Queenara

Queenara
Putri nakal Daniel



Daniel memandang pada Naina yang tengah berkaca-kaca. "Bagaimana, Sayang?" Tanya Daniel.


"Aku setuju. Aku takut sakit perut Zel semakin parah jika tidak dirawat." Ucap Naina. Ia cukup merasa trauma dengan kondisi Zeline yang rentan dengan penyakit beberapa bulan belakangan ini.


Daniel mengangguk lalu meminta Dokter melakukan perawatan pada putrinya. Setelahnya ia keluar dari dalam ruangan untuk mengurus administrasi ruangan perawatan Zeline.


Di bagian administrasi, Daniel kembali berjumpa dengan Kevin yang juga tengah mengurus administrasi ruangan perawatan Boy. Kedua pria itu saling pandang dengan tatapan mata lalu menghela nafas secara bersamaan seolah mengerti keadaan mereka yang bernasib sama saat ini.


Setelah melakukan pendaftaran untuk ruangan perawatan, Kevin dan Daniel pun kembali menghampiri anak dan istri mereka masing-masing. Kevin masuk ke dalam ruangan pemeriksaan dengan wajah datar tanpa ekspresi.


"Ada apa, Sayang?" Tanya Queen yang sedang menenangkan Boy yang masih menangis.


Kevin mendekat ke ranjang putranya. "Daniel dan Naina ada di sini juga." Jawab Kevin.


"Apa? Bagaimana bisa mereka ada di sini?" Tanya Queen.


"Mereka mengalami hal yang sama dengan kita." Jawab Kevin.


"Hal yang sama?" Queen nampak berpikir. "Maksudmu Ziko juga masuk ke rumah sakit?" Tanya Queen.


Kevin menggeleng. "Lebih tepatnya Zeline. Zel masuk rumah sakit karena mengalami hal yang sama dengan Boy." Ucap Kevin.


"Zel sakit perut juga?" Tanya Queen yang diangguki Kevin sebagai jawaban.


"Bagaimana bisa? Apakah Zel sakit perut karena memakan es krim juga?" Tebak Queen:


Kevin pun mengangguk mengiyakan.


"Oh astaga..." Queen dibuat menggeleng. "Bagaimana bisa kita lalai hingga tidak mengetahui anak-anak memakan es krim terlalu banyak." Sesal Queen.


"Sudahlah, Sayang, tidak perlu menyesalinya. Saat ini kita harus fokus pada kesembuhan Boy tanpa memikirkan hal yang sudah terjadi." Tutur Kevin.


Queen menghela nafas berat. Pandangannya kembali beralih pada putranya yang sudah cukup tenang namun masih terdengar isakan kecil keluar dari dalam mulutnya.


"Sekali lagi maafkan Mommy, Boy..." lirihnya lalu kembali mengusap rambut putranya.


*


Sesuai permintaan Daniel, ruangan perawatan Boy dan Zeline pun dibuat bersebelahan agar mereka dapat saling mengunjungi satu sama lain saat anak-anak mereka dirawat di rumah sakit.


"Tidak enak kan kalau sakit perut begini? Jadi susah makan dan susah tidur. Zel juga tidak bisa bermain." Ucap Naina lembut.


Isakan kecil muli terdengar dari mulut Zeline. "Maafkan Zel, Mamah..." Zeline mengatupkan kedua tangannya seraya menangis.


Naina meraih jemari putrinya. "Sudahlah... jangan menangis. Mama hanya ingin setelah ini Zel dapat mengerti kenapa Mama melarang Zel terlalu banyak memakan es krim. Daya tahan tubuh Zel tidak sekuat itu menahan rasa sakit jika sudah seperti ini." Tutur Naina.


"Hua..." Zeline hanya bisa menangis menyesali perbuatannya. Namun entahlah setelah ini apakah putri kecil Naina itu tidak akan mengulangi kesalahannya atau sebaliknya.


Ceklek


Suara pintu kamar yang terbuka mengalihkan perhatian Naina ke sumber suara. Daniel nampak masuk ke dalam kamar sambil membawa plastik berisi makanan di sebelah tangannya.


"Bagaimana dengan keadaan Boy?" Tanya Naina.


"Keadaan Boy mulai sedikit membaik setelah diberikan obat. Dan saat ini Boy sedang tertidur. Semoga saja setelah bangun nanti rasa sakitnya sudah hilang." Ucap Daniel.


Naina mengaminkannya. Ia cukup merasa prihatin pada Boy yang tengah kesakitan di umurnya yang masih menginjak dua tahun saat ini.


"Jadi benar jika kemarin anak-anak memakan es krim terlalu berlebihan?" Tanya Naina.


"Seperti yang kau katakan. Hanya saja putri kita yang terlalu banyak menghabiskan beberapa cup es krim." Jawab Daniel.


Naina menatap ke arah putrinya yang masih menangis. Ia meletakkan telapak tangannya di kening Zeline.


"Badan Zel panas?" Tanya Daniel.


Naina mengangguk. "Efek terlalu banyak makan es krim juga membuatnya demam." Jawab Naina.


Daniel hanya bisa menghela nafas berat melihat keadaan putri nakalnya saat ini.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.