
Nany pun mengangguk paham setalah menyadari kemiripan di wajah Boy dan Kevin.
Kevin pun memanfaatkan kesempatan yang ada dengan mengajak Boy berbicara seraya menggendongnya. Ia mengajak Boy ke arah rak yang cukup jauh dari Queen agar Queen tak melihat keberadaannya.
Sementara Queen yang telah selesai mengambil barang-barang keperluan Boy dan dirinya berjalan dengan tergesa-gesa saat tak melihat keberadaan Boy dan Nanynya di sekitarnya.
"Dimana mereka?" Gumam Queen sambil melihat ke kanan dan ke kiri. Wajah Queen pun berubah cemas saat tak kunjung melihat keberadaan Boy dan Nanynya.
"Kita harus segera pergi. Queen sedang berjalan ke arah sini." Bisik Marvel di telinga Kevin.
Kevin mengangguk paham lalu berpamitan pada Boy untuk pergi lebih dulu. Dengan berat hati Kevin pun segera pergi meninggalkan Boy yang sedang menangis karena tak rela ditinggalkan olehnya.
"Daddy... Daddy...!!" Boy mengulurkan sebelah tangannya berharap Kevin membalikkan tubuhnya.
Maafkan Daddy, Boy. Dad akan segera mememuimu dan Mommy kembali di tempat yang berbeda. Ucap Kevin dalam hati sambil mempercepat langkahnya.
"Hua... Daddy..." tangisan Boy terdengar semakin kencang saat tubuh Kevin sudah hilang dari pandangannya. Tangisan Boy yang terdengar cukup keras itu pun berhasil menarik perhatian orang-orang yang berada di sekitarnya termasuk Queen yang sejak tadi mencarinya.
"Boy?" Melihat Boy yang sedang menangis Queen pun berjalan cepat ke arah Boy sambil mendorong keranjang belanjaannya. "Boy..." Queen segera mengangkat tubuh Boy saat sudah berada di dekat Boy.
"Mommy... hua..." Boy semakin menangis di dalam gendongan Queen.
"Ada apa ini, Bibi? Kenapa Boy menangis seperti ini?" Tanya Queen pada Nany.
"Itu karena..." ucapan Nany terputus karena Boy lebih dulu menjawabnya.
"Daddy Mommy... Daddy pelgi." Ucap Boy sambil menunjuk ke arah Kevin pergi meninggalkannya..
"Apa? Daddy?" Queen turut menatap ke arah yang Boy tunjuk.
"Daddy pelgi." Ucap Boy lagi dengan terisak.
Pandangan Queen pun beralih pada Nany. "Apa benar tadi ada Daddy Boy di sini?" Tanya Queen.
Nany pun mengangguk sebagai jawaban. "Tadi Daddy Boy sempat menghampiri Boy dan akhirnya berpamitan pergi hingga membuat Boy menangis." Jawab Nany.
"Kevin ada di sini?" Gumam Queen lalu menatap ke segala arah yang dapat dijangkaunya untuk mencari keberadaan Kevin namun tidak ada satu pun pertanda kehadiran Kevin di sekitarnya. "Jika dia ada di sini kenapa dia pergi begitu saja?" Ucap Queen kemudiaan.
"Daddy Boy..." Boy menepuk wajah Queen dengan tangan mungilnya.
Queen pun mencoba menenangkan Boy yang masih menangis dengan membawanya ke luar dari pusat perbelanjaan lebih dulu setelah menitipkan barang belanjaannya pada Nany dan menyerahkan beberapa lembar uang untuk membayar pada Nany.
"Kau yakin tidak ingin turun?" Tanya Marvel meyakinkan kembali.
"Tidak. ayo jalankan mobilnya." Titah Kevin.
Marvel menghela nafasnya sejenak lalu melajukan mobil meninggalkan pusat perbelanjaan.
*
Dua minggu sudah berlalu sejak Boy bertemu dengan Kevin di pusat perbelanjaan. Dan selama itu pula Boy tak lagi melihat keberadaan Kevin. Tiada hari Boy lewatkan dengan bertanya dimana Daddynya pada Queen. Dan sampai saat ini Queen tidak dapat menjawab dengan pasti dimana keberadaan Kevin saat ini karena ia pun tidak mengetahuinya.
"Daddy ilang itu, Nek." Cerita Boy pada Mama Lita yang sedang memangkunya di kursi taman. Ya, empat hari sejak kembalinya Queen ke kota keadaan Mama Lita dikatakan sudah sangat membaik dan membuatnya sudah bisa diperbolehkan untuk pulang. Kembalinya Queen benar-benar menjadi obat manjur untuk Mama Lita kembali sehat seperti sedia kala.
"Daddy tidak hilang... Daddy Boy sedang bekerja saat ini." Koreksi Mama Lita.
Wajah Boy nampak bingung. "Keja cali uang, Nek?" Tanyanya.
"Ya. Daddy sedang bekerja mencari uang untuk membelikan Boy mainan." Ucap Mama Lita.
"Mainan Boy?" Tanya Boy.
Mama Lita pun mengangguk sebagai jawaban.
"Lama keljanya. Lama pulangnya." Ucap Boy dengan bibir mengerucut. Boy terlihat lebih senang bertemu dengan Kevin dibandingkan dibelikan mainan.
"Sebentar lagi Daddy pasti pulang. Boy tunggu saja ya." Mama Lita mengusap sayang kepala Boy.
"Ya, Nek." Jawab Boy lalu menjatuhkan wajahnya di pundak Mama Lita.
Mama Lita menghela nafasnya sambil mengusap kepala Boy. Dimana Kevin saat ini, kenapa dia tidak juga mengunjungi Boy dan Queen? Tanya Mama Lita dalam hati.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.