Queenara

Queenara
Belum siap untuk menikah



"Apa? Jadi persyaratan itu benar adanya?" Tanya Kevin merasa terkejut.


"Ya." Daniel menganggukkan kepalanya. "Jika Marvel belum menikah maka perusahaan itu belum bisa memberikan tender itu pada Marvel." Ucap Daniel.


Kevin tersenyum mendengarnya. Tender dari perusahaan M adalah sesuatu yang sudah Marvel incar sejak dulu. Jika ia berhasil mendapatkan tender itu maka akan membuat perusahaannya mendapatkan keuntungan yang sangat besar.


"Sekarang kau sudah tahu bukan apa yang membuatnya pusing?" Tanya Daniel.


Kevin mengangguk mengiyakan. "Tentu saja dia pusing karena harus memikirkan cara untuk mendapatkan tender selain dengan menikah. Jelas saja dia tidak ingin menikah dan memilih melajang hingga tua." Kelakar Kevin.


Daniel tertawa kecil mendengarnya. Ia tak dapat membayangkan kebimbangan Marvel saat ini untuk mengikuti syarat yang pemimpin perusahaan M berikan padanya. Queen dan Naina pun ikut tersenyum mendengar percakapan suami mereka.


"Papah, Om Marvel mau menikah?" Tanya Zeline yang menangkap ucapan Papa Daniel.


Daniel mengangguk mengiyakan. "Om Marvel akan menikah sebentar lagi, Sayang." Ucap Daniel.


"Benarkah?" Tanya Zeline dengan mata berkedip-kedip.


Daniel pun mengangguk mengiyakan ucapan putrinya.


"Asik..." Zeline bertepuk tangan.


"Kenapa kau terlihat sangat senang begitu, Sayang?" Tanya Naina pada putrinya.


"Zel senang karna Om Marvel mau menikah dan akan memberikan adik bayi untuk Zel." Ucap Zeline dengan riang.


Naina tersenyum mendengarnya. Entah mengapa saat ini putrinya begitu senang jika diberikan adik bayi. Berbeda dengan dulu saat Zeline menolak dengan terang-terangan saat ingin diberikan adik olehnya dan Daniel.


Tak lama seorang pria yang sejak tadi mereka bicarakan pun datang bersama Dio. Wajah pria itu terlihat tidak begitu bersemangat saat memasuki rumah. Sedangkan Dio yang berada di belakang tubuhnya nampak tersenyum lebar sambil memeluk erat boneka besar di tangannya.


"Om Marvel, Om Dio!" Pekik Zeline lalu berlari ke arah Marvel dan Dio. Zeline pun melompat-lompat saat berada di depan Dio yang sedang memeluk boneka besar di tangannya. "Apa boneka ini untuk Zel?" Tanyanya riang. Matanya berkedip-kedip penuh harap.


Wajah Zeline cemberut seketika. "Tapi adik Boy tidak bermain boneka. Adik Boy bermain mobil-mobillan." Protesnya.


Dio tertawa lepas mendengarnya. Sementara Marvel hanya diam dengan wajah masih tak bersemangat.


"Oom..." Zel mulai merengek karena tak kunjung diberikan boneka. "Adik Boy tidak bermain boneka." Ucapnya lagi.


"Baiklah, karena adik Boy tidak bermain boneka, maka boneka ini untuk Zel." Ucap Dio.


"Benarkah?" Kedua mata Zeline berbinar.


Dio mengangguk lalu memberika boneka ke tangan mungil Zeline. "Asik... boneka untuk Zel!" Seru Zeline lalu memeluk erat boneka yang diberikan Dio walau tidak sepenuhnya terpegang oleh tangannya.


Marvel yang sejak tadi diam pun mengacak rambut Zeline merasa gemas dengan sikap Zeline.


"Om Marvel kenapa cemberut?" Tanya Zeline menyadari wajah tak bersahabat Marvel saat ini.


"Itu karena Om Marvel sedang sedih karena harus dipaksa untuk menikah." Kelakar Dio lalu berjalan ke arah sofa meninggalkan Marvel dan Zeline.


"Kenapa Om bersedih? Harusnya Om senang karena tidak sendiri lagi?" Celetuk Zeline asal.


Marvel berjongkok di hadapan Zeline. "Tentu saja Om bersedih karena harus menikah sedangkan Zeline belum siap untuk Om nikahi." Ucap Marvel memasang wajah sedihnya.


****


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.