
Marvel mengiyakannya. Untuk pelaksanaan acara di rumahnya dan segala keperluan yang dibutuhkan sudah diurus oleh Mamanya dan juga teman-temannya. Dan kini semuanya sudah hampir selesai tinggal menunggu waktu pernikahannya dan Windi tiba.
Marvel sejenak terdiam saat membayangkan hari pernikahannya itu tiba. Tak terbayang olehnya jika sebentar lagi ia akan menjadi seorang suami dari wanita yang belum hampir satu bulan dikenalinya. Walau belum begitu lama untuk mengenal sosok Windi, namun entah mengapa Marvel merasa sangat yakin jika Windi adalah wanita baik dan tidak sama seperti kekasih terdahulunya.
"Aku tidak menyangka jika Windi akan mematahkan keinginanmu untuk melajang seumur hidup." Ucap Dio yang menjadi perantara bersatunya Marvel dan Windi.
Marvel menarik sebelah sudut bibirnya ke samping. "Itu juga berkat dirimu." Ucapnya.
Dio tertawa. Pun dengan Daniel dan Kevin yang turut tertawa kecil mendengarnya.
"Kau harus bersyukur memiliki sahabat seperti diriku. Selain tampan dan kaya, aku juga memiliki rasa persahabatan yang sangat tinggi hingga tak ingin melihat sahabatku sendiri seumur hidupnya." Ucap Dio bangga.
Bukannya terharu mendengar ucapan Dio, Marvel justru mendengus mendengarnya. "Lantas bagaimana dengan dirimu? Di saat kami bertiga sudah membina rumah tangga yang bahagia, kau justru masih sibuk menunggu kekasihmu yang entah dimana rimbanya itu." Cibir Marvel.
"Hei, jangan berbicara sembarangan. Kau tahu jelas jika kekasihku masih sibuk mengejar karirnya di luar negeri." Sembur Dio.
"Apa kau percaya begitu saja dengan ucapannya? Bisa saja dia bermain api di belakangmu selama berada di sana." Ucap Marvel dengan tersenyum miring.
Dio mendengus lalu melemparkan bantal sofa di tangannya ke arah Marvel. Untung saja Marvel dengan sigap menangkap bantal sofa hingga tak langsung mengenai wajahnya.
"Sudahlah, kalian ini sudah dewasa masih saja bersikap seperti anak-anak." Ucap Daniel lalu menggelengkan kepalanya.
"Lalu apa bedanya denganmu?" Tanya Dio dan Marvel secara bersamaan pada Daniel.
"Apa bedanya dengan dirimu yang masih saja bersikap seperti anak-anak pada Naina jika sedang meminta jatah?" Cibir Marvel kemudian.
"Itu karena kau dan kami sama saja." Jawab Dio dan Marvel kembali bersamaan.
*
Di saat Marvel sedang berkumpul dengan teman-temannya untuk membahas rencana pernikahan, Windi justru terlihat tengah duduk sendirian di taman rumah sakit sambil memikirkan nasib hidupnya setelah menikah dengan Marvel.
"Apa ini jalan yang tepat? Apa dengan menikah nanti kehidupanku dan ayah akan lebih baik? Ayah akan bahagia karena keinginannya agar aku cepat menikah terkabul dan aku akan bahagia karena telah berhasil mewujudkan keinginan ayah." Gumam Windi.
Windi mengadah ke atas langit yang terlihat sangat cerah pagi itu. Wajahnya yang sendu tiba-tiba saja tersenyum saat melihat bayangan ibunya di atas langit.
"Ibu... Windi sangat merindukan ibu. Apa di atas sana ibu sudah bahagia melihat Windi akan menikah sama seperti ayah Ibu... anak kecil ibu ini akan segera menikah. Doakan Windi dari atas sana agar selalu bisa hidup dengan bahagia bersama ayah dan keluarga baru Windi nantinya." Ucap Windi pada sosok wanita yang telah melahirkannya.
"Windi..." tepukan lembut di bahunya membuat Windi menolehkan kepalanya ke belakang.
"Kak Dara?" Ucap Windi menatap dokter cantik yang ada di belakangnya saat ini. Pandangan Windi pun terlepas dari Dara dan kini menatap dua bocah kecil yang sedang menatap penuh maksud padanya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.