika kau sudah sampai di apartemen Dio." Ucap Mama Belinda.


Marvel segera mencium sebelah pipi Mama Belinda. "Terima kasih, Ma." Ucap Marvel yang diangguki Mama Belinda sebagai jawaban. Setelah mendapatkan anggukan dari Mama Belinda, Marvel pun segera turun menuju lantai bawah.


"Ada apa, Mah?" Tanya Marvel sedikit berteriak karena Mama Belinda berada di lantai atas sedangkan dia sudah hampir menginjak lantai bawah.


"Jangan lupa sampaikan salam Mama pada Dio." Ucap Mama Belinda.


Marvel mengacungkan jari jempolnya lalu kembali melanjutkan langkahnya turun ke lantai bawah.


*


Setengah jam berlalu, Marvel pun telah sampai di depan pintu apartemen Dio. Dan seperti biasanya, Marvel masuk begitu saja ke dalam apartemen Dio setelah menekan kata sandi pintu masuk apartemen Dio.


"Sudah jam setengah tujuh pagi." Ucap Marvel saat melihat jam menggantung di apartemen Dio. "Dio..." Marvel sedikit berteriak memanggil nama sahabatnya itu.


"Tunggu sebentar." Sahut Dio dari dalam kamar.


"Dia belum selesai?" Komentar Marvel lalu menjatuhkan bokongnya di atas sofa. Marvel memilih menunggu Dio selesai bersiap dengan duduk di atas sofa.


Baru saja Marvel duduk di atas sofa, Dio nampak sudah keluar dari dalam kamarnya "Ayo berangkat." Ajak Dio.


Kening Marvel dibuat mengkerut melihat setelah pakaian yang Dio kenakan. "Kenapa kau memakai pakaian serba hitam?" Tanya Marvel merasa bingung. Kebingungannya pun semakin bertambah saat melihat kaca mata hitam yang terselip di saku kemeja Dio.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.